Radio yang Tidak Mencerdaskan

Oleh : Arif Wicaksono Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Pada era globalisasi saat ini. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan dirinya yakni dari hubungan jaringan hingga pengetahuan. Banyak hasil yang telah dimunculkan. Karya penelitianpun muncul seolah tumbuhnya lumut dimusim hujan.

Media merupakan komponen yang penting dalam memberikan komunikasi kepada setiap orang baik yang berada di ujung belahan dunia maupun yang disamping kita. Media juga diartikan sebagai wadah dalam penyampaian informasi. Selain itu, media dibagi menjadi beberapa jenis yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak mencakup surat kabar, majalah, tabloid dan lain sebagainya. Media elektronik meliputi televisi dan radio.

Radio merupakan revolusi di bidang telekomunikasi, sebelumnya komunikasi dilakukan melalui telepon dan telegraf yang di hubungkan melaui kabel, sedangkan melalui radio komunukasi wireless (tanpa kabel) dapat dilakukan. Radio seperti penemuan yang lain ditemukan melalui berbagai eksperimen dari banyak orang.

Pada tahun 1800, seseorang Profesor dari Universitas Princeton yang bernama Yoseph henry dan seorang fisikawan inggris yang bernama Michael Faraday bereksperimen dengan elektromagnet, dan menemukan teori induksi. Pada tahun 1864, James Clark Maxwell, seorang fisikawan Inggris yang lain, mencoba mengembangkan teori induksi yang dihubungkan dengan kecepatan cahaya. Bunyi teori maxwell adalah : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaiknya perubahan medan listrikpun akan dapat menimbulkan medan magnet.

Akan tetapi maxwell belum dapat membuktikan hipotesanya selama hidupnya. Orang yang pertama kali menguji hipotesa. Maxwell mengenai gelombang elektro magnetic ini adalah Heinrich hertz, seorang fisikawan Jerman. Ia berhasil membuktikan teori Maxwell pada tahun 1880, dengan menggunakan kumparan Ruhmkorf. Pada tahun 1895, Guglielmo marconi, seorang penemu dari Italia, mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada (tentang elektromagnetik) dengan idenya sendiri. Ia adalah orang pertama yang mengirimkan sinyal radio melalui udara. Ia menggunakan gelombang elektro magnetic untuk mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebihdari 1,5 Km.

Televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

Radio memiliki karakteristik yang berbeda dengan media elektronik lainnya. Ini dapat dilihat dari kemampuannya untuk menciptakan panggung teater dalam imajinasi setiap pendengarnya. Radio dapat berbicara langsung dengan pendengar. Radio memiliki ‘positioning’ bagi pendengar mereka di antara radio lainnya. Pada saat terjadi sebuah peristiwa, radio dapat menyampaikannya kepada pendengar secara langsung dari lokasi peristiwa berupa Reportase.

Radio dalam pelaksanaannya lebih murah. Dapat selalu menjaga stabilitas aktivitas. Lebih luas dalam jangkauannya apalagi didukung dengan satelit serta dapat didengar serentak.

Di samping itu, radio memiliki kelemahan. Radio hanya dapat menampilkan audio saja. Media pelengkap dalam aktivitas. Selintas dalam menampilkan serta ketidakmampuan secara detail dalam menyampaikan segala informasi.

Pada tahun 60-an radio memegang peran penting dalam perkembangan pendidikan kita. Program yang diberikan memiliki kualitas edukasi yang tinggi. Selain itu, radio memiliki fungsi yang sangat strategis.

Dalam perkembangan saat ini radio sudah berubah fungsi yang pada hakekatnya radio memiliki peran seimbang dalam menampilkan hiburan, edukasi dan informasi. Namun, pada saat ini kita dapat mendengar sebagian besar radio khususnya pada radio swasta. Radio swasta tidak dapat menyeimbangkan antara hiburan, edukasi dan informasi. Mereka lebih memprioritaskan hiburan yang lebih banyak prosentasenya ketimbang edukasi dan informasi.

Radio sebagai sarana pendidikan sangatlah penting dalam pengembangan bangsa ini. Dalam pembukaan UUD’45 telah jelas diungkapkan tujuan bangsa kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu,upaya pembelajaran sepanjang hayat telah diamanatkan didalam Tap MPR Nomor : II/ MPR/ 1988. Disebutkan, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah. “. Retno Sri Ningsih Satmoko (1999:65).

Namun,hal ini belum terpenuhi malahan menjadi penurunan dari nilai yang ada. Program yang diberikan semuanya hiburan tidak ada yang memprioritaskan pendidikan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan siapa yang berkuasa maka dia berhak mengatur semuanya.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat memberikan sebuah apresiasi karya. Radio merupakan karya yang sangat strategis. Dimanapun dan kapanpun serta siapapun radio dapat diakses. Mari kita bersama membangun dan memperbaiki program radio yang telah ada kemudian disesuaikan dengan tujuan pendidikan kita.

Darmanto, 2005. Himpunan Materi Pelatihan Bidang Radio Siaran. Yogyakarta: DEPKOMINFO-BPPI wilayah IV Yogyakarta.

A, Darmanto, 2008. Produksi Program Audio.

Panuju, Redi, 2005. Nalar Jurnalistik: Dasarnya Dasar Jurnalistik. Bayumedia Publising.

Harian Suara Merdeka edisi 13 September 2005

http://dlibrary.tifafoundation.org/download/download.php?dlid=50

http://kurtek.upi.edu/media/sources/2-%20klasifikasi%20media.pdf

http://mbeproject.net/siaran.html

http://wrm-indonesia.org/content/view/835/3/

http://v3.bhawikarsu.net/article_read.asp?id=116

One thought on “Radio yang Tidak Mencerdaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s