Seruan Front Pembebasan Nasional tentang kenaikan harga BBM

Aksi-aksi menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat di banyak tempat di Indonesia masih berlangsung terus dan bahkan makin meluas. Suara-suara yang memprotes rencana pemerintah ini juga telah dilontarkan oleh berbagai intelektual dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk di kalangan DPR, DPRD, dan berbagai lembaga.

Perlawanan yang paling keras terhadap rencana kenaikan harga BBM ini datang dari beraneka-ragam organisasi massa atau gerakan rakyat, yang terdiri dari berbagai aliran politik.

Aksi-aksi atau gerakan yang sedang melanda di banyak daerah ini mengambil bentuk dan cara yang macam-macam, dan skalanya pun berbeda-beda. Hal itu menunjukkan dengan jelas bahwa kesedaran untuk menentang rencana yang bisa membikin rakyat lebih menderita lagi ini sudah meliputi banyak golongan yang luas. Salah satu di antaranya adalah terbentuknya baru-baru ini Front Pembebasan Nasional. Front ini, yang berpusat di Jakarta, terdiri dari ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, Perempuan Mahardika, KPA, Serikat Pengamen Indonesia, IGJ, LBH JAKARTA, LBH FAS, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, IKOHI, SPEED, SIEKAP, BUTRI, PERGERAKAN, PAWANG.

Sebagai aksi bersama untuk menghadapi rencana kenaikan harga BBM, Front Pembebasan Nasional telah mengeluarkan pernyataan, yang ditujukan kepada umum, yang menyerukan supaya dilakukan aksi-aksi massa setiap hari, dan mengepung dan menduduki Istana pada tanggal 21 Mei dan 1 Juni yad.

  1. Umar Said

Pernyataan Front Pembebasan Nasional tersebut selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

”Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukkan, bahwa tingkat kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup ditanggung oleh rakyat Indonesia.

”Argumentasi kuno yang disampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektual Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $ 120/barel atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus dinaikkan sesuai dengan harga BBM Internasional.

Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti harga BBM Internasional ?

”Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional:

1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusaha an minyak Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di negara-negara Imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia sebasar 3,10 juta barel per hari) maupun di negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali diberitakan adalah spekulasi minyak di pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka perdagangan saham minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi , inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM Internasional

”Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia :

1. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena mayoritas perusahaan minyak dan gas di Indonesia, di kuasai oleh modal asing (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk dijual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di tentukan oleh mereka juga).
2. Yang dijual ke dalam negeripun, dibatasi hanya 15 % dari total produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban perusahaan-perusaha an asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %, tetapi lebih banyak, toh itu minyak di ambil dari tanah kita.
3. Indonesia tidak punya industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli dari negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di kuasai asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) dibawa ke luar negeri untuk diolah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, itu yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional.
4. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui perusahaan-perusaha an broker, sehingga lebih mahal lagi ketika dijual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.
5. Yang lebih parah lagi, seluruh biaya perusahaan-perusaha an asing itu untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi berjalan) sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada tambahan 20 % bagi perusahaan-perusaha an yang mengembangkan sumur-sumur minyak yang telah diolah sebelumnya) dibiayai oleh Pemerintah (tentu dengan uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang biasa di sebut cost recovery

”Kesimpulan :

1. Jadi sekalipun bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/sumber  migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia ) dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi rakyat Indonesia.
2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel) maka nilainya mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,  mencapai 82,8 trilun per tahun. Jika semua industri minyak ini dikuasai oleh Negara yang pro rakyat, maka tidak akan pernah ada Defisit Anggaran Negara karena kenaikan harga BBM dunia (Defisit Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun dari minyak di tambah 82,8 trilyun dari gas)
3. Belum lagi negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang sangat besar. Sampai pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.
4. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika minyak mentah di Indonesia bisa diolah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk diolah, dan kemudian dibeli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk broker saja (ekspor di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun
5. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan untuk jutaan orang, yang dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000 perhari. Ganti ongkos angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja sudah tidak cukup.

”Kenapa bangsa Indonesia yang kaya dan besar bisa terjajah modal asing?

1. Karena seluruh kekuatan politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, Tentara, Partai Reformis yang sebenarnya gadungan, partai nasionalis yang juga gadungan, juga partai yang mengatasnamakan agama, tetapi membiarkan umatnya terjajah) pengecut di hadapan modal internasional, bahkan dengan suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang membiarkan modal internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita (yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan menghisap tenaga kerja kita. Jika sekarang PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan tokoh-tokoh elit politik lama yang sekarang berada di pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan penjajahan modal asing, seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Morales di Bolivia ataupun Soekarno di Indonesia.
2. Karena intelektual (pengamat ekonomi, politik dan lain sebagainya, rektor maupun dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia dibayar oleh modal internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk mendukung program-program penjajahan itu (baik dengan memberikan dana penelitian, beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya)
3. Pengusaha-pengusaha dalam negeri, juga bermental sama seperti elit-elit politik itu, bukannya melawan dominasi modal internasional, malah menjadi agen-agen modal internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung kenaikan harga BBM adalah organisasi pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia).
4. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi modal internasional, yakni kelas buruh dan rakyat miskin belum menunjukkan kekuatan sejatinya, berupa mobilisasi aksi nasional dan persatuan organisasi gerakan.

”Jalan keluar rakyat Indonesia :
1. Ambil alih seluruh industri migas di Indonesia, juga industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat.
2. Hapus hutang luar negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat
3. Bangun kerja sama dengan pemerintah dan rakyat Venezuela dan Bolivia untuk pembangunan refinery dan industri minyak di Indonesia
4. Diversifikasi energi yang menjamim kelangsungan lingkungan
5. Singkirkan kaum modal, elit dan parpol penipu rakyat, bangun kekuasan rakyat sendiri

“Jalan Keluar Jangka Pendek :
1. Batalkan rencana kenaikan harga BBM dan turunkan Harga
2. Sita harta Soeharto dan kroninya, bayar dana BLBI.
3. Potong gaji pejabat dari pejabat-pejabat di tingkat nasional, hingga tingkat kecamatan sebesar 50 %
4. Potong gaji eksekutif di perusahaan swasta sebesar 50 %
5. Pembatasan mobil pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang bisa dimiliki, menaikkan pajak mobil, menaikkan biaya parkir dan lain sebagainya
6. Tetapkan pajak 35 % dari penjualan eksport dan import minyak


”Seruan Persatuan Perlawanan :

1. Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara pemogokan pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun dengan aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM
2. Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat.
3. Melakukan aksi nasional secara serentak, pada tanggal 21 MEI 2008 dan 1 JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di Jakarta : Ayo bersatu kepung dan duduki Istana.
4. Bangun persatuan gerakan rakyat melawan penjajahan secara nasional sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.

21 MEI DAN 1 JUNI : AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !!
GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!
AMBIL ALIH INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH KONTROL RAKYAT!
SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT..SAATNYA RAKYAT BEKUASA!!

* * *

Di samping pernyataan tersebut di atas, Front Pembebasan Nasional juga menyebarkan selebaran berikut petisi yang berbunyi sebagai berikut :

Harga BBM akan dinaikkan 25-30% (bisa mencapai sekitar Rp 6000-an/liter) dan rencanya akan ditetapkan pada Akhir Mei 2008. Keputusan menaikkan harga BBM pasti akan menambah parah kesulitan hidup rakyat. Dimana mana terlihat keresahan tapi lewat berita kita melihat sikap masa bodoh  Pemerintah yang beralasan kita semua harus berkorban dan berhemat. Tidak peduli rakyat dimana-mana semakin miskin, kekurangan gizi, kelaparan, menderita stress dan gangguan jiwa, bahkan tidak sedikit yang bunuh diri karena tak sanggup lagi bertambah menderita.

Pemerintah bisa dengan berani dan angkuhnya mencabut subsidi BBM berkat kerja sama persatuan para Penindas Rakyat yang berbeda-beda wajah dan bendera tetapi satu suara untuk menjaga kekuasaan kaum modal yang dapat untung besar dari kenaikan harga minyak dunia. Mereka adalah: Pemerintahan SBY-JK, Partai-partai penipu rakyat (Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, dsb yang pura-pura anti kenaikan BBM buat popularitas menuju pemilu 2009 tapi telah nyata terbukti di DPR memberi ijin pada pemerintah untuk mencabut subsidi), elit-elit politik reformis gadungan yang sibuk tebar pesona, dan para Intelektual/ ekonom pro modal yang rajin menghasilkan pembenaran untuk pencabutan subsidi.

Untuk mengalihkan kemarahan rakyat kembali disiapkan solusi palsu, contohnya berupa pemberian BLT Plus (Bantuan Langsung Tunai) yang sejak 2005 sudah terbukti gagal mencegah rakyat bertambah miskin. Tujuan utamanya memang untuk meredam dan meruntuhkan semangat serta gejolak perlawanan terhadap kenaikan harga BBM. Bila rakyat yang miskin sudah dibuat tertipu maka jangan harap kita akan pernah menghentikan Kenaikan Harga BBM. Berkali-kali naik, berkali-kali harus menerima dengan pahit. Agar kali ini rakyat tidak lagi gagal menghentikan kenaikan harga BBM Pada Tahun 2000 dan 2005, maka harus kita satukan semua energi dalam sebuah Gerakan rakyat yang teroganisir yang melakukan berbagai cara perjuangan, yaitu:

1.   Untuk Bapak-Bapak, ibu-Ibu dan seluruh Warga Kampung buatlah komite-komite kampung (Misal, “Komite Rakyat Mampang Menolak Kenaikan Harga BBM”) sebagai alat perjuangan melawan kenaikan HARGA BBM. Nyatakan sikap rakyat dengan mimbar bebas dan rapat-rapat warga. Jangan ragu ajaklah semua penghuni rumah, bahkan undang lah para wartawan agar apa yang dilakukan oleh anda bisa dilihat dan dicontoh oleh kampung lain yang belum melakukan hal yang sama. Selanjutnya lakukan segera pawai dan lakukan aksi massa di dalam kampung anda dengan sasaran aksi ke kantor-kantor Kelurahan dan Kecamatan yang ada di sekitar kampung anda, pada tanggal 18-21 Mei 2008.

2.  Untuk para sopir TAXI, MIKROLET, KOPAJA, METRO MINI dan BIS KOTA, para pengendara motor satukan kekuatan anda dan mogoklah di terminal dan pol-pol bis selama jam berangkat kerja (07.00-10.00) ,jam pulang kerja (16.00-21.00) sepanjang tgl 18-21 Mei 2008 sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM. Jangan lupa hubungi wartawan pada saat saudara-saudara aksi massa.

3.  Untuk para buruh, bergabunglah dengan Aliansi Buruh Menggugat dan lakukan aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM pada tanggal 18-21 Mei di kawasan-kawasan industri, di kampung/pemukiman buruh di dalam pabrik. Dan bila perlu mogok kerjalah secara serentak karena sesungguhnya kenaikan BBM ini akan semakin membuat kehidupan buruh terancam PHK. Jangan lupa juga hubungi para wartawan saat aksi di gelar.

4.  Untuk kawan-kawan mahasiswa saatnya membentuk komite kampus dan komite pelajar sebagai wadah perjuangan massa lakukan terus aksi-aksi massa, mimbar bebas, di kampus-kampus dan sekolahan kawan-kawan sepanjang tanggal 18-21 Mei. Jika kalian Pulang, jangan merasa hebat maka, bergabunglah dengan para warga di kampung yang sedang melakukan protes dan aksi-aksi sebagai mana point yang pertama. Jangan lupa juga hubungi para wartawan saat aksi dilakukan.

5.  Jangan lupa setelah aksi-aksi massa, pemogokan dan mimbar-mimbar bebas di masing-masing teritori anda (KAMPUNG-KAMPUNG, TERMINAL-TERMINAL, KAWASAN INDUSTRI, KAMPUS/SEKOLAHAN) . maka pada gabungkanlah kekuatan anda dengan barisan aksi bersama FRONT PEMBEBASAN NASIONAL yang akan melakukan :

AKSI MASSA PADA HARI RABU, TANGGAL 21 MEI 2008 MENGEPUNG ISTANA NEGARA UNTUK MENGGAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM.

BAGI RAKYAT YANG TIDAK BISA AKSI DEMONSTRASI Rabu 21 Mei 2008 PADA JAM 12 SIANG PUKUL TIANG LISTRIK, KLAKSON MOBIL & MOTOR, PANCI-PANCI DAPUR DAN SEBAGAINYA

TUNTUTAN UTAMA RAKYAT

1. GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM

2.   TURUNKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK

3.   AMBIL ALIH INDUSTRI MINYAK DAN GAS YANG HAMPIR SEMUANYA SUDAH DIKUASAI ASING DAN PEMODAL DIBAWAH KONTROL RAKYAT

Dan ini hanya bisa di lakukan jika seluruh kekuatan rakyat menyatu dalam  mobilisasi-mobilisa si massa yang besar, membangun organisasi-organisa si rakyat, membangun persatuan-persatuan rakyat.

Perjuangan rakyat ini membutuhkan jiwa dan tenaga rakyat yang tulus dan berani dan sepakat menyatukan diri dalam kesatuan gerakan. Kami mengajak anda menyatakan dukungan dengan mengisi petisi. Kita kumpulkan sebanyak mungkin suara rakyat dan kita tunjukkan kepada penguasa, bahwa kita menolak kenaikan harga BBM. Kirimkan PETISI ini ke Presiden, Gubernur, Walikota, Camat, Lurah, RW atau RT, juga bisa di kirimkan ke DPR RI/DPRD.

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax : 021 4757881, Email : front.pembebasan. nasional@ gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s