Utang Tutup Tambahan Defisit

JAKARTA – MI: Panitia Anggaran DPR dan pemerintah menyepakati defisit anggaran menjadi 2,1 % di rancangan APBN-Perubahan 2008. Untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp88,1 triliun, mereka menyepakati penambahan utang luar negeri sebesar US$300 juta menjadi US$2,9 miliar.

Selain menyepakati angka defi­t 2,1%, pemerintah dan DPR juga menyepakati seluruh asum­makro di dalam rancangan AP­BN Perubahan 2008. Asumsi per­tumbuhan ekonomi 6,4%, inflasi 6,5%, dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan 7,5% dan nilai tukar rupiah Rp9.100 per US$1.

“Pembiayaan utang luar negeri bertambah menjadi US$2,9 miliar au sekitar Rp26,4 triliun. Kita sudah sepakati itu,” kata Suharso di Gedung DPR, Jakarta, kema­rin.

Penambahan utang luar negeri sebesar US$2,9 miliar diambil dari Asian Development Bank se­besar US$1,2 miliar, Bank Dunia US$1,1 miliar, dan Japan Bank for International Corporation (JBIC) sekitar US$300 juta. Dengan de­mikian, total pinjaman luar negeri di RAPBN 2008 menjadi Rp46,8 triliun yang terdiri dari pinjaman program Rp26,4 triliun dan pin­jaman proyek menjadi Rp20,4 tri­liun.

Adapun pembiayaan dalam ne­geri dari penerbitan surat berhar­ga negara ditetapkan sama de­ngan usul pemerintah sebesar Rp116,6 triliun. Hal itu bertujuan menghindari penumpukan utang serta tingginya biaya bunga yang harus dibayar.

Menteri Perencanaan Pemba­ngunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta membenarkan pembiayaan tambahan defisit dilakukan dari penambahan utang luar ne­geri.

“Otomatis pinjaman luar negeri akan ditambah, terutama pinja­man program karena pinjaman dalam negeri sudah mencapai li­mit,” kata Paskah seusai memim­pin rapat koordinasi tentang AP­BN-P di Gedung Bappenas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembia­yaan defisit akan bersumber dari pinjaman karena sumber dari nonpinjaman seperti PT Perusa­haan Pengelola Aset sudah di­maksimalkan.

“Pasar sahamnya dalam situa­si yang kurang favorable, pasti kita akan rasionalkan targetnya,” ka­tanya.

Defisit, APBN sebesar 2,1% sendiri terjadi karena total subsi­di BBM mencapai Rp130,894 tril­iun karena asumsi harga minyak ditetapkan US$95 per barel dan volume BBM bersubsidi menca­pai 37,038 juta kl.

Namun, DPR meminta yang bi­sa dibelanjakan hanya 35,5 juta kl. Sisanya, sebesar 1,5 juta kl, akan dimasukkan ke program penghe­matan sehingga pemerintah pu­nya cadangan senilai Rp12 triliun dari BBM bersubsidi yang tidak dibelanjakan.

Pemotongan anggaran 10%

Dengan asumsi harga minyak US$ 95 per barel, penerimaan ne­gara menjadi Rp890,5 triliun. Jika dibandingkan dengan penerima­an dalam RAPBN-P 2008 yang di­ajukan pemerintah sebesar Rp839,4 triliun, terdapat tambah­an penerimaan Rp51,1 triliun.

Dari penghematan anggaran, Suharso mengatakan peng­hematan anggaran 15% tidak jadi dilakukan mengingat pemerin­tah dan DPR menginginkan APBN sebagai stimulus pemban­gunan ekonomi. Pernerintah dan DPR menyepakati penghematan anggaran 10% di seluruh kemen­terian dan lembaga negara. (Ray/E-3)

Sumber: MEDIA INDONESIA / Rabu, 26 Maret 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s