Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan Sejahterakan Petani

Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan Sejahterakan Petani

BEM SI (BEM Seluruh Indonesia) kembali menggelar aksi keprihatinan
atas nama rakyat Indonesia. Aksi ini digelar sebagai jawaban atas
kenaikan berbagai harga kebutuhan pokok dan komitmen dari idealisme
mahasiswa Indonesia untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat
Indonesia.

Kenaikan harga kebutuhan pokok telah membebani kehidupan masyarakat.
Hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, mulai dari
BBM, Tarif Dasar Listrik, minyak goreng hingga beras, yang akhirnya
memicu kenaikan harga-harga lainnya. Di sisi lain, kita tidak bisa
menafikan angka kemiskinan yang terus melambung dan semakin rendahnya
kualitas manusia Indonesia. Dan belum lagi, banyak Generasi penerus
bangsa yang masih produktif, menderita berbagai penyakit kekurangan
gizi dan malnutrisi.

Setiap hari kita mendengar kematian satu keluarga akibat bunuh diri
atau kelaparan. Sebuah keadaan yang tidak jauh berbeda dengan situasi
Indonesia saat baru menikmati kemerdekaan. Tidak ada desain besar dari
pemerintah terkait tata kelola perekonomian makro dan mikro yang mampu
meningkatkan daya beli masyarakat. Solusi yang ditawarkan hanya
bermanfaat sesaat dan tidak menjamin rakyat untuk tetap bisa
memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan demikian,
rakyat otomatis semakin terintimidasi dan mengalami himpitan
psikologis hebat bila mereka tidak menempuh jalan kematian.

Meski hari ini Jusuf Kalla melakukan panen raya di Bantul, Yogyakarta,
bukan berarti seluruh rakyat bisa mengisi perut dan kesejahteraan
petani sudah terealisasi. Rakyat dan petani merupakan beberapa contoh
kasus di mana pemerintah hanya simbol formalistik belaka.

Pemerintah SBY-JK adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap
penderitaan rakyat hari ini. Kegagalan melaksanakan tujuan negara
menjadi indikasi serius bahwa negri ini tidak dikelola secara
profesional. Berbagai kebijakan yang ditempuh benar-benar melecehkan
nalar dan intelektualitas rakyat sebagai manusia.

Oleh karena itu, BEM SI yang beranggotakan tidak kurang dari 100 BEM
universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia, menyatakan sikap:

1.menolak kenaikan harga kebutuhan pokok

2.menuntut pemerintah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok

3.menuntut pemerintah untuk mensejahterakan petani dengan berbagai
kebijakan yang berpihak kepada petani

Pernyataan sikap ini merupakan salah satu butir tuntutan dalam Tugu
Rakyat (Tujuh Gugatan Rakyat) yang dihasilkan dalam Konferensi
Mahasiswa BEM SI di Depok, Jawa Barat (21-23 Maret 2008). Aksi ini
bukan yang pertama dan terakhir dari BEM SI, ini adalah ikrar dari
kami untuk terus membersamai jalannya pemerintahan yang berkualitas
dan cerdas. Aksi-aksi di seluruh Indonesia akan terus dilakukan untuk
meluruskan pemerintah secara konsisten dalam rangka mensejahterakan
rakyat. Semoga Allah selalu meridhoi perjuangan yang kita lakukan
untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan. Yakinlah! Wahai
pemuda dan Rakyat Indonesia, bangsa ini masih memiliki masa depan.

Yogyakarta, 7 April 2008

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia

Budiyanto
Presiden Mahasiswa UGM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s