Jujur dalam kehidupan ini tidak hanya kata-kata manis yang akan sering kita

Jujur dalam kehidupan ini tidak hanya kata-kata manis yang akan sering kita
terima, cacian dan makian adalah makanan yang akan kita teriama, dalam
menggapai mimpi banya orang yang telah sukses bisa menjadi sukses karena
siap dan telah menerima cacian dan Makian.

“Sinting kamu!”, antara lain adalah perbendaharan makian yang harus kita
terima begitu mengambil pilihan atau melakukan sesuatu yang tidak
dikehendaki orang-orang dekat kita. Barangkali kita kehilangan warisan
karena menikahi pasangan yang tidak disukai orang tua atau dikucilkan dari
lingkungan kantor. Dalam tugas-tugas manajerial di kantor, saya pernah
menerima sedikit cacian ketika dalam mengaudit mengambil kebijakan yang
tidak populer dan membuka kejahahtan seseorang. strategi dan
kebijakan/langkah baru yang coba diambil disambut dengan cemoohan. Apalagi
sebagai orang baru, “Sok tahu dan sok bisa” menjadi kosa kata yang harus
kita akrabi. Makian-makian seperti sebongkah tahi kerbau yang dilemparkan di
muka kita.

Mutasi,pengurangan tunjangan, bahkan pemecatan adalah ancaman yang menunggu
di depan mata sewaktu kita memilih untuk memperjuangkan apa yang benar,
memperbaiki kekeliruan dan menegur yang salah. Tidak seorangpun menyukai
itu. Kita umumnya lebih suka mendapat tepuk tangan, kocek yang selalu penuh,
warisan banyak serta posisi yang enak dengan menjadi orang patuh dan menjadi
orang yang diam di hadapan ketidakberesan.

Untuk hidup sepenuhnya, menyeberangi arus makian dan bisik-bisik karena
mencintai kebenaran. Menjadi sukses dan berhasil pasti perlu, tapi lebih
baik lagi jika kita hidup sepenuhnya, yakni dengan menjadi pecinta dan
pelaku kebenaran. Mencintai kebenaran bagaikan mendaki ke puncak gunung;
makin naik ke atas kita makin merasa sendiri, kuatir, takut jangan-jangan
akan jatuh. Akan tetapi, segera sesudah sampai di puncak kita mengalami
kebebasan yang paling penuh….berdiri memandang ke bawah dengan leluasa.

Semoga anda tidak pernah kapok untuk mencoba hal-hal baru di lingkungan
anda, menjadi kritis dan berpandangan jauh ke depan meski harus banyak
dicaci maki. Kelak ketika anda berhasil membuktikan pilihan anda,
makian-makian tadi berganti menjadi samudera senyuman dan penerimaan,
lengkap dengan permintaan maaf orang banyak.

Kalau anda belum pernah dimaki, ada dua kemungkinan. Satu, anda adalah orang
yang paling penakut di dunia ini. Kedua, anda sebenarnya sudah dimaki, tapi
karena sudah membuktikan pilihan anda, anda tidak dimaki lagi. Maka anda
orang yang paling berani di dunia ini.

Jadi terkadang cacian dan makian akan sering kit dengar jika kita ingin
menggapai sukses jika anda yakin dan percaya bahwa yang anda lakukan adalah
tepat, teruslah berjalan dan hadapi cacian dan makian tersebut, maka suatu
saat cacian dan makian tersebut akan berubah menjadi pujian. ayo terus
berjuang mari kita membuat langkah awal dalam menggapai mimpi dengan
menerjang cacian dan makian.

“mendapat pujian membuat orang terlena dan lemah, mendapat cacian membuat
orang sadar dan berubah kuat”

Depok, 6 april 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s