Dua Laut bertemu

Semoga bermanfaat.

Thanks & Best Regards
Doni Afrizal
—– Forwarded by Doni Afrizal/TIE/ TECOS on 04/09/2008 08:18 PM —–

Assalamualaikum. Wr.Wb.
Dua laut Bertemu.
Allah SWT berfirman dari ayat (19-22 ) ,yang artinya ”
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya
kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak
dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu
manakah yang kamu dustakan? Dari SALAH SATU (
diterjemahan Depag ” salah satu” ini tidak disebutkan,
maka hal ini ada kekurangan dari terjemahan yang
dapat merubah makna yang dikandung ) diantara keduanya
keluar mutiara dan marjan. “. Maha benar Allah dengan
segala firmanNya.

Surah Arrahman menurut pendapat Ibnu Mas’ud dan
Muqatil, Madaniyaah semuanya. Tetapi yang lebih tepat
dan benar, sebagaimana yang disebutkan oleh imam Al
Qurthubi dan Ibnu katsir, serta jumhur ulama, makkiyah
semuanya.
Dinamakan Surah Ar Rahman karena pembukaannya di mulai
dengan salah satu nama, dari nama-nama Allah, yaitu ”
Ar Rahmaan “.

Ar Rahman ini adalah Isim mubhalaghah ( berlebihan )
dari kata ” Ar Rahmah “.kata ini lebih tinggi
kandungannya dari Arrahiim. Kenapa,..?

Karena Arrahmaan, rahmat dan kasih sayang Allah untuk
sekalian alam, sementara Ar Rahiim tertentu untuk kaum
Muslimin saja.
Dinamakan juga surah Ar Rahman ini dengan ” ‘Aruusul
Qur’an = Pengantinnya Al Qur’an “, sesuai dengan
Hadist Rasulullah SAW dari Ali karramahullahu al
wajhah, marfu’an dari rasulullah SAW ” Tiap-tiap
Sesuatu itu, ada pengantin, atau pangeran, maka surah
Ar Rahman ini adalah pengantinnya , atau pangerannya
Al Qur’an “.

” Dua laut yang bertemu, diantara keduanya ada batas
yang tidak dapat dilampaui “.( Ar Rahman 19-20 )
Maksudnya Allah mengutus, atau membuat dua lautan satu
rasanya asin, satunya lagi tawar. dan keduanya saling
bertemu.

Secara sepintas, kita melihat dengan pandangan sekejap
mata saja, tidak ada batas diantara keduanya, padahal
diantara keduanya ada batas yang membatasinya.
” Dan keduanya tidak dapat saling melampaui
“.maksudnya, meskipun mereka bercampur dan berkumpul,
namun tetap rasa dan ciri khas masing-masingnya sesuai
dengan yang semula, yaitu sesuai dengan asalnya.

Ayat ini sesuai dengan firman Allah dalam surah (Al
Furqaan 25/53 ) .
” Keluar dari salah satu keduanya ” Permata dan
marjan,( sejenis hiasan seumpama bros yang warnanya
kemerah-merahan ). ( Tafsir Al munir ).
Disini ada kata yang didhamirkan ( disembunyikan yaitu
kata ” Ahad ” ).Seharusnya ” Yakhruju min AHADI himaa
“.kenapa demikian, karena sudah jelas, permata dan
marjan tersebut tidak ada keluar, kecuali di air yang
ada garamnya permata dan marjan, tidak keluar dari air
tawar.
Kenapa dihilangkan bacaan ” Ahad” ( salah satu) Nya ?,
Itu rahasia Allah yang jelas, untuk memudahkan lidah
kita dalam pengucapannya.

Sekarang kita lihat surah Al Furqan yang menjelaskan
arti dua laut itu.
” Dan Allahlah yang membiarkan dua laut mengalir
berdampingan, yang satu tawar lagi segar, sementara
satunya lagi asin lagi pahit. dan dijadikan diantara
keduanya dinding dan batas yang menghalangi ”

Dalam ayat diatas,disebutkan ” Adzbun furaatun ” ”
tawar amat segar “. Disini Allah tidak memakai kata
penghubung ” Waw = dan “. Tidak disebutkan ” Adzbun WA
Furaatun “. Ini menandakan bahwa air yang tidak
terlalu asin, atau tidak terlalu tawar, tidak termasuk
dalam pembicaraan ini.

.
Setiap orang dapat melihat ada air sungai yang terjun
kelaut dan bila diamati terbukti bahwa air sungai itu
sedikit demi sedikit berubah warna dan rasanya sejauh
percampurannya dengan air laut. dari kenyataan diatas
dapat difahami bahwa ada jenis air sungai dan laut
yang bercampur, namun ini tidak dinamakan ” Adzbun
furaatun “, atau ” Milhun ‘Ujaazun “( tawar lagi
segar, asin yang sangat )

Kalau air ini terombang ambing dari laut kesungai,
bila ia kelaut bertambah garamnya, biar ia kesungai
bertambah rasa tawarnya. Namun bukan air ini yang
dimaksudkan ayat diatas. lantas air laut mana yang
disebutkan ayat diatas..?

Pada tahun 1873 ,para pakar ilmu kelautan dengan
menggunakan kapal ” challenger “, menemukan perbedaan
ciri-ciri laut dari segi kadar garamnya, temperatur,
jenis ikan, binatang, dan sebagainya. Namun yang
selalu menjadi pertanyaan,mengapa air tersebut tidak
bercampur dan menyatu , meski keduanya bertemu?
Jawabannya baru ditemukan pada tahun 1948,setelah
penelitian yang seksama menyangkut samudra.

Rupanya perbedaan –perbedaan mendasar yang disebutkan
diatas menjadikan setiap jenis air tertentu terpisah
dari jenis air yang lain, betapapun ia mengalir jauh.
Gambar-gambar dari ruang angkasa pada akhir abad ke –
20,menunjukkan dengan sangat jelas adanya batas-batas
air di laut tengah yang panas dan sangat asin. Dan di
samudra Atlantik yang temperatur airnya lebih dingin
serta kadar garamnya lebih rendah. Batas-batas itu
juga terlihat di laut merah dan Teluk Aden.

Muhammad Ibrahim As Sumaih guru besar pada fakultas
sains, jurusan ilmu kelautan Universitas Qatar, dalam
penelitian yang dilakukan di teluk Oman dan Persia (
1984-1988 ),melalui sebuah kapal peneliti, menemukan
perbedaan rinci dengan angka-angka dan gambar-gambar
pada kedua teluk tersebut.
Penelitiannya menemukan adanya daerah antara kedua
teluk itu yang dinamai ” Mixed water Area “, atau
daerah ” barzakh ” istilah Al Qur’an.

Hasil penelitiannya juga menemukan adanya dua tingkat
air pada area tersebut.
Pertama , tingkat area yang bersumber dari teluk Oman,
dan kedua tingkat bawah yang bersumber dari teluk
Persia. Adapun area yang jauh dari ” Mixed water area”
tersebut, tingkat air seragam adanya .
Garis pemisah atau Barzakh yang memisahkan kedua
tingkat pada mixed area tersebut berupa daya tarik
stabil ( gravitational stability ), yang terdapat pada
kedua tingkat tersebut, sehingga menghalangi
percampuran dan pembaurannya.

Garis pemisah tersebut terdapat dalam kedalaman antara
10-50 meter. Kalau pertemuan air itu secara
horizontal, Itulah barzakh ( batas ),yang disebut
dalam Al Qur’an (( Subhanallah, wa masyaAllah ,Al
Qur’an sudah menyebutkan ribuan abad lamanya, baru
ditemukan kebenarannya sudah selama itu.)). Dan sangat
kita kecewakan yang menemukan ini kebanyakan dari
Eropah sana.
Sementara kita Islam, malas-malas, tidak mau mencari
dan meneliti.

Warisan yang ditinggalkan oleh Allah dan Rasulullah,
yang memanfaatkannya justru non Islam. Sangat kita
sesalkan. Tapi jangan pesimis, masih banyak waktu
untuk kita mengubah dan mengejar segalanya. Islam
pernah jaya begitu lamanya, mungkin saatnya kini
giliran Eropah pula yang gemilang.
Itulah adilnya Allah, maha benar Allah dengan segala
firmanNya,mengganti kan siang dengan malam, dan
sebaliknya.

Kita harus menerima kehebatan mereka dalam hal ini
dengan tanpa berleha-leha. Masih ada waktu untuk
merebut segalanya.( In Sya Allah, asal kita jangan
sombong dan selalu berbangga diri tanpa dilandasi rasa
syukur ).

Air Sungai Amazon yang mengalir deras kelaut Atlantik
sampai batas dua ratus Mil, masih tetap tawar.
Demikian juga mata air-mata air di teluk Persia. Ikan
nya sangat khas. dan masing-masing tidak dapat hidup
kecuali di lokasinya. Mungkin inilah yang dimaksud Al
Qur’an ” Hijran Mahjuura “.

Demikian rangkuman yang dikemukakan Prof.Dr.Abdul
hamid Az Zanjani,yang dikemukakannya pada seminar
Internasional, ” Mukjizat Al Qur’an dan Sunnah ,yang
diadakan di Bandung , September 1994 “.
Muhammad Kamil Abdushamad dalam bukunya “I’jazilmi fi
Qur’an mengatakan hal yang senada diatas.

Wallahua’lam bisshawab.
( Cairo,3 Sept 03.Rahima.Sarmadi )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s