Kode sandi upaya untuk menjaga rahasia negara

Sandi merupakan sebuah kata yang agak tabu untuk dibicarakan. Khalayak umum beranggapan, sandi merupakan sebuah parameter dalam melindungi sesuatu hal yang dianggap penting. Memang secara tidak langsung, baik jika dibahas dalam setiap sendi kehidupan bernegara, akan menampakan sebuah labirin yang akan sulit untuk dibeberkan.

Sejak jaman dahulu manusia sudah mengenal perlunya merahasiakan sesuatu terhadap pihak yang ia anggap tidak perlu untuk mengatahuinya. Masyarakat dicina telah mengirimkan berita rahasianya didalam sebuah bola-bola kecil yang terbuat dari kertas atau bahan sutera yang dibungkus dengan lilin, kemudian bola-bola tersebut dibawa oleh kurir/caraka dengan terlebih dahulu menelan bola-bola tersebut.

Julius caesar juga telah melakukan hal yang sama, hanya saja ia hanya menyembunyikan tulisan tersebut kedalam sebuah tulisan baru. caesar mengganti tata tulisan didalam beritanya sebagai berikut:
BERITA: OMNIA GALLIA EST DIVISA INPARTES TRES
SANDI : RPQLD JDOOLD HVW GLYLVD LQ SDUWHV WUHV

Sebenarnya caesar hanya mengganti huruf-huruf tersebut dengan huruf-huruf yang terletak 3 huruf lebih jauh (huruf abjad) sehingga huruf O=R, M=P, N=Q.

Sandi dalam peranannya dalam sebuah negara telah terlihat secara samar-samar setelah penjelasan diatas. sekarang saatnya kita sedikitlagi membuka kulit selanjutnya. sandi disebuah negara menjadi tolak ukur keberhasilan negara dalam mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perdana menteri inggris, Sir Winston Churchill, dan Presiden AS, Franklin D. Roosevelt, mengalami sebuah peristiwa yang akhirnya mereka menganggap penting arti sandi dalam sebuah negara. Saat itu Sir Winston Churchill dan Presiden Roosevelt mengadakan sebuah pertemuan yang membahas ofensif Jerman atas dataran Eropa, ternyata hasil pembicaraan itu berhasil dibocorkan oleh seorang kepercayaan dinas rahasia Inggris(MI6). tapi beruntung pihak kepolisian inggris telah mencium adanya tindakan sabotase terhadap hasil pembicaraan tersebut, akhirnya polisi inggris melakukan ppenggeledahan terhadap seorang anggota dinas sandi Inggris(GCHQ). Dari kamar agen tersebut diperoleh 1500 Copy dokument kawat sandi tentang perkembangan kerjasama Inggris-Amerika. Akibat kebocoran tersebutsangat berpengaruh besar, hari-hari Dunkirk dan jatuhnya perancis ketangan Jerman.

Jerman pada awal perang dunia II sangat maju tehnologi dinas sandinya, mereka berhasil melakukan invasi Yugoslavia dalam waktu yang singkat, padahal kita tahu banyak kaum cerdik pandai yang meninggalkan Jerman karena diskriminasi. Apa rahasia dibalik kesuksesan Jerman tersebut? Tentara Jerman Telah mengumpulkan berita tentang daerah-daerah di Yugoslavia dengan sangat rutinnya, Jerman mengirimkan pencari berita tersebut dengan samaran sebagai warga sipil. mereka semua berasal dari dinas sandi tentara Jerman, mereka bertugas melakukan penyadapan atas jalur komunikasi Yugoslavia dan berusaha membongkar sandi Yugoslavia.

Dengan kinerja yang handal dinas sandi Jerman berhasil mendapatkan berita terkini tentang pergerakan tentara Yugoslavia. akhirnya Jerman berhasil menguasai Yugoslavia karena Jerman telah mengetahui dimana centra gravia lawan. Bahkan dari hasil penyadapan tersebut diperoleh berita bahwa hubungan Presiden Y.B. Tito dengan Inggris-Amerika makin merenggang.

Pearl Harbor, merupakan awal dari offensif tentara Jepang untuk menggulingkan dominasi Amerika di Pasifik, secara tidak langsung merupakan babakan baru bagi bangsa indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka. Serangan yang amat briliant, dilaksanakan pagi hari minggu tanggal 7 Desember 1941, yang diklaim sebagai kemaluan Amerika terbesar dalam sejarah peperangan mereka. Keberhasilan itu bisa tercapai dengan kecerdikan jepang dalam menghentikan jalur komunikasi theknis mereka, agar tidak terjadi kebocoran informasi.

Sebenarnya Amerika telah berhasil memecahkan sandi dari dinas sandi tentara Jepang, tetapi pihak Jepang telah mengganti sandi yang mereka gunakan, ternyata Amerika lebih lambat dalam menterjemahkan berita sandi Jepang tersebut. Rupanya pihak tentara Jepang telah puas dengan hasil yang mereka raih, mereka tidak waspada oleh adanya kemungkinan pembongkaran sistem sandi oleh pihak Amerika. Amerika dengan sekutu-sekutunya berusaha keras untuk selalu mengupas sistem sandi tentara Jepang, akhirnya kecerobohanpun terjadi, Jepang lupa mengganti sistem sandinya maka Amerika dengan leluasa mengubah taktik berperang mereka berdasarkan pada pra-informasi yang mereka dapatkan. hal tersebut juga mengakibatkan gugurnya Admiral Yamamoto dalam sebuah pendadakan di daerah timur Indonesia. Pearl harbor dan Midway merupakan sebuah kenyataan bahwa dinas sandi sebuah negara amat penting.

Fermmeldeauflarung (Radio Intelijen Jerman), merupakan sebuah bagian dari dinas sandi tentara Jerman. Unit ini dibawahi oleh seorang kapten SS yang bernama SEEBOHM, ia bertugas dibawah gugus komando Jenderal erwin rommel. Kompi ini bertugas memantau perkembangan pasukan sekutu lewat jalur radio. setiap rencana operasi pihak sekutu dapat dirubah menjadi menguntungkan bagi pihak Jerman, hal ini merupakan sebuah bukti bahwa penyadapan intelijen amat berperan dalam mengatur taktik. Pada sebuah pertempuran yang sengit didaerah el-Adem, kapten SEEBOHM tewas dengan membawa seluruh dokumen yang berisikan kawat-kawat hasil penyadapannya.

Pihak Inggris terkejut melihat kenyataan pahit itu, tak disangka ternyata Jerman telah berhasil menyadap mereka didepan hidung mereka sendiri. secepatnya pihak inggris mulai berbenah antara lain dengan: callsign yang lebih sempurna, disiplin petugas sandi diperketat, setiap penggunaan radio telefoni harus menggunakan sandi, memperbanyak dummy messages, dan membuat jaring komunikasi palsu (fake). Akhirnya Jenderal Rommel yang kehilangan kompi Fernmelldeauflarung tak dapat menembus pertahanan pihak lawan. hal ini merupakan hal terfatal dalam sejarah angkatan darat Jerman.

Persandian Negara Indonesia didirikan pada tanggal 4 April 1946 oleh Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati. Beliau adalah seorang dokter kepresidenan di masa Presiden RI Pertama Soekarno. Persandian negara Indonesia tersebut sekarang dikenal dengan nama Lembaga Sandi Negara dan dr Roebiono Kertopati sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara yang pertama.

Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati dinobatkan sebagai Bapak Persandian Negara Republik Indonesia Pada masa perang kemerdekaan lebih tepatnya tanggal 4 April tahun 1946, Letnan Kolonel dr. Roebiono Kertopati mendapat perintah dari Mr. Amir Syarifuddin, Menteri Pertahanan RI saat itu, untuk mendirikan sebuah badan yang mengelola persandian nasional.

Bapak Roebiono Kertopati yang lahir di Ciamis pada tanggal 11 Maret 1914 sebelum dan selama perang dunia II tidak pernah bekerja dalam bidang persandian / kriptografi. Suami dari Amalia Achmad Atmadja ini adalah seorang dokter yang pada waktu itu menjabat sebagai dokter (medis) di Kementerian Pertahanan RI bagian B (intelijen). Karena pada masa itu, tidak seorang pribumipun dipercaya Belanda untuk bekerja dalam bidang persandian. Beliau tidak mengenyam pendidikan persandian secara formal, namun hanya berupa kursus singkat pengenalan sandi dari kementerian luar negeri Belanda pada tahun 1949. Namun melalui bacaan serta imajinasi, logika dan intuisi, diciptakanlah sistemsistem sandi sendiri. Walaupun tanpa ilmu pengetahuan yang memadai mengenai teknis kriptografi dan hanya dibantu oleh tenaga-tenaga yang juga awam sandi, sistem-sistem sandi buatan sendiri tersebut terbukti efektif dan dapat diandalkan untuk mengamankan komunikasi berita di medan peperangan, di dalam perundingan-perundingan antara pemerintah RI dengan Belanda dan dengan PBB, pada komunikasi pemberitaan di perbatasan dan di dalam gerilya di daerah dan pedalaman.

Berpijak dari kegiatan-kegiatan militer dan politik negara yang selalu membutuhkan kerahasiaan komunikasi pemberitaan, sebagai perintis dan pendiri persandian di Indonesia, bapak dari empat anak ini telah mempunyai pemikiran dan konsep yang jelas tentang kedudukan suatu badan persandian dalam struktur pemerintahan negara. Hanya berbekal daya nalar dan dilandasi semangat juang yang pantang menyerah itulah, bapak Roebiono dan kawan-kawannya merintis persandian di Indonesia. Seiring dengan waktu, persandian di Indonesia terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan.

Bermula dari hanya sebuah ruangan kecil tempat kegiatan sandi berlangsung dan alat yang diguanakan pun masih berupa pensil dan kertas, kini telah menjadi sebuah institusi mandiri dengan peralatan yang jauh lebih kompleks. Perekrutan dan pendidikan tenaga sandi (sandiman) pun ikut berkembang dengan pesat. Dari hanya sebuah kursus singkat (seperti magang) menjadi setingkat akademi, bahkan kini telah menjadi Sekolah Tinggi.

Mayjen TNI (purn) dr. Roebiono Kertopati yang menguasai dengan aktif empat bahasa asing yakni Inggris, Jerman, Belanda dan Perancis ini memimpin persandian Indonesia dari tanggal 4 April 1946 yang masih berupa sebuah kamar sandi sampai dengan tahun 1984 yang telah bernama Lembaga Sandi Negara.

Pada tanggal 23 Juni 1984 sang penerima 11 bintang jasa (utama) dari pemerintah Indonesia ini wafat. Sampai akhir hayatnya beliau tetap berjuang untuk memajukan persandian di Indonesia, suatu bidang perjuangan yang masih langka dan merupakan kegiatan yang tidak dikenal. Motto yang saat itu selalu didengungkan kepada seluruh anak buahnya yang bekerja sebagai tenaga sandi adalah : BERANI TIDAK DIKENAL.
Selesai.

Radio yang Tidak Mencerdaskan

Oleh : Arif Wicaksono Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Pada era globalisasi saat ini. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan dirinya yakni dari hubungan jaringan hingga pengetahuan. Banyak hasil yang telah dimunculkan. Karya penelitianpun muncul seolah tumbuhnya lumut dimusim hujan.

Media merupakan komponen yang penting dalam memberikan komunikasi kepada setiap orang baik yang berada di ujung belahan dunia maupun yang disamping kita. Media juga diartikan sebagai wadah dalam penyampaian informasi. Selain itu, media dibagi menjadi beberapa jenis yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak mencakup surat kabar, majalah, tabloid dan lain sebagainya. Media elektronik meliputi televisi dan radio.

Radio merupakan revolusi di bidang telekomunikasi, sebelumnya komunikasi dilakukan melalui telepon dan telegraf yang di hubungkan melaui kabel, sedangkan melalui radio komunukasi wireless (tanpa kabel) dapat dilakukan. Radio seperti penemuan yang lain ditemukan melalui berbagai eksperimen dari banyak orang.

Pada tahun 1800, seseorang Profesor dari Universitas Princeton yang bernama Yoseph henry dan seorang fisikawan inggris yang bernama Michael Faraday bereksperimen dengan elektromagnet, dan menemukan teori induksi. Pada tahun 1864, James Clark Maxwell, seorang fisikawan Inggris yang lain, mencoba mengembangkan teori induksi yang dihubungkan dengan kecepatan cahaya. Bunyi teori maxwell adalah : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaiknya perubahan medan listrikpun akan dapat menimbulkan medan magnet.

Akan tetapi maxwell belum dapat membuktikan hipotesanya selama hidupnya. Orang yang pertama kali menguji hipotesa. Maxwell mengenai gelombang elektro magnetic ini adalah Heinrich hertz, seorang fisikawan Jerman. Ia berhasil membuktikan teori Maxwell pada tahun 1880, dengan menggunakan kumparan Ruhmkorf. Pada tahun 1895, Guglielmo marconi, seorang penemu dari Italia, mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada (tentang elektromagnetik) dengan idenya sendiri. Ia adalah orang pertama yang mengirimkan sinyal radio melalui udara. Ia menggunakan gelombang elektro magnetic untuk mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebihdari 1,5 Km.

Televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

Radio memiliki karakteristik yang berbeda dengan media elektronik lainnya. Ini dapat dilihat dari kemampuannya untuk menciptakan panggung teater dalam imajinasi setiap pendengarnya. Radio dapat berbicara langsung dengan pendengar. Radio memiliki ‘positioning’ bagi pendengar mereka di antara radio lainnya. Pada saat terjadi sebuah peristiwa, radio dapat menyampaikannya kepada pendengar secara langsung dari lokasi peristiwa berupa Reportase.

Radio dalam pelaksanaannya lebih murah. Dapat selalu menjaga stabilitas aktivitas. Lebih luas dalam jangkauannya apalagi didukung dengan satelit serta dapat didengar serentak.

Di samping itu, radio memiliki kelemahan. Radio hanya dapat menampilkan audio saja. Media pelengkap dalam aktivitas. Selintas dalam menampilkan serta ketidakmampuan secara detail dalam menyampaikan segala informasi.

Pada tahun 60-an radio memegang peran penting dalam perkembangan pendidikan kita. Program yang diberikan memiliki kualitas edukasi yang tinggi. Selain itu, radio memiliki fungsi yang sangat strategis.

Dalam perkembangan saat ini radio sudah berubah fungsi yang pada hakekatnya radio memiliki peran seimbang dalam menampilkan hiburan, edukasi dan informasi. Namun, pada saat ini kita dapat mendengar sebagian besar radio khususnya pada radio swasta. Radio swasta tidak dapat menyeimbangkan antara hiburan, edukasi dan informasi. Mereka lebih memprioritaskan hiburan yang lebih banyak prosentasenya ketimbang edukasi dan informasi.

Radio sebagai sarana pendidikan sangatlah penting dalam pengembangan bangsa ini. Dalam pembukaan UUD’45 telah jelas diungkapkan tujuan bangsa kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu,upaya pembelajaran sepanjang hayat telah diamanatkan didalam Tap MPR Nomor : II/ MPR/ 1988. Disebutkan, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah. “. Retno Sri Ningsih Satmoko (1999:65).

Namun,hal ini belum terpenuhi malahan menjadi penurunan dari nilai yang ada. Program yang diberikan semuanya hiburan tidak ada yang memprioritaskan pendidikan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan siapa yang berkuasa maka dia berhak mengatur semuanya.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat memberikan sebuah apresiasi karya. Radio merupakan karya yang sangat strategis. Dimanapun dan kapanpun serta siapapun radio dapat diakses. Mari kita bersama membangun dan memperbaiki program radio yang telah ada kemudian disesuaikan dengan tujuan pendidikan kita.

Darmanto, 2005. Himpunan Materi Pelatihan Bidang Radio Siaran. Yogyakarta: DEPKOMINFO-BPPI wilayah IV Yogyakarta.

A, Darmanto, 2008. Produksi Program Audio.

Panuju, Redi, 2005. Nalar Jurnalistik: Dasarnya Dasar Jurnalistik. Bayumedia Publising.

Harian Suara Merdeka edisi 13 September 2005

http://dlibrary.tifafoundation.org/download/download.php?dlid=50

http://kurtek.upi.edu/media/sources/2-%20klasifikasi%20media.pdf

http://mbeproject.net/siaran.html

http://wrm-indonesia.org/content/view/835/3/

http://v3.bhawikarsu.net/article_read.asp?id=116

Upaya Peningkatan Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar

Oleh : Arif Wicaksono Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

BAB I

PENDAHULUAN

Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Seperti yang dilakukan oleh ibu Hariyati melakukan praktek mengajar mata pelajaran IPS di SDN Kalisalak II Kebasen. Salah satu kegiatannya adalah siswa diajak ke warung dekat sekolah, dengan menanyakan berbagai jenis barang, harga beli dan harga jual. Selain itu, belajar dari sesama teman juga memiliki makna lebih besar sebab siswa lebih mudah memahami bahasa dan isyarat yang diberikan oleh temannya. Lewat kegiatan berkelompok pula siswa memperoleh berbagai hal yang sulit didapatkan pada saat belajar sendiri, seperti sikap mau menghagai orang lain, sikap mau menerima orang lain, bekerja sama, dan sikap menikmati hidup bersama orang lain.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca masyarakat serta sebagai sumber belajar bagi masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya. Dilihat dari sisi pelayanan, TBM masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka, koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan TBM dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, maka diperlukan TBM yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.

Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.

BAB II

Kajian Teori

1. Teori Sumber Belajar

Secara tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangat banyak. Sangat di sayangkan berbagai sumber belajar disekitar kita yang berlimpah-limpah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber belajar tradisional adalah guru dan buku teks, dan untuk banyak guru (dan dosen) ini masih adalah cara utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja sumber belajar itu? Tentu saja bukan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa, alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi sebaga sumber belajar.

Menurut konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.

Itu semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.

Suatu lembaga pendidikan tinggi tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para dosen dan para mahasiswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

2. Pusat Sumber Belajar

Menurut Tucker (79) pusat sumber belajar didefinisikan dengan istilah media center, dengan pengertian bahwa suatu departemen yang memberikan fasilitas pendidikan, latihan, dan pengenalana melalui produksi bahan media (transparansi overhead, slide, filmstrip, videotape, dll) serta memberikan pelayanan penunjang (seperti sirkulasi peralatan audiovisual, penyajian program-program video, pembuatan katalog, dan pemanfaatan pelayanan sumber-sumber belajar pada perpustakan. Pusat Sumber Belajar bertugas untuk menyediakan sarana dan media pendukung bagi kegiatan belajar mengajar seperti yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Salman Al-Farisi, yakni seperti pengadaan alat peraga yang efektif bagi kegiatan belajar mengajar (KBM), pengadaan media promosi dan publikasi, dan lain sebagainya.

3. Perpustakaan

Menurut Sulistyo (1991)perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.

BAB III

Pembahasan

Peningkatan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar

Upaya untuk menghidupkan dan mengembangkan perpustakaan sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya tugas pengurus/anggota perpustakaan dan institusi terkait, melainkan kita semua karna intinya usaha bersama menjaga atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Serta merevisi atau mengkaji ulang tujuan dari perpustakaan, untuk mengintensifkan perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.

Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence (layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna.

Bukan hanya pemimpin tetapi semua pengelola atau pegawai perpustakaan harus berani menampilkan “wajah baru” atau “gerakan baru” dalam arti berani melakukan terobosan baru dan paradigma baru yaitu dapat mengubah persepsi masyarakat/akademis dari perpustakaan identik dengan buku menjadi perpustakaan identik dengan informasi.

Ketergantungan pada seorang pemimpin perlu ditinggalkan dan bergerak menciptakan kreatifitas atau inovasi yang sistematis. Pimpinan pusat (lembaga) tentunya membuka pintu yang lebar kepada semua bawahannya untuk menentukan kebijakan dalam menciptakan keratifitas untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan.

Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan masyarakat juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam masyarakat (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat/akademis dan menjadi perpustakaan yang mampu bersaing.

Sehubungan dengan ini kemampuan pustakawan, idealnya perlu adanya Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI yang terakreditasi sehingga dapat menetapkan sertifikasi untuk standar kompetensi tertentu bagi pustakawan Indonesia agar berdaya saing tinggi dan akreditasi perpustakaan.

Kemudian adanya Undang-undang tentang Perpustakaan yang meliputi :

Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)

Petugas tata usaha perpustakaan (unsur pembantu pimpinan)

Unsur pelaksana yang terdiri atas:

a) Petugas pengadaan/pengolahan bahan pustaka,

b) Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi),

c) Petugas penyuluhan/pemasyarakatan, dan

d) Petugas penelitian dan pengembangan

Dengan adanya undang-undang tentang perpustakaan khususnya unsur pelaksana yang terkait dengan petugas penyusluhan, penelitian dan pengembangan lebih ditekankan sehingga dapat menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Serta menganalisa bagaimana usaha atau jalan untuk lebih meningkatkan perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.

BAB IV

Penutup

Kesimpulan

Perpustakaan bukan hanya miliki satu lembaga melainkan milik kita semua. Setiap perpustakaan harus dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Dalam pengelolaan dapat menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Membuat hubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar perpustakaan tersebut.

Saran

Untuk meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Daftar Pustaka

AECT. 1997. The Definition of Educational Technology. Washington: AECT

Budhiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta

Mudhoffir. (1986). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muhtadi, Ali. 2005. Managemen Sumber Belajar ‘Buku Pegangan Kuliah’. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Wirojoedo, Soebijanto. 1986. Perencanaan Pendidikan’Buku Pegangan Kuliah’. Yogyakarta : CV. Kaliwangi

Pujiriyanto. 2005. Otomasi Perpustakaan. Yogyakarta : FIP UNY

Seels, Barbara B & Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya (terjemahan oleh Yusuf Hadimiarso, dkk). Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Yogyakarta

http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=30740

http://www.karangturi.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=59

http://www.ung.ac.id/web/lp3/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=16

http://lib.unair.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=152&Itemid=252

PERUBAHAN

Didalam dunia ini semua pasti berubah, saya, anda, lingkungan, bisnis, negara, semua tiada yang akan luput dari suatu perubahan. Perubahan bisa terjadi secara alami atau direncanakan. Perubahan tak bisa ditolak,  Siapapun yang menolak akan semakin tertinggal. Waktu adalah faktor yang dapat merubah kita, Waktu adalah berbanding lurus dengan proses perubahan , tiap detiknya merupakan hal yang berbeda yg berlaku pada setiap hal. Tidak dapat dipungkiri, semuanya akan berubah.. baik bentuk, sifat, perilaku, rasa, semuanya adalah hal yang akan berbeda dari waktu ke waktu.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa banyak orang tidak mau / takut berubah? Saya mencatat setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.

– karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Anda akan mengetahui langsung hal ini dengan sebuah latihan kecil. Cobalah untuk menuliskan nama Anda dengan menggunakan tangan yang tidak biasanya Anda gunanya. Misalnya jika Anda biasa menggunakan tangan kanan, sekarang gunakan tangan kiri. Tentu sangat tidak nyaman.

– perubahan adalah sebuah proses yang penuh pengorbanan. Untuk itu diperlukan waktu, ketekunan dan kesabaran. Bukan sesuatu yang instant! Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan.

– perubahan bisa menjadi sumber konflik baru. Ini lazim terjadi dalam sebuah organisasi yang mengadakan perubahan besar-besaran (misalnya restrukrurisasi) yang pada akhirnya berdampak pada berbagai segi kehidupan organisasi. Misalnya PHK (pemutusan hubungan kerja) atau ketidakpuasan akibat mutasi kerja.

Meski banyak manusia yang membenci perubahan namun mau tidak mau haruslah diakui bahwa perubahan adalah sumber kemajuan. Lantas, timbul pertanyaan, perubahan seperti apa yang bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan? Jawabannya jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Sayangnya, banyak orang yang selalu bersuara agar orang lain berubah namun mereka sendiri enggan untuk berubah.

lalu bagaimana tentang bagaimana cara kita untuk berubah, yaitu:

1.Jujur terhadap kesalahan diri
Kalau kita terus-terusan ngasih apologi terhadap kesalahan diri, kapan bisa berubahnya dong? Kadang kita perlu juga lho ngasih ‘pelajaran’ atau hukuman buat diri sendiri kalau kita melakukan kesalahan.

2. Merubah  cara berpikir kita.
Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita, hal ini memang berat untuk dilakukan apa lagi jika keyakinan itu sudah melekat selama bertahun-tahun. bahwa perubahan diri selalu dimulai dengan perubahan pola pikir. Hanya saja, saya perlu mengingatkan sekali lagi bahwa perubahan tidak selalu menyenangkan. Bahkan kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak, bisa jadi itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik.

3.Miliki cermin diri
Cermin diri ini bisa kita dapatkan dari orang yang terdekat dengan kita. Orang terdekat dengan kita pastinya tahu lah kebiasaan-kebiasaan kita, mulai yang baik-baiknya sampai yang jelek-jeleknya.

4. Manfaatkan orang yang membenci kita
Kita bisa memanfaatkanucapan- ucapan pedas orang yang membenci kita tentang keburukan kita. Jadi jangan marah, tapi jadikan itu rujukan buat kita introspeksi diri, siapa tahu memang keburukan itu ada di diri kita, tinggal hasilnya dievaluasi.

5. Sering bersillaturrahim (berkumpul) dengan orang yang lebih baik dari kita
Ini sih semua juga tahu. Kalo kita gaulnya sama orang yang lebih baik dari kita,  kita jadi  termotivasi supaya kita juga bisa sebaik bahkan lebih baik dari dia

6. Pelajari fenomena di sekitar kita
Seperti disebutkan tadi, kehidupan di sekitar kita kan melaju terus. Nah, kita perlu jeli mempelajari fenomena apa saja yang terjadi di sekitar. Dari situ kita bisa tahu ‘perilaku dunia’, so kita bisa ancang-ancang merancang strategi perubahan diri yang jitu

respon atas perubahan juga tergantung banyak hal.  yang tidak berubah adalah bagaimana cara mereka merespon perubahan itu.  cara mereka tertawa, cara mereka berdiam, dan antusiasme. hal itu saya dapat dengan banyak mengamati orang. Mengamati bagaimana mereka merespon kejadian-kejadian.  semakin mereka berkomentar, semakin menarik untuk saya perhatikan, hal tersebut saya lakukan untuk mengambil hikmah dari respon lingkungan terhadap suatu perubahan.EA

Mahatma Gandhi pernah mengatakan “You must be the change you want to see in the world.” – Anda sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang Anda inginkan terjadi dalam dunia ini. Perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Janganlah mengharapkan perubahan dari dunia luar. Janganlah menunda perubahan diri hingga dunia berubah. Coba perhatikan, dunia ini senantiasa berubah. Diri Anda saja yang tidak ikut berubah. Maka, Anda menciptakan konflik antara Diri Anda dan dunia ini.

Sebagian besar orang menginginkan perubahan, perubahan dari yang tidak baik menjadi baik seperti halnya kedamaian, kebahagiaan, ketentraman, dan kesejahteraan. Sebenarnya hanya perubahan yang positiflah yang bisa menciptakan atau membangun diri kita. Perubahan negatif tidak berfungsi. Inilah sebabnya manusia merasakan banyak penderitaan pada dirinya sendiri yang berada pada posisi kehidupan negatif. Perubahan yang terpenting yang sebenarnya harus kita rubah adalah diri sendiri. Siapkah kita untuk dapat berubah karah lebih baik… Semoga, Tulisan ini juga sebuah momentum mengingatkan diri saya sendiri dan sahabat semua agar siap dan mau berubah ke arah yang lebih baik. Saran Dan kritik dapat di kirim langsung ke erwinarianto@ gmail.com

“Perubahan Bukan untuk di takuti, tapi Perubahan untuk di lakukan”

“Anda Adalah Orang yang Beruntung, Jika Setiap Waktu Anda Bisa Berubah Ke Arah Yang lebih Baik”

Depok 1 Juli 2008
http://erwin- arianto.blogspot .com/2008/ 07/perubahan. html