<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berpena yang  Menyenangkan &#187; Sosial dan Politik</title>
	<atom:link href="http://arhiefstyle87.wordpress.com/category/sosial-dan-politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com</link>
	<description>berkatalah jujur dengan semangat kebenaran</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2008 16:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arhiefstyle87.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cb37012dcf4cc727766e1d20f99153ad?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berpena yang  Menyenangkan &#187; Sosial dan Politik</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arhiefstyle87.wordpress.com/osd.xml" title="Berpena yang  Menyenangkan" />
		<item>
		<title>Ada apa dibalik Pejabat Perhubungan – Regulasi &#8211; Bisnis Penerbangan</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/ada-apa-dibalik-pejabat-perhubungan-%e2%80%93-regulasi-bisnis-penerbangan/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/ada-apa-dibalik-pejabat-perhubungan-%e2%80%93-regulasi-bisnis-penerbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 12:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Bertenggernya harga minyak mentah dunia pada titik tertinggi dalam
sejarah, dan kasus subprime mortgage di AS yang disinyalir memicu
goyahnya ekonomi AS, kedua hal tersebut dianggap sebagai indikator
pemicu krisis global. Sebagai pihak yang diuntungkan adalah
negara-negara pengekspor minyak dunia, sementara pihak yang harus
menanggung beban yakni negara pengguna bahan bakar minyak, yang
notabene adalah negara-negara sedang berkembang. Walaupun Indonesia
memiliki banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=78&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bertenggernya harga minyak mentah dunia pada titik tertinggi dalam<br />
sejarah, dan kasus <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">subprime mortgage</span> di AS yang disinyalir memicu<br />
goyahnya ekonomi AS, kedua hal tersebut dianggap sebagai indikator<br />
pemicu krisis global. Sebagai pihak yang diuntungkan adalah<br />
negara-negara pengekspor minyak dunia, sementara pihak yang harus<br />
menanggung beban yakni negara pengguna bahan bakar minyak, yang<br />
notabene adalah negara-negara sedang berkembang. Walaupun <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span><br />
memiliki banyak tempat-tempat yang menyimpan cadangan minyak, namun<br />
sampai saat ini negeri ini belum bisa mencukupi hajat hidup warga<br />
negara atas suplai minyak, sehingga secara langsung tetap terimbas<br />
oleh harga minyak mentah dunia yang diatas angin. Hal ini menyebabkan<br />
anggaran perencanaan belanja negara selalu mengalami revisi seiring<br />
volatilitas harga minyak dunia. Baru-baru ini dengan adanya rencana<br />
pemerintah menaikkan harga BBM memicu kegelisahan terutama<br />
industri-industri manufaktur yang menyebabkan terancamnya keberadaan<br />
para karyawannya dari pemutusan hubungan kerja. Sehingga peran pelaku<br />
usaha sangat diharapkan posisinya dalam keterkaitan dengan kondisi<br />
pemerintah yang merencanakan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini.</p>
<p>Melihat kondisi saat ini, seandainya harga bahan bakar jadi naik,<br />
otomatis akan mengimbas ke semua lini industri, sehingga pelaku usaha<br />
akan terasa berat dalam membantu membuka lapangan kerja baru<br />
setidaknya bertahan dengan kondisi yang ada. Dengan mengaca kondisi<br />
itu, proaktif pemerintah dalam memacu iklim yang kondusif pada sektor<br />
bisnis akan sangat membantu pelaku usaha menjalani bisnisnya, sehingga<br />
memungkinkan tetap menyerap tenaga kerja baru, setidaknya<br />
mempertahankan karyawannya yang sudah ada. Kondisi proaktif pemerintah<br />
untuk mensupport pelaku usaha jauh dari terasa sebagai sebuah<br />
dukungan, seperti komentar Direktur Angkutan Udara Departemen<br />
Perhubungan Tri Sunoko yang dilansir oleh <a href="http://kompas.com/" target="_blank"><span class="yshortcuts">Kompas.com</span></a> mengatakan &#8220;Saya<br />
merasa pesimis Lorena bisa terbang 6 Juni&#8221;. Pernyataan semacam itu<br />
seyogyanya tidak dilontarkan oleh seorang pejabat, mengingat lontaran<br />
tersebut akan membuat calon pengguna jasa Lorena Air berpolemik benar<br />
tidaknya Lorena jadi terbang perdana pada 6 Juni, dan juga berdampak<br />
negatif pada image pada perusahaan yang berencana terbang perdana.</p>
<p>Ekspansi perusahaan seperti apa yang dilakukan oleh grup bisnis<br />
transportasi Lorena, yang selama ini dikenal orang berkecimpung dalam<br />
transportasi bus dan logistik. Saat ini Lorena merambah `bisnis<br />
penerbangan&#8217; dengan rencananya memulai bisnis transportasi udara<br />
dengan dimulai dengan bendera Lorena Air. Menjelang datangnya bisnis<br />
pesawat ini seyogyanya disambut positif mengingat hal ini berpotensi<br />
terjadi penyerapan tenaga kerja baru, disamping meningkatkan jasa<br />
transportasi udara. Bisnis pesawat ini sudah direncanakan beberapa<br />
tahun sebelumnya, sehingga kesiapan dalam bisnis transportasi udara<br />
ini sekiranya sudah dipersiapkan dengan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">matang</span>. Beberapa bulan<br />
menjelang kedatangan pesawat Lorena Air, berbagai prosedur dan<br />
bermacam regulasi dari pemerintah sudah selayaknya dipenuhi oleh<br />
pelaku usaha. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia penerbangan nasional<br />
beberapa tahun ke belakang dirundung beberapa peristiwa kecelakaan<br />
pesawat yang banyak menimbulkan korban sia-sia. Mulai disebabkan oleh<br />
kesalahan teknis sampai human error. Nah, disinilah peran pemerintah<br />
dituntut membuat regulasi tegas terhadap bisnis transportasi udara<br />
untuk meminimalisir kemungkinan- kemungkinan kecelakaan yang bisa<br />
ditimbulkan. Anehnya, `kesalahan-kesalaha n terjadi berulang&#8217; dengan<br />
masalah yang tidak jauh berbeda.</p>
<p>Bercermin kondisi di atas, pihak departemen perhubungan dalam hal ini<br />
seorang pejabat perhubungan berperan sangat penting mengingat penentu<br />
kebijakan terhadap operator-operator pesawat di tanah air ada ditangan<br />
mereka. Maju mundurnya dunia penerbangan di dalam negeri ini salah<br />
faktor penentunya adalah sistem dan kebijakan para elite di departemen<br />
perhubungan udara. Mengutip pernyataan direktur angkutan udara<br />
tersebut dikatakan &#8220;Mungkin lampiran (rencana rute dalam SIUP) itu<br />
sudah dianggap sebagai izin operasi. Padahal masih perlu perizinan<br />
lainnya&#8221;. Dirjen perhubungan udara terkesan tidak mendorong agar<br />
segera direalisasikannya launching terbang perdana LorenaAir dimana<br />
dunia penerbangan dalam negeri tidak sepadat transportasi darat, namun<br />
yang ada malah kecenderungan menganggap sebelah mata terhadap pemain<br />
baru bisnis pesawat ini yang nampak pada pernyataan di atas.</p>
<p>Pemberitaan Bisnis Indonesia, Senin 05 Mei 2008, bahwa <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span><br />
National Air Carriers Association (INACA) mempertanyakan kebijakan<br />
Departemen Pehubungan menawari secara khusus tujuh maskapai untuk<br />
mengambil alih 25 rute milik AdamAir. Pemberintaan tersebut memberi<br />
kesan Dephub pilih-pilih memberi kesempatan perusahaan penerbangan<br />
untuk mengambil alih rute itu. Hal ini menimbulkan pertanyaan ada apa<br />
dibalik semua aturan itu. Ini dikhawatirkan para pemilik modal bisnis<br />
penerbangan ikut mengambil peran dalam semua regulasi yang ada.<br />
Sehingga impian penerbangan untuk menerbangi rute-rute penerbangan<br />
internasional akan menjadi impian belaka. Seiring terus ditetapkannya<br />
larangan terbang ke eropa oleh Uni Eropa, penerbangan dalam negeri<br />
terkesan enggan beranjak dari kondisi yang ada untuk menuju<br />
peningkatan keselamatan dan pelayanannya.</p>
<p>Saat ini, direktur angkutan udara Departemen Perhubungan dijabat oleh<br />
Tri Sunoko, sementara jabatan Direktur Jenderal Perhubungan Udara ada<br />
pada Budhi Mulyawan Suyitno. Penilaian atas kelambanan Dirhubud dalam<br />
menangani masalah transportasi udara nasional sampai dilontarkan oleh<br />
seorang presiden. Perlu ditilik kembali, apa yang salah dengan kondisi<br />
penerbangan dalam negeri. Apakah kondisi pelaku bisnis yang enggan<br />
bersaing meningkatkan pelayanan terbaik, ataukah pimpinan pemegang<br />
otorita regulasi penerbangan yang tidak ingin penerbangan dalam negeri<br />
menjadi lebih baik.<br />
Perilaku elite Departemen Perhubungan juga menjadi sorotan, yang<br />
seharusnya menempatkan kepentingan umum sebagai prioritas namun<br />
sebaliknya mengabaikannya, seperti pemberitaan media Sinar Harapan,<br />
Jumat (27/7/07), dikatakan bahwa ketika diundang oleh Uni Eropa<br />
bersamaan dengan diselenggarakannya <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Paris Air Show</span> di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Paris</span>, Perancis,<br />
Dirjen Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno beserta staf justru<br />
menghadiri penandatanganan kontrak pembelian pesawat antara Lion Air<br />
dengan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Boeing</span> dan Mandala Airlines dengan Airbus Industrie, mengingat<br />
perusahaan itu bukan perusahaan BUMN dan transaksi jual beli tersebut<br />
adalah murni urusan internal perusahaan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">itu</span>. Merupakan pertanyaan<br />
besar ketika seorang pejabat memasuki area bisnis perusahaan tertentu<br />
yang bukan kewenangannya. Ini berpotensi terhadap netralitas regulator<br />
dalam menentukan kebijakannya terhadap para operator penerbangan.</p>
<p><strong>jiwa_indonesia@yahoo.com</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=78&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/ada-apa-dibalik-pejabat-perhubungan-%e2%80%93-regulasi-bisnis-penerbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/simpul-untuk-keadilan-dan-demokrasi/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/simpul-untuk-keadilan-dan-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 11:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[TIRTO ADHI SOERJO: PELOPOR KEBANGKITAN NASIONAL 
Oleh Akbar T Arief *
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah).” Itulah kata-kata yang sering yang diucapkan Bung Karno pada setiap kesempatan pidatonya. Namun, pada masa pemerintahan Soeharto, terjadi banyak distorsi terhadap sejarah Indonesia. Sejarah yang dimunculkan Orde Baru sangat jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Termasuk sejarah kebangkitan pergerakan nasional.
Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=77&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Vemana2000;"><span style="font-size:medium;"><strong>TIRTO ADHI SOERJO: PELOPOR KEBANGKITAN NASIONAL </strong></span></span></span></p>
<p class="western"><span style="font-family:Nimbus Roman No9 L,serif;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Oleh Akbar T Arief</strong></span></span></span><sup><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong> *</strong></span></span></span></sup></span></p>
<p class="western"><span style="color:#000000;">“<span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><span>Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah).”</span></em><span> </span>Itulah kata-kata yang sering yang diucapkan Bung Karno pada setiap kesempatan pidatonya. Namun, pada masa pemerintahan Soeharto, terjadi banyak distorsi terhadap sejarah Indonesia. Sejarah yang dimunculkan Orde Baru sangat jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Termasuk sejarah kebangkitan pergerakan nasional.</span></span></span></p>
<p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang diajarkan di bangku sekolah, nama Tirto Adhi Soerjo tidak pernah diterangkan peranannya dalam kebangkitan pergerakan Nasional. Sejarah tersebut terpendam dan terkubur dalam-dalam di ingatan masyarakat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> selama puluhan tahun. Kita bersyukur mempunyai sastrawan besar <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>, Pramoedya Ananta Toer. Di tangannya, sejarah Indonesia mulai muncul ke permukaan dan mendapatkan tempat di mata sejarawan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> dan Indonesianis lainnya. Lewat karyanya, Tetralogi Buru dan Sang Pemula, sejarah tentang kebangkitan nasional mulai terkuak ke permukaan.</span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jika kita baca lagi karya Pram, Tetralogi dan Sang Pemula – ada satu hal yang selama ini dilupakan oleh masyarakat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> tentang pelopor kebangkitan. Adalah Tirto Adhi Soerjo, Sang Pemula yang memolopori kebangkitan nasional. Dengan media cetak, Tirto berhasil membangkitan semangat perlawanan rakyat nusantara. Sarekat Priyayi adalah organisasi pertama – bukan Budi Utomo – yang menjadi peletak dasar kesadaran rakyat nusantara akan pentingnya persatuan. Dan “Desa Pasircabe” sebagai tempat percobaan semangat persatuan dan kolektivitas.</span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Siapakah Tirto?</strong></span></span></span></p>
<p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span>Tirto Adhi Soerjo, salah satu tokoh pergerakan pada awal kebangkitan nasional <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span>. </span>Namanya sempat tenggelam dan ter (di) lupakan sejarah. <span>Tidak banyak masyarakat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> yang mengerti betul jejak langkah dan peranannya pada masa kebangkitan pergerakan. Bahkan orang hanya mengenal dia sebagai tokoh pers Nasional. Padahal, jika dibuka dan dilihat lagi lembaran sejarah, Djokomono tidak sekedar tokoh pers tetapi pelopor pergerakan. </span>Dia berhasil membangkitkan semangat perlawanan rakyat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> yang terjajah ratusan tahun dengan alat yang lebih modern yaitu organisasi. </span></span></span></p>
<p class="western"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span>Raden Mas ‘Djokomono’ Tirto Adhi Soerjo (Blora, 1880-1918) adalah seorang tokoh pers dan pelopor kebangkitan nasional <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>. Tirto berasal dari keluarga bangsawan dan keturunan langsung Pangeran Sambernyowo (Mangkunegara I). Meskipun Tirto berasal dari keluarga ningrat tetapi cita-cita kemerdekaan melekat dalam dirinya. Segala sumber daya yang dia miliki dicurahkan untuk memajukan bangsanya. </span></span></span></span></p>
<p class="western" lang="sv-SE"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Peranan yang dimainkan Tirto pada awal pergerakan nasional memberi inspirasi bagi pembentukan identitas kebangsaan selanjutnya. Tirto adalah orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum. Dia juga berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu. Tirto Adhi Soerjo juga mendapat tempat yang banyak pula dalam laporan-laporan pejabat-pejabat Hindia Belanda, terutama laporan Dr. Rinkes. </span></span></p>
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Jejak Langkah Tirto Dalam Kebangkitan Nasional</strong></span></span></p>
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Dalam kata pengantar buku Sang Pemula, Muhidin M. Dahlan mengatakan bahwa sebagai orang yang tersadarkan akan nasib bangsanya, Tirto terjun langsung mendidik masyarakat dengan pergerakan. Dengan semangat yang menggebu-gebu, ia sisihkan kepentingan dan kesenangan diri pribadinya; semua perhatian ia curahkan untuk mengorganisir masyarakat. Usahanya yang gigih ini membuah hasil berupa lahirnya Sarikat Priyayi (SP) pada tahun 1904.</span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Lebih lanjut, Muhidin menulis bahwa Sarikat Priyayi merupakan organisasi pergerakan pertama yang bercorak modern. SP inilah yang menjadi perintis pergerakan yang membawa setumpuk proposal awal kebangkitan kesadaran nasional dan bukannya Budi Utomo (BU). Dibandingkan dengan Budi Utomo, semangat dan wawasan SP jauh lebih. BU merupakan organisasi kesukuan sedangkan SP tidak, karena BU menggunakan bahasa Jawa dan Belanda sebagai bahasa pengantar organisasinya sedangkan SP lebih berwawasan nasional, yaitu tidak membatasi organisasinya pada paham kesukuan, menggunakan </span><span style="color:#000000;"><em>lingua-franca</em></span><span style="color:#000000;"> sebagai “bahasa bangsa-bangsa yang terperintah”.</span></span></span></p>
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Dari sini dapat dilihat bahwa gagasan tentang persatuan dan nasionalisme sudah muncul sebelum berdirinya Budi Utomo walaupun nasionalismenya masih berbentuk tunas. Pada zamannya, Tirto mulai membangkitkan kesadaran persatuan rakyat lewat usaha ekonomi. Di desa Pasircabe, Tirto menghimpun dan menggerakkan masyarakat dengan usaha produksi. Dari sini dia menyadari bahwa rakyat Hindia Belanda – sebagai bangsa terperintah – mampu dipersatukan oleh kepentingan bersama, yaitu melawan pemerintah kolonial Belanda.</span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Usaha Tirto untuk mempersatukan rakyat tidak berhenti sampai di sini. Pada tahun 1906 dengan usahanya yang gigih, sebuah organisasi yang mempunyai wawasan kebangsaan terbentuk. Cita-cita untuk mempersatukan bangsa termanifeskan dalam perhimpunan Sarikat Priyayi. Namun, harapan untuk menyatukan bangsanya lewat perhimpunan Sarikat Priyayi ternyata berakhir dengan kegagalan. Cita-cita Tirto untuk memajukan bangsa tidak dapat dipahami secara penuh oleh kawan-kawan seorganisasinya. Meskipun SP belum bisa membuktikan dirinya sebagai tali pengikat persatuan bangsa tapi SP sudah menjadi peletak dasar kebangkitan kesadaran persatuan.</span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Hancurnya SP tidak membuat Tirto berhenti untuk memajukan bangsanya. Dia tetap melakukan usahanya untuk membangkitkan kesadaran bangsanya &#8211; kesadaran untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Pada tehun 1907 dia mendirikan </span><span style="color:#000000;"><span style="font-style:normal;"><span><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Medan</span> Priyayi (MP). </span></span></span><span style="color:#000000;"> MP inilah yang kemudian dijadikan Tirto sebagai alat untuk memajukan bangsanya. Keluhan-keluhan dan penderitaan yang dialami oleh rakyat bangsanya disuarakan lewat MP. MP sebagai alat memajukan dan mempersatukan bangsa pada proses perjalanan dapat membuahkan hasil. Pada kasus perseteruannya dengan Aspiran Kontrolir Purworejo, A. Simon, Tirto berhasil menggerakkan petani Bapangan untuk menuntut hak-haknya. Bahkan dengan usahanya tersebut, Gubernur Jendral J. B Van Heustz menaruh simpati pada Tirto karena mampu membangkitkan kesadaran penduduk Bapangan untuk melawan aparat birokrasi yang bertindak sewenang-wanang. </span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;">
<p class="western"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Usaha Tirto membangkitkan kesadaran bangsanya lewat alat yang lebih modern dapat dilihat sebagai kesadaran maju bagi bangkitnya gerakan pembebasan. </span><span style="color:#000000;"><span>Takashi Shiraishi melihat Tirto sebagai </span></span><span style="color:#000000;"><span><em>archetype </em></span></span><span style="color:#000000;"><span>pemimpin pergerakan dekade berikutnya dan bumiputera pertama menggerakan ”bangsa”melalui bahasanya, yaitu bahasa yang ditulisnya dalam </span></span><span style="color:#000000;"><span><span style="font-style:normal;"><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Medan</span> Priyayi.</span></span></span><span style="color:#000000;"><span><em> </em></span></span><span style="color:#000000;"><span>Lewat bahasanya itulah semangat persatuan dan kesadaran pembebasan mulai terbentuk.</span></span></span></span></p>
<p class="western" style="text-indent:0.5in;" lang="sv-SE">
<p class="western" lang="sv-SE"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Tidak puas dengan usahanya memajukan bangsanya lewat media jurnalistik, pada tahun 1909 Tirto mendirikan organisasi pergerakan yang sepanjang sejarah Indonesia sangat terkenal yaitu Sarikat Dagang Islamiah (SDI). SDI berdiri sebagai antitesa Sarikat Priyayi dan Budi Utomo yang tidak bisa merangkul semua golongan yang ada di Hindia Belanda. Pramoedya mengatakan bahwa landasan berdirinya SDI adalah mereka yang dinamai ”Kaum Mardika”, terjemahan dari Belanda ”Vrije Burgers,” yaitu mereka yang mendapatkan penghidupannya bukan dari pengabdian pada Gubermen: golongan menengah yang terdiri dari pedagang, petani, pekerja, tukang, peladang, sedangkan unsur pengikatnya adalah Islam. SDI kemudian berkembang pesat dan menjadi salah satu organisasi pergerakan diawal abad XX.</span></span></span></p>
<p class="western" lang="sv-SE"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:URW Gothic L,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dari jejak langkah Tirto di atas, kita sebagai bangsa yang peduli sejarah harus merenungkan kembali tentang pelopor kebangkitan nasional <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>. Masyarakat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span> tidak perlu takut untuk mempertanyakan sesuatu yang sudah mapan. Kita harus mulai jujur pada sejarah semenjak dalam pikiran. Karena sejarah dapat memberikan pelajaran dan pondasi pembangunan bangsa ke depannya. </span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=77&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/19/simpul-untuk-keadilan-dan-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seruan Front Pembebasan Nasional tentang kenaikan harga BBM</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/17/seruan-front-pembebasan-nasional-tentang-kenaikan-harga-bbm/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/17/seruan-front-pembebasan-nasional-tentang-kenaikan-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 10:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Aksi-aksi        menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yang dilakukan        oleh berbagai golongan masyarakat di banyak tempat di Indonesia masih        berlangsung terus dan bahkan makin meluas. Suara-suara yang memprotes      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=74&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">Aksi-aksi        menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yang dilakukan        oleh berbagai golongan masyarakat di banyak tempat di Indonesia masih        berlangsung terus dan bahkan makin meluas. Suara-suara yang memprotes        rencana pemerintah ini juga telah dilontarkan oleh berbagai intelektual        dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk di kalangan DPR, DPRD, dan berbagai        lembaga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">Perlawanan        yang paling keras terhadap rencana kenaikan harga BBM ini datang dari        beraneka-ragam organisasi massa atau gerakan rakyat, yang terdiri dari        berbagai aliran politik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"> Aksi-aksi        atau gerakan yang sedang melanda di banyak daerah ini mengambil bentuk dan        cara yang macam-macam, dan skalanya pun berbeda-beda. Hal itu menunjukkan        dengan jelas bahwa kesedaran untuk menentang rencana yang bisa membikin        rakyat lebih menderita lagi ini sudah meliputi banyak golongan yang luas.        Salah satu di antaranya adalah terbentuknya baru-baru ini Front Pembebasan        Nasional.<span> </span>Front ini, yang        berpusat di Jakarta,<span> </span>terdiri        dari ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, Perempuan Mahardika, KPA, Serikat        Pengamen Indonesia, IGJ, LBH JAKARTA, LBH FAS, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS,        IKOHI, SPEED, SIEKAP, BUTRI, PERGERAKAN, PAWANG.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">Sebagai        aksi bersama untuk menghadapi rencana kenaikan harga BBM, Front Pembebasan        Nasional telah mengeluarkan pernyataan, yang ditujukan kepada umum, yang        menyerukan supaya dilakukan aksi-aksi massa setiap hari, dan mengepung dan        menduduki Istana<span> </span>pada tanggal        21 Mei dan 1 Juni yad. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"> </span></p>
<ol type="A">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Umar          Said</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">Pernyataan        Front Pembebasan Nasional tersebut selengkapnya berbunyi sebagai berikut        :</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"></p>
<p>”Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan        harga BBM telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum        tani dan perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan        aksi-aksi, dan terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini        menunjukkan, bahwa tingkat kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang        paling rendah, sehingga kenaikan harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi        sanggup ditanggung oleh rakyat Indonesia.</p>
<p>”Argumentasi kuno yang        disampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik maupun Intelektual Tukang,        semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US $ 120/barel        atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan menyebabkan kenaikan        subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, sementara negara tidak        mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM dalam negeri harus        dinaikkan sesuai dengan harga BBM Internasional.</p>
<p>Yang tidak pernah        mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional cenderung naik? Dan        kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti harga BBM        Internasional ?</p>
<p><strong>”Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM        Internasional:<br />
</strong><br />
1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah        menurunnya pasokan dari negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang        ada pergolakan (seperti Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak        di beberapa negara (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan        rakyat di beberapa negara sedang melakukan nasionalisasi terhadap        perusahaan-perusaha an minyak Internasional (seperti yang terjadi di        Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di        negara-negara Imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari,        Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia sebasar 3,10 juta barel per        hari) maupun di negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya        (seperti India sebesar 2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27        juta barel per hari), sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan        bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi        kebutuhan tersebut.<br />
2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang        sekali diberitakan adalah spekulasi minyak di pasar saham Internasional.        Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka perdagangan saham        minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi , inilah yang        sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM Internasional</p>
<p><strong>”Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM        Indonesia :</strong></p>
<p>1. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti        harga dunia karena mayoritas perusahaan minyak dan gas di Indonesia, di        kuasai oleh modal asing (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil        dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk dijual ke pasar        Internasional, dan jikapun harus dijual di Indonesia, maka harganya sama        dengan harga BBM Internasional itu (yang di tentukan oleh mereka juga).<br />
2. Yang dijual ke dalam negeripun, dibatasi hanya 15 % dari total        produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional        selama 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban        perusahaan-perusaha an asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %,        tetapi lebih banyak, toh itu minyak di ambil dari tanah kita.<br />
3.        Indonesia tidak punya industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap        pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli        dari negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di kuasai        asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) dibawa ke luar negeri        untuk diolah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, itu yang        membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional.<br />
4. Yang        membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui        perusahaan-perusaha an broker, sehingga lebih mahal lagi ketika dijual ke        rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per barel,        dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga        keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang        untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per        hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker        adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.<br />
5. Yang        lebih parah lagi, seluruh biaya perusahaan-perusaha an asing itu untuk        mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi berjalan)        sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada tambahan        20 % bagi perusahaan-perusaha an yang mengembangkan sumur-sumur minyak yang        telah diolah sebelumnya) dibiayai oleh Pemerintah (tentu dengan uang        rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang biasa di sebut        cost recovery</p>
<p><strong>”Kesimpulan</strong> :</p>
<p>1. Jadi        sekalipun bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/sumber  migas        dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia )        dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300        miliar barel (setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia        saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta        barel per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi rakyat        Indonesia.<br />
2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta        barel perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel) maka nilainya        mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum        termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,  mencapai        82,8 trilun per tahun. Jika semua industri minyak ini dikuasai oleh Negara        yang pro rakyat, maka tidak akan pernah ada Defisit Anggaran Negara karena        kenaikan harga BBM dunia (Defisit Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah        keuntungan 397,44 trilyun dari minyak di tambah 82,8 trilyun dari        gas)<br />
3. Belum lagi negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang        sangat besar. Sampai pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah        mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah.<br />
4. Keuntungan untuk rakyat akan        bertambah, jika minyak mentah di Indonesia bisa diolah sendiri, tanpa        harus membawa ke luar negeri untuk diolah, dan kemudian dibeli Indonesia        lagi. Bayangkan saja, untuk broker saja (ekspor di tambah import),        terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun<br />
5. Sekarang bandingkan dengan        dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan untuk jutaan orang, yang        dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000 perhari. Ganti ongkos        angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja sudah tidak        cukup.</p>
<p><strong>”Kenapa bangsa        Indonesia yang kaya dan besar bisa terjajah modal asing?</strong></p>
<p>1.        Karena seluruh kekuatan politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, Tentara,        Partai Reformis yang sebenarnya gadungan, partai nasionalis yang juga        gadungan, juga partai yang mengatasnamakan agama, tetapi membiarkan        umatnya terjajah) pengecut di hadapan modal internasional, bahkan dengan        suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang        membiarkan modal internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita        (yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan        menghisap tenaga kerja kita. Jika sekarang PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR        yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang        pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan tokoh-tokoh elit politik lama yang        sekarang berada di pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga        sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan penjajahan modal asing,        seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Morales di Bolivia        ataupun Soekarno di Indonesia.<br />
2. Karena intelektual (pengamat        ekonomi, politik dan lain sebagainya, rektor maupun dosen) juga sama        pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia dibayar oleh modal internasional        melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk mendukung program-program        penjajahan itu (baik dengan memberikan dana penelitian, beasiswa,        fasilitas dan lain sebagainya)<br />
3. Pengusaha-pengusaha dalam negeri,        juga bermental sama seperti elit-elit politik itu, bukannya melawan        dominasi modal internasional, malah menjadi agen-agen modal internasional,        bahkan yang sekarang gencar mendukung kenaikan harga BBM adalah organisasi        pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan APINDO (Assosiasi        Pengusaha Indonesia).<br />
4. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi modal        internasional, yakni kelas buruh dan rakyat miskin belum menunjukkan        kekuatan sejatinya, berupa mobilisasi aksi nasional dan persatuan        organisasi gerakan.</p>
<p><strong>”Jalan        keluar rakyat Indonesia :</strong><br />
1. Ambil alih seluruh industri migas di        Indonesia, juga industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat        dan di bawah kontrol rakyat.<br />
2. Hapus hutang luar negeri, dengan        kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat<br />
3. Bangun kerja sama dengan        pemerintah dan rakyat Venezuela dan Bolivia untuk pembangunan refinery dan        industri minyak di Indonesia<br />
4. Diversifikasi energi yang menjamim        kelangsungan lingkungan<br />
5. Singkirkan kaum modal, elit dan parpol        penipu rakyat, bangun kekuasan rakyat sendiri</p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">“Jalan        Keluar Jangka Pendek :</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"><br />
1.        Batalkan rencana kenaikan harga BBM dan turunkan Harga<br />
2. Sita harta        Soeharto dan kroninya, bayar dana BLBI.<br />
3. Potong gaji pejabat dari        pejabat-pejabat di tingkat nasional, hingga tingkat kecamatan sebesar 50        %<br />
4. Potong gaji eksekutif di perusahaan swasta sebesar 50 %<br />
5.        Pembatasan mobil pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang bisa        dimiliki, menaikkan pajak mobil, menaikkan biaya parkir dan lain        sebagainya<br />
6. Tetapkan pajak 35 % dari penjualan eksport dan import        minyak</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"><br />
”Seruan        Persatuan Perlawanan :</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;"><br />
1.        Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara pemogokan        pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun dengan        aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM<br />
2.        Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus        sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat.<br />
3.        Melakukan aksi nasional secara serentak, pada tanggal 21 MEI 2008 dan 1        JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di Jakarta : Ayo bersatu        kepung dan duduki Istana.<br />
4. Bangun persatuan gerakan rakyat melawan        penjajahan secara nasional sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.</p>
<p>21        MEI DAN 1 JUNI : AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !!<br />
GAGALKAN        KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!<br />
AMBIL ALIH        INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH KONTROL        RAKYAT!<br />
SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU        RAKYAT..SAATNYA RAKYAT BEKUASA!!</p>
<p><span> </span>* *    *</span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span class="articleseperator"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">Di  samping pernyataan tersebut di atas, Front Pembebasan Nasional juga menyebarkan  selebaran berikut petisi yang berbunyi sebagai berikut  : </span></strong></span><strong></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Harga  BBM akan dinaikkan 25-30% (bisa mencapai sekitar Rp 6000-an/liter) dan rencanya  akan ditetapkan pada Akhir Mei 2008. Keputusan menaikkan harga BBM pasti akan  menambah parah kesulitan hidup rakyat. Dimana mana terlihat keresahan tapi lewat  berita kita melihat sikap masa bodoh  Pemerintah yang beralasan kita semua  harus berkorban dan berhemat. Tidak peduli rakyat dimana-mana semakin miskin,  kekurangan gizi, kelaparan, menderita stress dan gangguan jiwa, bahkan tidak  sedikit yang bunuh diri karena tak sanggup lagi bertambah  menderita. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pemerintah  bisa dengan berani dan angkuhnya mencabut subsidi BBM berkat kerja sama  persatuan para <strong>Penindas Rakyat</strong> yang berbeda-beda wajah dan bendera  tetapi satu suara untuk menjaga kekuasaan kaum modal yang dapat untung besar  dari kenaikan harga minyak dunia. Mereka adalah: Pemerintahan SBY-JK,  Partai-partai penipu rakyat (Golkar, Demokrat, PDIP, PKS, dsb yang pura-pura  anti kenaikan BBM buat popularitas menuju pemilu 2009 tapi telah nyata terbukti  di DPR memberi ijin pada pemerintah untuk mencabut subsidi), elit-elit politik  reformis gadungan yang sibuk tebar pesona, dan para Intelektual/ ekonom pro modal  yang rajin menghasilkan pembenaran untuk pencabutan subsidi. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk  mengalihkan kemarahan rakyat kembali disiapkan solusi palsu, contohnya berupa  pemberian BLT Plus (Bantuan Langsung Tunai) yang sejak 2005 sudah terbukti gagal  mencegah rakyat bertambah miskin. Tujuan utamanya memang untuk meredam dan  meruntuhkan semangat serta gejolak perlawanan terhadap kenaikan harga BBM. Bila  rakyat yang miskin sudah dibuat tertipu maka jangan harap kita akan pernah  menghentikan Kenaikan Harga BBM. Berkali-kali naik, berkali-kali harus menerima  dengan pahit. Agar kali ini rakyat tidak lagi gagal menghentikan kenaikan harga  BBM Pada Tahun 2000 dan 2005, maka harus kita satukan semua energi dalam sebuah  Gerakan rakyat yang teroganisir yang melakukan berbagai cara perjuangan,  yaitu: </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.    Untuk Bapak-Bapak, ibu-Ibu dan seluruh Warga Kampung buatlah komite-komite  kampung (Misal, &#8220;Komite Rakyat Mampang Menolak Kenaikan Harga BBM&#8221;) sebagai alat  perjuangan melawan kenaikan HARGA BBM. Nyatakan sikap rakyat dengan mimbar bebas  dan rapat-rapat warga. Jangan ragu ajaklah semua penghuni rumah, bahkan undang  lah para wartawan agar apa yang dilakukan oleh anda bisa dilihat dan dicontoh  oleh kampung lain yang belum melakukan hal yang sama. Selanjutnya lakukan segera  pawai dan lakukan aksi massa di dalam kampung anda dengan sasaran aksi ke  kantor-kantor Kelurahan dan Kecamatan yang ada di sekitar kampung anda, pada  tanggal 18-21 Mei 2008. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.   Untuk para sopir TAXI, MIKROLET, KOPAJA, METRO MINI dan BIS KOTA, para  pengendara motor satukan kekuatan anda dan mogoklah di terminal dan pol-pol bis  selama jam berangkat kerja (07.00-10.00) ,jam pulang kerja (16.00-21.00)  sepanjang tgl 18-21 Mei 2008 sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM.  Jangan lupa hubungi wartawan pada saat saudara-saudara aksi massa. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.  Untuk  para buruh, bergabunglah dengan Aliansi Buruh Menggugat dan lakukan aksi-aksi  penolakan kenaikan harga BBM pada tanggal 18-21 Mei di kawasan-kawasan industri,  di kampung/pemukiman buruh di dalam pabrik. Dan bila perlu mogok kerjalah secara  serentak karena sesungguhnya kenaikan BBM ini akan semakin membuat kehidupan  buruh terancam PHK. Jangan lupa juga hubungi para wartawan saat aksi di gelar. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4.  Untuk  kawan-kawan mahasiswa saatnya membentuk komite kampus dan komite pelajar sebagai  wadah perjuangan massa lakukan terus aksi-aksi massa, mimbar bebas, di  kampus-kampus dan sekolahan kawan-kawan sepanjang tanggal 18-21 Mei. Jika kalian  Pulang, jangan merasa hebat maka, bergabunglah dengan para warga di kampung yang  sedang melakukan protes dan aksi-aksi sebagai mana point yang pertama. Jangan  lupa juga hubungi para wartawan saat aksi dilakukan. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">5.  Jangan  lupa setelah aksi-aksi massa, pemogokan dan mimbar-mimbar bebas di masing-masing  teritori anda (KAMPUNG-KAMPUNG, TERMINAL-TERMINAL, KAWASAN INDUSTRI,  KAMPUS/SEKOLAHAN) . maka pada gabungkanlah kekuatan anda dengan barisan aksi  bersama FRONT PEMBEBASAN NASIONAL yang akan melakukan : </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">AKSI  MASSA PADA HARI RABU, TANGGAL 21 MEI 2008 MENGEPUNG ISTANA NEGARA </span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">UNTUK  MENGGAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM. </span></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><strong></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">BAGI  RAKYAT YANG TIDAK BISA AKSI DEMONSTRASI Rabu 21 Mei 2008 PADA JAM 12 SIANG PUKUL  TIANG LISTRIK, KLAKSON MOBIL &amp; MOTOR, PANCI-PANCI DAPUR DAN  SEBAGAINYA</span></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">TUNTUTAN  UTAMA RAKYAT </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">GAGALKAN  KENAIKAN HARGA BBM</span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2.   TURUNKAN  HARGA KEBUTUHAN POKOK </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3.    AMBIL ALIH INDUSTRI MINYAK DAN GAS YANG HAMPIR SEMUANYA SUDAH DIKUASAI ASING DAN  PEMODAL DIBAWAH KONTROL RAKYAT</span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan  ini hanya bisa di lakukan jika seluruh kekuatan rakyat menyatu dalam   mobilisasi-mobilisa si massa yang besar, membangun organisasi-organisa si rakyat,  membangun persatuan-persatuan rakyat. </span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perjuangan  rakyat ini membutuhkan jiwa dan tenaga rakyat yang tulus dan berani dan sepakat  menyatukan diri dalam kesatuan gerakan. Kami mengajak anda menyatakan dukungan  dengan mengisi petisi. Kita kumpulkan sebanyak mungkin suara rakyat dan kita  tunjukkan kepada penguasa, bahwa kita menolak kenaikan harga BBM. Kirimkan  PETISI ini ke Presiden, Gubernur, Walikota, Camat, Lurah, RW atau RT, juga bisa  di kirimkan ke DPR RI/DPRD.</span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 50%;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#3a393e;">FRONT  PEMBEBASAN NASIONAL</p>
<p>Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan  Timur, Jakarta Timur<br />
Telp/Fax : 021 4757881, Email :   <a rel="nofollow" href="mailto:front.pembebasan.nasional@gmail.com" target="_blank"><span style="color:#9e2f13;">front.pembebasan. nasional@ gmail.com</span></a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=74&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/17/seruan-front-pembebasan-nasional-tentang-kenaikan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNDANG-UNDANG PENANAMAN MODAL DAN SARJANA MENGANGGUR</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/16/undang-undang-penanaman-modal-dan-sarjana-menganggur/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/16/undang-undang-penanaman-modal-dan-sarjana-menganggur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 14:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ign Mahendra K *
Significantly, the latest edition of the World Bank’s World Development Indicator (WDI) shows that the developing country that surpasses all others in levels of health and education is Cuba, the one developing country that has been excluded from the neoliberal world order, and the only country other than North Korea that [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=71&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:7.5pt;"></span></strong><strong>Oleh Ign Mahendra K *</strong></p>
<p><em><span style="color:#5a5a5a;">Significantly, the latest edition of the World Bank’s World Development Indicator (WDI) shows that the developing country that surpasses all others in levels of health and education is <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Cuba</span></span>, the one developing country that has been excluded from the neoliberal world order, and the only country other than <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">North Korea</span></span> that has received no World Bank loans for the past forty years.</span></em></p>
<p>(James Petras dan Henry Veltmeyer)</p>
<p>Modal dan peranannya dalam masyarakat telah menjadi perdebatan sejak lama. Argumentasi yang selalu saja diajukan oleh pemerintah adalah jika kita menerima penanaman modal asing maupun dalam negeri maka akan tercipta pertumbuhan ekonomi nasional, lapangan kesejahteraan, daya saing dunia usaha nasional, kesejahteraan masyarakat dan kapasitas teknologi nasional. Itulah yang dapat ditangkap dalam UU Penanaman Modal yang ada saat ini. <em>Is it all true or just a dream?</em></p>
<p>Tulisan ini akan menganalisa apakah dengan UU Penanaman Modal maka lapangan pekerjaan akan tercipta, terutama bagi para <em>fresh graduate</em>perguruan tinggi di Indonesia.</p>
<p><strong>Kondisi<em>Fresh Graduate</em>dan Ketenagakerjaan Internasional</strong></p>
<p>Kondisi krisis periodik kapitalisme global yang bermula pada tahun 1998 memberikan hantaman yang sangat besar terhadap kondisi pekerja di berbagai negara. Menurut ILO (<em>International Labor </em>Organization) di keseluruhan Amerika Latin pada tahun 2002 angka penganggurannya sebesar 9,3 persen. Sementara itu setidaknya 47 persen penduduk Amerika Latin berada di sektor informal.</p>
<p>Di negara-negara maju angka pengangguran juga berada di atas 4 persen. Di Inggris perkiraan jumlah angka pengangguran pada tahun 2006 sebesar 5,4%. <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;background-attachment:scroll;">Australia</span></span> pada tahun yang sama sebesar 4.9%. Menurut Pemerintah Jerman pada tahun 2006 terdapat pengangguran sebesar <span style="color:black;">9.8%. Perancis dan Jepang pada tahun yang sama berturut-turut jumlah penganggurannya sebesar 9.1% dan 4.1% (CIA World Fact Book 2007). Semua angka tersebut belum termasuk mereka yang tidak mendaftarkan diri sebagai penganggur ataupun mereka yang setengah menganggur. </span></p>
<p><span style="color:black;">Sementara itu di Amerika Serikat p</span>ada tahun 2000, angka pengangguran sebesar 3,9 persen. Pada tahun 2001, meningkat menjadi 4,2 persen, pada bulan Februari 4,3 persen, pada bulan Maret 4,5 persen, pada bulan April 4,4 persen, pada bulan Mei 4,5 persen hingga bulan Agustus tercatat sebesar 4,9 persen.</p>
<p>Paska serangan teroris ke gedung WTC bulan September, angka pengangguran tercatat sebesar 5,4 persen. Pada pertengahan tahun 2003 pengangguran di Amerika Serikat berjumlah sekitar 10 persen. Jumlah 10 persen tersebut termasuk mereka yang tidak lagi peduli untuk mendaftarkan diri sebagai penganggur. Jumlah tersebut juga belum termasuk 40 persen tenaga kerja yang berada dalam golongan setengah menganggur.</p>
<p>Dalam sektor manufaktur, terjadi pemecatan hampir 2,7 juta orang. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah lapangan kerja pada bulan Juli 2000 berjumlah 17,3 juta lapangan pekerjaan menjadi 14,5 juta pada bulan September 2003. (Suharsih dan Ign Mahendra, 2007)</p>
<p>Di Indonesia terdapat data dari situs BPS dan <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;background-attachment:scroll;">Departemen Pendidikan Nasional</span></span> yang sepertinya jarang sekali dilihat oleh mahasiswa. Berdasarkan data tersebut jumlah lulusan pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2004 sebesar 683.376 orang. Sementara itu jumlah lulusan pendidikan tinggi yang masih menganggur pada tahun yang sama adalah 585.358 orang.</p>
<p>Sejak tahun 2001 hingga tahun 2005 jumlah sarjana yang menganggur cenderung meningkat. Pada tahun 2001 jumlah sarjana menganggur sebesar 540.233 orang. Tahun 2002 sebanyak 519.841 orang dan pada tahun 2003 sebesar 448.666 orang. Pada tahun 2005 sebesar 708.254 sarjana masih mencari pekerjaan. Jika kita mengambil contoh data pada tahun 2004, maka dalam satu tahun setidaknya terdapat satu juta sarjana mencari pekerjaan. Dari jumlah tersebut diperkirakan setiap tahunnya 50 hingga 60 persen atau sekitar 500 sampai 600 ribu “sarjana muda” tidak mendapatkan pekerjaan.</p>
<p><strong>Akibat UU Penanaman Modal dan Jalan Keluar dari Pengangguran</strong><br />
Pengangguran di kalangan “sarjana muda” sebenarnya sudah demikian kasat mata. Salah satunya terlihat dari selalu ramainya acara-acara <em>Job Fair</em>. Kondisi pengangguran tersebut diperparah melalui UU Penanaman Modal. Dalam pasal Pasal 10 ayat 2 UU Penanaman Modal disebutkan bahwa: “Perusahaan penanaman modal berhak menggunakan tenaga ahli warga negara asing untuk jabatan dan keahlian tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.” Dengan UU tersebut maka pekerja asing akan membanjiri <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Indonesia</span></span>. Hal ini diakibatkan kondisi pengangguran yang juga meningkat di berbagai belahan dunia lain.</p>
<p>Jalan keluar dari persoalan pengangguran jelas bukan dengan berdesak-desakan setiap terdapat acara <em>Job Fair</em>. Pemerintah harus menjamin adanya lapangan pekerjaan bagi lulusan pendidikan tinggi. Jaminan tersebut hanya mungkin dengan adanya industrialisasi nasional. Industrialisasi yang akan memajukan tenaga produktif masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan standar hidup masyarakat.</p>
<p>Mahasiswa juga harus menyadari bahwa posisi mereka berkaitan sangat erat dengan kondisi perburuhan. Upah yang rendah, <em>Labor Market Flexibility</em>,<em>outsourcing,</em>buruh kontrak dan berbagai kondisi perburuhan yang buruk akan juga merugikan masa depan mahasiswa. Dengan demikian persatuan antara mahasiswa dengan buruh serta rakyat lainnya dapat tercipta.</p>
<p>Berkaitan dengan UU Penanaman Modal, mahasiswa harus menuntut agar pemerintah mencabut UU tersebut dan membuat UU baru yang berpihak pada rakyat. Secara khusus karena UU tersebut semakin mempersempit akses mereka kepada pekerjaan dan penghidupan yang layak di masa depan. Secara umum karena UU tersebut merupakan alat untuk membawa bangsa ini pada penindasan modal Imperialis.</p>
<p>* Penulis adalah Koordinator Jaringan Gerakan Mahasiswa, sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jawa Tengah.</p>
<p><span style="color:black;">**Siapa saja dipersilahkan mengutip, menggandakan, menyebarluaskan sebagian atau seluruh materi yang termuat dalam portal ini selama untuk kajian dan mendukung gerakan rakyat. Untuk keperluan komersial pengguna harus mendapatkan ijin tertulis dari pengelola portal Prakarsa Rakyat. Setiap pengutipan, penggandaan dan penyebarluasan sebagian atau seluruh materi harus mencantumkan sumber (portal Prakarsa Rakyat atau www.prakarsa- <a href="http://rakyat.org/" target="_blank"><span class="yshortcuts"><span style="background-attachment:scroll;">rakyat.org</span></span></a>) .</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=71&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/16/undang-undang-penanaman-modal-dan-sarjana-menganggur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aset Negara Pindah Tangan</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/aset-negara-pindah-tangan/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/aset-negara-pindah-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 07:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta-MI: Pelan tapi pasti aset Negara terus beralih ke tangan pribadi. Kemarin, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan lagi rumah milik negara yang dialihstatuskan menjadi milik pribadi.
Kali ini jumlahnya 11 unit, yakni rumah milik BUMN di Bandung, Jawa Barat. Kepemilikan rumah­rumah itu saat ini atas nama sejum­lah pejabat negara yang masih aktif.
“Kacaunya, rumah itu bukannya dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=66&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="item_text">
<p align="justify">Jakarta-MI: Pelan tapi pasti aset Negara terus beralih ke tangan pribadi. Kemarin, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan lagi rumah milik negara yang dialihstatuskan menjadi milik pribadi.</p>
<p align="justify">Kali ini jumlahnya 11 unit, yakni rumah milik BUMN di Bandung, Jawa Barat. Kepemilikan rumah­rumah itu saat ini atas nama sejum­lah pejabat negara yang masih aktif.</p>
<p align="justify">“Kacaunya, rumah itu bukannya dimiliki pejabat di BUMN yang bersangkutan, malah dimiliki oleh orang-orang luar. Mereka itu kan sudah seenaknya saja memperma­inkan aset negara,” ungkap Wakil Ketua KPK Haryono, kemarin.</p>
<p align="justify">KPK mengendus kejanggalan atas ke­pemilikan sejumlah rumah itu setelah mengklarifikasi la­poran harta kekaya­an penyelenggara negara (LHKPN).</p>
<p align="justify">“Apalagi saya de­ngar Depkeu tidak pernah mengeluar­kan izin alih status aset sejak 2004. Ini membuktikan depar­temen-departemen itu main-main sendi­ri saja (dalam meng­alihkan aset). Saya akan minta Depkeu menjelaskan hal itu juga,” kata dia. Berdasarkan ketentuan, alih sta­tus aset negara harus mendapat per­setujuan dari Menteri Keuangan sebagai pemilik seluruh asset negara. Diperkirakan, pengalihan aset negara menjadi milik pribadi akan terus berlangsung. Pasalnya, pen­catatan aset hasil pembelanjaan da­na dekonsentrasi dari departemen di pusat ke pemerintah daerah se­nilai Rp200 triliun tidak jelas. Aki­batnya, tidak ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban atas aset-aset itu. “Pemda melempar tanggung jawab ke pusat. Sebalik­nya pusat melempar tanggung ja­wab ke daerah. Akhirnya aset itu perlahan-lahan hilang, tidak terla­cak,” tegas Haryono.</p>
<p align="justify">Kondisi itu diakui Dirjen Keka­yaan Negara Departemen Keuang­an Hadiyanto. Inventarisasi aset negara menemui banyak kendala.</p>
<p align="justify">Akibatnya, dari 77 kementerian/lembaga negara, hingga kini baru 20 kementerian/lembaga negara yang asetnya selesai diinventarisasi.</p>
<p align="justify">Nilai pembelian aset 20 kemente­rian/lembaga negara itu Rp6,2 tri­liun. Saat ini, nilai wajar aset terse­but mencapai Rp17,9 triliun, naik <strong> </strong></p>
<p align="justify"><strong>Kendala Revaluasi Aset</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><strong>Dari 22 Ribu Satker kementerian dan lembaga negara, baru lima ribu satker yang teiah melaksanakan sistem akuntansi barang milik negara (SABMN).</strong></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Kementeria Lembaga negara tidak siap.</strong></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Aset negara beragam dan tersebar. Ada 150 ribu jenis aset, ratusan aset tanah dan bangunan per departemen.</strong></p>
</li>
</ol>
<p align="justify">(Sumber: Depkeu)</p>
<p align="justify">hampir tiga kali lipat.</p>
<p align="justify">Padahal, nilai total aset barang milik negara (BMN) yang dikelola Ditjen Kekayaan Negara per Juni 2007Rp371,59 triliun dari 77kemen­terian / lembaga negara. Adalah se­buah kehilangan yang sangat besar jika aset-aset itu berpindah tangan dari negara ke pribadi.</p>
<p align="justify"><strong>Tidak ada data</strong></p>
<p align="justify">Direktur BMN II Ditjen Kekayaan Negara Depkeu Suyatno Harun selaku Ketua Pokja Penertiban BMN menjelaskan di setiap departemen terdapat 150 ribu jenis aset. Ra­tusan aset di antara­nya dalam bentuk ta­nah dan bangunan. Karena itu, pada 2008, Ditjen Kekayaan Ne­gara berupaya untuk menyertifikasi selu­ruh aset tanah dan ba­ngunan milik negara.</p>
<p align="justify">Banyaknya kenda­la dalam melakukan inventarisasi aset me­nyebabkan Ditjen Ke­kayaan Negara belum memiliki da­ta rumah dinas di setiap departe­men. “Data detail rumali dinas, ka­mi belum punya. Sekarang kita se­dang menyiapkan sistem <em>data base­</em>nya karena yang punya data itu tiap-tiap kementerian/lembaga.” Dalam waktu dekat, KPK segera memanggil sejumlah pejabat ke­menterian/lembaga untuk dimin­tai penjelasan mengenai alih status sejumlah aset itu.</p>
<p align="justify">KPK juga akan memanggil se­jumlah departemen yang memiliki aset besar, di antaranya Departe­men Keuangan, Departemen Peker­jaan Umum (PU), dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), untuk meminta komitmen mereka dalam menyelamatkan aset negara.</p>
<p align="justify">Sebelumnya, KPK menyita tiga rumah negara milik PU yang di­alihstatuskan tiga pejabat di depar­temen tersebut. Pejabat PU meng­ubah status rumah golongan I menjadi golongan III agar kepemi­likannya bisa dialihkan.</p>
<p align="justify">Anggota Komisi II DPR Untung Wahono menilai penyebab utama berpindah tangannya rumah milik negara menjadi milik pribadi ada­lah ketidakdisiplinan lembaga pe­merintah terhadap aturan.</p>
<p align="justify">Sementara itu, wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Ibrahim Zuhdi menyatakan rumah jabatan Negara adalah fasilitas yang diberikan terkait dengan jabatan.</p>
<p align="justify">“Aset tidak dapat dialihkan. Kecuali dihibahkan lewat keputusan presiden. Di luar itu dikategorikan <em>abuses of power.”</em></p>
<p align="justify"><strong>Sumber: MEDIA INDONESIA / Senin, 14 April 2008</strong></p>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=66&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/aset-negara-pindah-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Manajemen Aset Negara Lemah</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/sistem-manajemen-aset-negara-lemah/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/sistem-manajemen-aset-negara-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 07:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta-MI: Akibatnya buruk system manajemen, sudah tidak terhitung lagi aset Negara di departemen-departemen bernilai triliunan rupiah berpindah tangan atau menjadi milik pribadi. Bahkan, berdasarkan penelusuran Komisi Pemberantasan Korupsi, ada aset Negara yang berupa rumah milik dimiliki sejumlah pejabat Negara yang masih aktif. Anehnya lagi, ada rumah yang dimiliki orang-orang luar. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Todung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=65&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="item_text">
<p align="justify">Jakarta-MI: Akibatnya buruk system manajemen, sudah tidak terhitung lagi aset Negara di departemen-departemen bernilai triliunan rupiah berpindah tangan atau menjadi milik pribadi. Bahkan, berdasarkan penelusuran Komisi Pemberantasan Korupsi, ada aset Negara yang berupa rumah milik dimiliki sejumlah pejabat Negara yang masih aktif. Anehnya lagi, ada rumah yang dimiliki orang-orang luar. Bagaimana hal itu bisa terjadi?</p>
<p align="justify"><strong>Todung Mulya Lubis (Ketua TI)</strong></p>
<p align="justify">JIKA aset negara dipindahtangankan menjadi aset pribadi, tentunya itu perbuatan hukum yang bisa juga mengarah ke tindak pidana korupsi. Dengan syarat, itu terbukti. Ketidakjelasan aset negara ditambah lagi nilainya tidak wajar tentu bisa menimbulkan macam-macam manipulasi yang merugikan negara. Kenyataannya, itu telah terjadi dan akan terus terjadi. <strong>(Ang/X-5)</strong></p>
<p align="justify"><strong>Eko Prasojo (</strong><strong>Pakar Administrasi Negara)</strong></p>
<p align="justify">PENGALIHAN aset negara menjadi aset pribadi akibat lemahnya sistem manajemen aset. Ketika pejabat pensiun, berakhir pula pencatatan negara terhadap aset-aset yang dipinjamkan. Penyebab kedua, lemahnya sistem pengawasan. Seharusnya Depkeu dan BPKP mengawasi aset milik negara. Penyebab terakhir, pejabat tidak pernah mengumumkan asetnya sebelum dan sesudah menjabat. <strong>(IR/X-5)</strong></p>
<p align="justify"><strong>Agus Widjanarko  (</strong><strong>Sekjen Departemen PU)</strong></p>
<p align="justify">SEBELUMNYA memang ada perubahan status golongan rumah dari golongan III ke II. Tapi itu sesuai dengan peraturan lama, yang memungkinkan rumah itu dijadikan hak milik. Namun ketika saya menjabat Dirjen Cipta Karya, semua aset negara yang sempat dialihkan sudah diselesaikan karena ada peraturan baru yang tidak memperbolehkan pengalihan aset negara. <strong>(Slv/X-5)</strong></p>
<p align="justify"><strong>Sumber: MEDIA INDONESIA / Senin, 14 April 2008</strong></p>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=65&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/05/07/sistem-manajemen-aset-negara-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasionalisasi, Industrialisasi Nasional, dan Pembangunan Komunitas &#8216;Sosialis&#8217; di Venezuela; Tiga Pilihan Berita dari Venezuelananlysis. com</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/nasionalisasi-industrialisasi-nasional-dan-pembangunan-komunitas-sosialis-di-venezuela-tiga-pilihan-berita-dari-venezuelananlysis-com/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/nasionalisasi-industrialisasi-nasional-dan-pembangunan-komunitas-sosialis-di-venezuela-tiga-pilihan-berita-dari-venezuelananlysis-com/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 19:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[




1. Venezuela Nasionalisasi Industri Semen untuk Pacu Sektor Konstruksi


5 April 2008, oleh James Suggett 


Mérida, 3 April 2008 &#8211; Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan pada Kamis lalu bahwa industri semen Venezuela akan dinasionalisasi, menurutnya perusahaan asing mengekspor semen sementara pasar Venezuela menderita harga tinggi dan kelangkaan.


&#8220;Cukup sudah&#8221; tegas Chavez, sambil menjamin bahwa perusahaan asing akan diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=60&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:large;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:18px;"><strong><br />
</strong></span></span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong><br />
</strong></span></span></div>
<div><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:12px;line-height:normal;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong>1. Venezuela Nasionalisasi Industri Semen untuk Pacu Sektor Konstruksi</strong></span></span></span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">5 April 2008, oleh James Suggett </span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Mérida, 3 April 2008 &#8211; Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan pada Kamis lalu bahwa industri semen Venezuela akan dinasionalisasi, menurutnya perusahaan asing mengekspor semen sementara pasar Venezuela menderita harga tinggi dan kelangkaan.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Cukup sudah&#8221; tegas Chavez, sambil menjamin bahwa perusahaan asing akan diberikan kompensasi secara adil.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Nasionalisasi ini akan menjadi satu dari sekian kebijakan dua tahun terakhir yang bertujuan mengembangkan kemampuan Venezuela untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi, terutama perumahan. Angka pemerintah menunjukkan defisit 2,7 juta rumah di negeri pengekspor minyak itu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Kalau mereka yang kaya hendak membangun rumahnya, silakan saja, tapi mereka harus menghormati kami yang lainnya ini.&#8221; demikian pernyataan Chavez.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Akhir pekan lalu, Presiden Chavez menyerukan percepatan program-program pemerintah untuk mengganti perumahan kumuh yang dikenal sebagai &#8220;ranchos&#8221;, tempat tinggal mayoritas rakyat miskin Venezuela, menjadi &#8220;komune sejati dan komunitas kerakyatan.. .di mana Rakyat hidup dengan kebahagiaan yang sebesar mungkin.&#8221; Bagian dari rencana ini adalah membangun rumah dengan plastik PVC yang diisi semen, suatu proyek yang dinamakan &#8220;Petrocasa&#8221; karena didanai oleh keuntungan minyak dan penggunaan bahan-bahan derivatif (hasil turunan &#8211; pen) minyak.</span></div>
<p><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;"> </span><br class="khtml-block-placeholder" /></p>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Untuk memperkuat industri semen Venezuela, pada bulan Juni 2006 Venezuela dan Iran menandatangani perjanjian ekonomi senilai 9 milyar dolar, termasuk pembangunan Pabrik Semen Cerro Azul. Pada 2007, produksi semen menjadi titik fokus perjanjian ekonomi antara Venezuela dan Kuba dan juga Alternatif Bolivarian bagi Bangsa-bangsa Amerika (ALBA), suatu kesepakatan perdagangan adil (fair trade) hasil inisiatif Venezuela dan Kuba dalam menghindari perjanjian-perjanji an perdagangan bebas (free trade) yang dipaksakan oleh Amerika Serikat.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Rencana-rencana ini naik wacana pada awal janji Chavez, sejak kedua kalinya terpilih pada Desember 2006, untuk &#8220;menasionalisasi semua yang diprivatisasi&#8221; oleh pemerintahan sebelumnya, sambil memfokuskan pada apa yang disebutnya sebagai &#8220;industri strategis&#8221; seperti minyak, semen, dan telekomunikasi.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Chavez sebelumnya telah mengancam akan menasionalisasi industri semen pada Juni 2007, dan Agustus tahun itu, sebuah cabang kecil perusahaan semen Kolombia, Argos, diambil-alih dan diberikan tebusan. Presiden berkata Kamis lalu bahwa dengan rampungnya nasionalisasi seluruh sektor tersebut, Venezuela akan menggalakkan &#8220;kekuasaan sosial di pabrik-pabrik semen.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Perusahaan semen terbesar ketiga di dunia, CEMEX, yang bermarkas di Meksiko sekaligus penghasil semen utama di Venezuela, menurut harian Venezuela El Nacional tidak memberikan komentar kepada umum.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Namun, pejabat Meksiko menyatakan bahwa pemerintah &#8220;akan mengupayakan segala yang masih dalam jangkauannya, untuk melindungi kepentingan sah perusahaan Meksiko di luar negeri.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Departemen hubungan luar negeri Meksiko mengumumkan lewat pernyataan singkat bahwa mereka telah mengontak para pejabat Venezuela &#8220;untuk mencari tahu jangkauan dan sifat deklarasi ini,&#8221; dan telah memanggil Kedubes Venezuela di Meksiko untuk mendapatkan perincian lebih lanjut.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Perusahaan semen Perancis, Lafarge, yang ketiga terbesar di Venezuela setelah Cemex dan Holcim dari Swiss, sejauh ini juga menolak mengomentari soal nasionalisasi.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Menteri Ekonomi Perancis, Christine Lagarde, berkata pada pers bahwa kementriannya &#8220;dengan cermat mengikuti perkembangan situasi dan akan meminta penjelasan.&#8221; Menteri tersebut menegaskan bahwa Venezuela dan Perancis menandatangani kesepakatan pada 2001, yang menjamin &#8220;penebusan yang layak dan segera, yang jumlahnya harus sama dengan nilai riil investasi yang bersangkutan&#8221; dalam peristiwa nasionalisasi.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Jubir Holcim Peter Gysel berkata, &#8220;kami sangat serius akan hal ini,&#8221; tapi mengklarifikasi bahwa perusahaannya &#8220;tenang-tenang saja karena ini bukan pertama kalinya Chavez mengumumkan bahwa sektor ini akan dinasionalisasi, &#8221; dan berkesimpulan bahwa &#8220;kita harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.&#8221; Pemerintah Swiss belum berkomentar hingga kini.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Menurut El Nacional, Holcim mencapai rekor harga stok pada 2007 dan investasinya di Venezuela bernilai 1% dari total pendapatan perusahaan dan merupakan 1,5% dari produksinya sedunia, kata Gysel kepada pers Jumat lalu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Laporan trimester ketiga 2007 oleh CEMEX-Venezuela menunjukkan kenaikan penjualan bersih sebesar 30% dan menyatakan bahwa &#8220;investasi publik tetap menjadi motor utama aktivitas konstruksi,&#8221; terutama dalam bidang perumahan dan infrastruktur.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Nasionalisasi industri semen merupakan kelanjutan dari nasionalisasi di beberapa sektor seperti listrik, perusahaan telekomunikasi utama di negeri itu (CANTV), dan sejumlah proyek produksi minyak. Contohnya, pada Mei 2007, pemerintah secara sebagian menasionalisasi proyek-proyek perminyakan penting di sekitar Sabuk Minyak Orinoco. Semuanya diberikan kompensasi melalui kesepakatan bersama antara pemerintah dan pemilik awalnya.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8212;&#8212;</span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong><br />
</strong></span></span></div>
<div><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:12px;line-height:normal;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong>2. Chavez Umumkan 3 Milyar Dolar untuk Revolusi &#8220;Energi&#8221; Venezuela</strong></span></span></span></div>
<div>
</div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">31 Maret 2008, oleh Chris Carlson </span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">31 Maret 2008 &#8211; Presiden Venezuela Hugo Chavez menyetujui pendanaan dan mengumumkan rencana baru bagi revolusi &#8220;energi&#8221; dalam acara mingguannya Aló Presidente yang lalu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Presiden meresmikan sebuah perumahan komunitas &#8220;sosialis&#8221; baru yang dibangun dari derivat minyak, dan mengumumkan bahwa Venezuela akan menjadi produsen besar derivat minyak seperti pupuk dan plastik pada 2013.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Bersiaran dari negara bagian di pusat negeri, Carabobo, Presiden Chavez memantau komunitas baru berupa 459 rumah yang dibuat dari Polyvinyl klorida (PVC), material plastik hasil produksi migas. Industri petrokimia milik negara Venezuela memproduksi PVC dari produk sampingan (by-products) industri minyak, sehingga lebih murah dari material bangunan tradisional.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Komunitas yang pertama bagi jenisnya itu seluruhnya terdiri dari rumah-rumah yang dibangun perusahaan negara Venezuela, Petrocasa, yang memproduksi bermacam bentuk plastk untuk dicor dengan semen. Venezuela berencana membangun komunitas &#8220;sosialis&#8221; di penjuru negeri dan sekitar 60.000 rumah sejenis ini per tahun.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Ini komunitas Petrocasa pertama yang kami resmikan, tapi kami akan mengisi Venezuela dengan rumah-rumah ini,&#8221; kata Chavez.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Program perumahaan baru ini hanyalah satu bagian dari apa yang oleh Presiden Chavez disebut sebagai revolusi &#8220;energi&#8221;, suatu program untuk mengembangkan berbagai industri yang memproses bahan-bahan baku, seperti industri petrokimia.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Chavez mengumumkan bahwa pemerintah Venezuela akan berinvestasi sebesar 20 milyar dolar selama enam tahun ke depan untuk mengembangkan 52 proyek-proyek industri, dan menyetujui total dana sebesar 2,96 milyar dolar untuk diinvestasikan tahun ini. Presiden menekankan bahwa dalam pemerintahan sebelumnya investasi seperti ini tidaklah mungkin.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Sebelumnya, untuk membuat investasi seperti ini mereka harus memanggil Dana Moneter International (IMF) atau Bank Dunia (World Bank), atau menyerahkan negeri ini ke investor asing. Kini tak lagi, karena kita telah menciptakan dana pembangunan kita sendiri,&#8221; katanya.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Investasinya akan berasal dari dana pembangunan nasional Venezuela, Fonden, yang sebagaimana ditunjukkan Chavez, kini memiliki sekitar 35 milyar dolar yang dapat diinvestasikan bagi pembangunan negeri itu. Dana pembangunan nasional dipasok oleh sebagian pemasukan negara yang dialihkan dari cadangan internasional negeri itu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Chavez menekankan bahwa banyak proyek industri baru ini ditempatkan di wilayah selatan negeri itu untuk memberikan pembangunan ekonomi kepada wilayah-wilayah yang lebih miskin dan kurang berkembang. Pemerintah juga memperkirakan bahwa lebih dari 600.000 lapangan pekerjaan baru akan diciptakan sebagai hasil langsung program itu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Presiden berbicara melalui satelit kepada pimpinan komunitas terdekat di mana 700 rumah baru lainnya sedang dibangun, tapi ia bersikeras agar pemerintah mempercepat pembangunan perumahan baru, dan mengusulkan dibuatnya pajak baru terhadap keuntungan migas untuk mendanainya.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Kita harus meningkatkan laju penggantian perumahan kumuh dengan komune-komune sejati dan komunitas-komunitas ,&#8221; kata Chavez,&#8221;di mana rakyat dapat hidup sepenuhnya, dengan kebahagiaan sebesar mungkin.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Chavez juga berbicara melalui satelit dengan Menteri Pangan Felix Osorio untuk peresmian &#8220;Mercal&#8221; baru, yakni pasar-pasar pangan subsidi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa Venezuela berupaya untuk swasembada (self-sufficient) cadangan pangannya, dan berterimakasih pada pemerintah Brazil, Argentina, dan Uruguay dalam menyediakan teknologi baru yang dibutuhkan untuk membangun pabrik-pabrik produksi bahan pangan di Venezuela.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Ia menambahkan bahwa Venezuela akan segera swasembada produksi pangan, tapi sebelum produksi domestik dapat mencukupi kebutuhan pangan, mereka akan tetap mengimpor bahan pangan dari tetangga mereka.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Kami sedang mengupayakan berbagai proyek untuk memproduksi semua ayam yang dapat kita konsumsi. Tapi, untuk sementara waktu, karena produksi nasional kita belum cukup, kita akan menghadirkan produksi terbaik dari Argentina, Brasil, Nikaragua, Kolombia, Ekuador, dan negeri-negeri lainnya,&#8221; kata Chavez.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Presiden Venezuela itu juga menekankan bahwa pemerintahan Amerika Serikat menjalankan rencana-rencana menciptakan kelangkaan pangan di negeri itu untuk mendestabilisasi pemerintahannya. Ia mengacu kepada kasus-kasus sebelumnya di Nikaragua dan Kuba, di mana pemerintah AS memblokir impor pangan dengan tujuan mendestabilisasi pemerintahan- pemerintahan itu.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Ketika Bush bicara tentang kelangkaan pangan, ia tidak bicara tentang kenyataan, melainkan keinginannya. Tapi saya jamin bahwa kita akan mengalahkannya, karena kini rakyat Venezuela diberi makan dengan lebih baik; tak hanya dengan makanan, tapi dengan kesehatan, perumahaan, pekerjaan, dan industri,&#8221; katanya.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; -</span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong><br />
</strong></span></span></div>
<div><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:12px;line-height:normal;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:medium;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:14px;"><strong>3. Chavez Ancam Nasionalisasi Pabrik Nestle dan Parmalat di Venezuela</strong></span></span></span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">13 Februari 2008, oleh James Suggett </span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Mérida, 13 Februari, 2008 </span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan menasionalisasi pabrik-pabrik susu Nestle dan Parmalat; dituduhnya bahwa perusahaan transnasional tersebut menyuap para produsen dan mengakibatkan jaringan pabrik pemrosesan susu milik negara dan koperasi tak mendapatkan produk yang dibutuhkan.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">&#8220;Pemerintahan ini perlu mengencangkan sekrup-sekrupnya, &#8221; tegas presiden dalam acara Alo Presidente pada hari Minggu. &#8220;Jika, misalnya, terbukti bahwa [Nestle dan Parmalat], melalui mekanisme atau tekanan ekonomi tertentu, menahan produksinya dan membuat pabrik-pabrik negara dan koperasi kehilangan pasokan susu yang dibutuhkannya, kita harus menerapkan konstitusi dan mengintervensi dan menasionalisasi pabrik-pabrik itu.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Nestle mengklaim bahwa akan &#8220;prematur&#8221; bagi perusahaan tersebut merespon ancaman nasionalisasi itu, yang baru didengarnya lewat media, hingga ada suatu &#8220;komunikasi langsung, formal dan resmi dari pemerintahan Mr. Chavez.&#8221; Namun, Nestle berkomentar dalam pers: &#8220;kami menjaga hubungan dekat dengan produsen susu Venezuela karena kami adalah pelanggannya, itu wajar&#8230;hubungan itu selalu berada dalam aturan-aturan legal yang ditentukan oleh tiap negeri.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Pemerintah Chavez telah menasionalisasi sektor-sektor kunci industri telekomunikasi, listrik dan migas di Venezuela. Keuntungan dari perusahaan yang dinasionalisasi seperti raksasa telekomunikasi CANTV telah disalurkan menuju penurunan tarif secara umum, plus tarif khusus bagi pengorganisir komunitas dan para pengguna berpenghasilan rendah.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Tahun lalu, kelangkaan bahan pangan dasar di Venezuela mencapai 25%, sementara kelangkaan susu mencapai 80% menurut firma polling Venezuela, Datanalisis. Sejalan dengan itu, inflasi harga bahan-bahan dan layanan dasar mencapai 22% pada 2007. Sektor-sektor kaum oposisi menyalahkan kontrol harga pemerintah, nilai berlebih (overvaluing) mata uang Venezuela, dan pengelolaan ekonomi  yang tidak efesien oleh pemerintah sebagai permasalahannya. Pemerintah, di lain pihak, mengatakan bahwa mereka memerangi spekulasi harga, penimbunan pangan, dan penyelundupan, yang menurut Chavez pada hari Minggu adalah bagian dari &#8220;konspirasi ekonomi&#8221; yang mengancam keamanan nasional di saat kapasitas konsumsi Venezuela telah sangat meningkat berkat kesuksesan program-program sosial.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Pada akhir Januari, Institut Pembela Konsumer Nasional (Indecu) dan Angkatan Bersenjata mengawasi penyaluran hampir 2 juta kilogram susu bubuk oleh Nestle ke berbagai kota di 11 negara bagian Venezuela. Juga, Pengawas Lumbung Nasional (National Silos Supervisor) memanggil Parmalat dan Nestle dalam sejumlah pertemuan yang bertujuan &#8220;mengambil alih kendali terhadap inventaris negara,&#8221; demikian lapor Menteri Pangan. Agenda pertemuan tersebut menyertakan evaluasi sistem nasional, rencana distribusi sektor swasta, dan presentasi Sistem Kendali Internal bagi Pangan dan Pertanian.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Selama bulan lalu, pemerintah telah mencabut regulasi harga pada semua kecuali 10 produk pangan dasar, termasuk sedikit peningkatan harga susu dan berbagai keju. Sementara itu, Administrasi Mata Uang Asing (CADIVI) memberikan ijin bagi pembayaran langsung transaksi internasional untuk mempercepat impor susu, yang merupakan sumber utama susu di negeri tersebut.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Nestle, yang mempekerjakan 4000 Venezuela secara langsung maupun tak langsung, adalah salah satu perusahaan swasta yang melalui Kamar Industri Pangan Venezuela pada 2003 menjual produknya dengan potongan harga kepada pasar pangan subsidi pemerintah yang dikenal sebagai Mercal. Ini adalah salah satu kebijakan pemerintahan Chavez yang bertujuan menyediakan makanan bagi mayoritas rakyat miskin negeri tersebut.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Tapi Nestle bukan bagian dari badan usaha terbaru milik pemerintah untuk distribusi pangan, PDVAL, yang dijalankan melalui perusahaan minyak dan listrik negara. Pemerintah justru menandatangani kontrak impor susu selama 12 tahun dengan koperasi Argentina, Sancor, dan juga akan menjual minyak yang diimpor dari Brasil. PDVAL akan mendistribusikan susu yang diproduksi dalam pabrik pengelolahan susu milik negara yang dibentuk oleh pemerintah tahun ini.</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Anggaran federal tahun ini berinvestasi besar-besaran dalam sektor pertanian yang sedang berkembang dan dikelola negara, yang beroperasi menurut prinsip-prinsip &#8217;sosialis&#8217; seperti partisipasi komunitas dan memprioritaskan kebutuhan manusia di atas keuntungan. Ini menyertakan pembentukan Dana Produksi Minyak Nasional yang diumumkan oleh presiden Sabtu lalu, yang disambut baik oleh Konfederasi Nasional Agrikulturalis Venezuela. Dana ini akan disalurkan kepada &#8220;para pengusaha kecil yang memproduksi susu, yang selama ini telah ditelantarkan, untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri.&#8221;</span></div>
<div>
</div>
<div><span style="font-family:Helvetica;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:small;line-height:normal;">Chavez memberikan pengumuman yang berkaitan dengan ini pada hari Minggu bahwa kekuatan paramiliter Kolombia semakin menginfiltrasi komunitas Venezuela dan industri-industri swasta. Nestle adalah satu dari sekian perusahaan transnasional yang mempekerjakan pasukan paramiliter untuk merepresi para buruh yang mengorganisir fasilitas-fasilitas nya di Kolombia, demikian menurut Ahli Ilmu Politik Jerman, Dario Azzellini, yang bermarkas di Caracas dan menghadiri siaran Alo Presidente hari Minggu lalu.</span></div>
<div>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=60&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/nasionalisasi-industrialisasi-nasional-dan-pembangunan-komunitas-sosialis-di-venezuela-tiga-pilihan-berita-dari-venezuelananlysis-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DPR kita dan masalah kemiskinan</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/dpr-kita-dan-masalah-kemiskinan/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/dpr-kita-dan-masalah-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 19:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[

 Berita  koran Tempo tanggal 2 April 2008 seperti di bawah ini menunjukkan, untuk  kesekian kalinya, kepada kita semua  bahwa berbagai lembaga negara di Indonesia memang sudah kelewatan brengseknya. Yang berikut ini adalah hanya secuwil  kecil saja dari kebobrokan yang membikin pemerintahan RI penuh dengan berbagai  macam penyelewengan dan penyalahgunaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=59&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span><strong><span style="font-size:medium;"><br />
</span></strong></span></p>
<p class="judul"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;"><em> </em></span><span style="font-family:Arial;"><em>Berita  koran Tempo tanggal 2 April 2008 seperti di bawah ini menunjukkan, untuk  kesekian kalinya,<span> </span>kepada kita semua  bahwa berbagai lembaga negara di Indonesia<span> </span>memang sudah kelewatan brengseknya. Yang berikut ini adalah hanya secuwil  kecil saja dari kebobrokan yang membikin pemerintahan RI penuh dengan berbagai  macam penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi yang  merajalela.<span> </span>Silakan baca  sambil<span> </span>urutlah dada Anda, untuk  menahan kejengkelan atau meredam kemarahan</em><strong> :</strong></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“  Di tengah gencarnya penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan suap  Bank Indonesia, sejumlah dokumen yang kemarin diterima Tempo menunjukkan praktek  serupa diduga kembali terulang pada periode 2006-2007. Salah satunya berupa  aliran dana bank sentral kepada beberapa anggota Badan Legislasi Dewan  Perwakilan Rakyat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam  beberapa dokumen memorandum dan disposisi itu disebutkan, sehubungan dengan  berakhirnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Mata Uang, Bank Indonesia  mengajak empat anggota Badan Legislasi DPR melawat ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">London</span> dan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">New York</span>.  Kunjungan dilakukan selama 10 hari, dari 3 hingga 12 Maret  2007.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Selain  menanggung ongkos perjalanan, bank sentral memberikan uang saku kepada empat  anggota Dewan itu. Jumlahnya Rp 1 juta dan US$ 13.960 (setara dengan hampir Rp  130 juta).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Anggaran  pembiayaan lawatan itu disetujui Deputi Gubernur Budi Rochadi, atas permintaan  Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Budi Mulya melalui surat  tertanggal 19 Februari 2007.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menurut  dokumen-dokumen itu, para anggota Badan Legislasi yang ikut melawat ke dua kota  di Inggris dan Amerika Serikat itu adalah Bomer Pasaribu, Ali Masykur Musa, Andi  Rahmat, dan Ganjar Prastowo. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kecuali  Ganjar, yang tak bisa dilacak keberadaannya di DPR (yang ada hanya nama anggota  yang mirip dengan itu), ketiga wakil rakyat yang namanya tercantum dalam dokumen  mengeluarkan bantahan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Arial;">Sementara  itu, dua LSM melaporkan bahwa selama 2006-2007 terdapat dana di Bank Indonesia  yang kucurannya dicurigai bermasalah. Dana itu adalah untuk anggota DPR sebesar  Rp 2,5 miliar dan US$ 145 ribu<span> </span>Sebanyak 52 anggota, mayoritas anggota Komisi Keuangan dan Perbankan,  menerima dana ini, dari untuk biaya perawatan kesehatan, dana partisipasi,  sampai uang saku perjalanan dinas. </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">(Harap  baca berita selengkapnya dalam website <a rel="nofollow" href="http://kontak.club.fr/index.htm" target="_blank"><span style="font-size:12pt;color:purple;font-style:normal;font-family:'Times New Roman';">http://kontak. club.fr/index. htm</span></a>.).</span></em></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Banyak  mengecewakan rakyat</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mohon  diperhatikan bahwa berita tersebut menyangkut terlibatnya anggota-anggota DPR  “yang terhormat” dan pejabat-pejabat tinggi dalam Bank Indonesia, yang  dua-duanya adalah instansi atau lembaga negara yang penting. Dengan membaca  berita tersebut di atas mungkin saja di antara kita ada yang bisa mempunyai  pendapat dan juga pertanyaan yang macam-macam, dari yang wajar-wajar saja sampai  ke yang sinis atau, bahkan, yang aneh-aneh. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Umpamanya  : mengapa Bank Indonesia sampai menganggap perlu membiayai perlawatan  anggota-anggota DPR ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">London</span> dan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">New York</span>, dengan beaya yang begitu besar?  Apakah ini bukan sebagai “suapan” dalam bentuk lain, dalam rangka berakhirnya  pembahasan Rancangan Undang-Undang Mata Uang? Apa perlunya anggota-anggota Badan  Legislasi DPR itu melawat ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">London</span> atau <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">New York</span>? Kalau mau “studi banding” apa  yang bisa dipelajari oleh para anggota DPR di Lodon atau <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">New York</span> dalam waktu  yang begitu singkat? Apakah anggota-anggota DPR tersebut di atas tidak merasa  “risi” atau “segan” mendapat pelayanan yang demikian dari Bank Indonesia di  tengah-tengah banyaknya berita tentang kelaparan dan kemiskinan di antara rakyat  kita?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tulisan  ini ikut memuntahkan kemarahan penulis, karena mendengar tingkah laku atau  perangai para anggota DPR, seperti yang dipertontonkan oleh mereka yang “pesiar”  atau foya-foya ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">London</span> dan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">New York</span>, atas beaya uang rakyat. Kemarahan atau  kejengkelan ini bukan hanya karena peristiwa ini saja,<span> </span>melainkan karena sudah lama DPR kita  memperlihatkan banyak hal-hal lainnya yang sangat mengecewakan banyak  orang.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita  semua masih ingat bahwa sudah sejak lama banyak kritik diajukan oleh berbagai  kalangan dan golongan masyarakat terhadap plesiran<span> </span>yang sering dilakukan oleh  anggota-anggota DPR ke berbagai negara, yang sebetulnya hanya jalan-jalan atau  pesiar ke luarnegeri, dengan diberi label yang gagah dan mentereng “studi  banding”. Banyak orang marah<span> </span>waktu  itu, karena “studi banding” ini ternyata sering merupakan penghamburan uang  rakyat, dan hasilnya hanya sedikit sekali, kalaupun ada.<span> </span>Kita ingat juga bahwa ada usul untuk  menaikkan gaji anggota DPR dengan angka-angka yang membikin banyak orang kaget,  karena gaji mereka sudah cukup tinggi. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Yuk  ramé-ramé jadi anggota DPR &#8230;&#8230;.yuuuk &#8230;&#8230;</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebagai  bahan untuk pemikiran bersama, di bawah ini disajikan satu tulisan yang  disiarkan oleh mailing-list<span> </span><a rel="nofollow" href="mailto:cfbe@yahoogroups.com" target="_blank">cfbe@yahoogroups. com</a> tanggal<span> </span>25 Februari 2008, yang mengutip dari  tulisan Agus Susanto di Kompas tanggal 21 Januari 2008. Judul tulisan itu  berbunyi : “Yuk ramé-ramé jadi anggota DPR &#8230;&#8230;yuuuk. &#8230;&#8230;&#8230;” , dan  selengkapnya adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8220;Dulu  modal saya untuk jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu Rp187 juta. Enam bulan  pertama sudah BEP, break even point.&#8221; Sembari makan siang di kantin, seorang  anggota Dewan menceritakan pengalamannya secara blak-blakan kepada wartawan. Dia  juga menceritakan bagaimana praktik-praktik politik uang yang terjadi di DPR  yang tidak bisa diceritakan dalam tulisan ini. Karena itu, dia termasuk yang  tidak setuju dengan berbagai kebijakan anggaran di DPR yang arahnya terus  menguras uang negara demi mempertebal ”kantong” anggota Dewan. Dia merasa  berbagai fasilitas yang selama ini dia terima sudah lebih dari  cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pemberian  insentif legislasi Rp 1 juta ke semua anggota Dewan yang tidak terlibat dalam  pembahasan setiap kali pengesahan rancangan undang-undang, menurut dia, salah  satu kebijakan yang tidak tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dua  tahun terakhir Seorang anggota Dewan lain secara blak-blakan menunjukkan seluruh  catatan penghasilan yang dia terima dari negara selama dua tahun terakhir. Dari  catatan itu diketahui, penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori. Ada  yang bersifat rutin bulanan, ada yang rutin nonbulanan, dan ada juga yang  sesekali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yang  sifatnya rutin bulanan adalah gaji paket Rp15.510.000; bantuan listrik  Rp5.496.000; tunjangan aspirasi Rp7,2 juta; tunjangan kehormatan Rp3,15 juta;  tunjangan komunikasi intensif Rp12 juta; Dan tunjangan pengawasan Rp2,1 juta..  Total berjumlah Rp46,1 juta perbulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi,setahun  mencapai lebih dari setengah miliar, Rp 554 juta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">”Pendapatan  bulanan ini semua anggota DPR sama,” katanya. Penerimaan nonbulanan banyak  jenisnya, mulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap Juni Rp 16,4 juta dan dana  penyerapan aspirasi setiap masa reses Rp 31,5 juta. Dalam satu tahun sidang ada  empat kali masa reses.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ada  juga dana perjalanan dinas komisi, perjalanan dinas ke luar negeri,atau  perjalanan dinas saat reses. Total keseluruhan dalam setahun sekitar Rp 188  juta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sementara  itu, penghasilan yang sifatnya sewaktu-waktu adalah insentif pembahasan  rancangan undang-undang dan honor Melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang  besarnya Rp 5 juta per kegiatan. Dengan adanya kebijakan baru berupa uang  insentif legislasi Rp 1 juta per-RUU, semakin menambah lagi pemasukan  anggotaDPR. Uang insentif legislasi yang dia terima Rp 39,7 juta. Apabila  keseluruhan penerimaan negara itu dihitung, total uang yang diterima seorang  anggota DPR dalam setahun hampir Rp 1 miliar. Sebagai anggota DPR yang tidak  terlalu aktif saja, selama tahun 2006, dia menerima Rp 761,3 juta, sedangkan  tahun 2007 Rp 787, 1 juta. Anggota Dewan yang merangkap anggota badan selain  komisi juga mendapat tunjangan khusus. Demikian pula anggota yang merangkap  pimpinan alat kelengkapan, banyak melakukan studi banding ke luar negeri,  memimpin panitia-panitia khusus pembahasan RUU, serta menjadi pimpinan fraksi,  atau pimpinan DPR. Dengan uang yang diberikan negara itu, dia yakin semua  anggota DPR bisa menjadi profesional, independen, dan bersungguh-sungguh  memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun, kalau ditanya soal cukup, menurut dia,  setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda. ”Ibarat minum air, ada yang  merasa cukup, ada juga yang malah semakin haus,” ucapnya sambil tertawa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Idealisme  550 anggota DPR yang duduk di Senayan memang beragam. Mereka<span> </span>tidak bisa begitu<span> </span>saja digeneralisasi. Terkait<span> </span>pemberian insentif legislasi Rp 1 juta  saja, misalnya, ada fraksi yang menolak dan ada fraksi yang menerima dengan  sejumlah alasan. Anggota yang memiliki idealisme seperti tadi sesungguhnya tak  hanya satu, dua. Namun, karena jumlahnya kalah banyak, suara mereka sering kali  tertelan. Seorang anggota Dewan yang dulu bergelut di dunia akademisi dan  sekarang terjun ke politik praktis malah mengaku sempat juga terkena getahnya.  Saat dia ke kampus, rekannya menyesalkan dirinya terjun ke dunia politik praktis  karena menjadi ikut ”kotor”. Tidak semua kotor </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menilai  anggota DPR seluruhnya ”kotor” tentu tak tepat karena pada kenyataannya ada juga  yang berusaha untuk ”bersih” di tengah<span> </span>kekeruhan. Yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan kepada mereka  yang bersih agar mereka tak tercemar, tetapi malah membawa warna jernih. DPR  yang bersih akan membawa pemerintahan juga menjadi bersih karena salah satu  fungsi DPR adalah bidang pengawasan. Anggaran di eksekutif juga beratus-ratus  kali lipat anggaran di DPR. Siapakah anggota DPR yang perlu didukung itu?  Tentunya, mereka yang bisa merasakan cukup dan lebih memprioritaskan orang yang  kerongkongannya kering karena dahaga&#8230;&#8230;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semakin  Diberi &#8220;Air&#8221;, Semakin Haus&#8221; <em>(kutipan  tulisan<span> </span>habis di  sini).</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah  sebagian terbesar dari isi tulisan tersebut di atas mencerminkan hal-hal yang  benar atau akurat atau tidak, perlulah kiranya ada tulisan lainnya (dari siapa  saja) yang bisa memberikan konfirmasi, atau juga koreksi, atau tambahan<span> </span>penjelasan mengenai berbagai soal yang  berkaitan dengan gaji, atau berbagai pendapatan<span> </span>anggota-anggota<span> </span>DPR kita. Sebab, ini ada sangkut-pautnya  juga dengan<span> </span>masalah moral, ethiek,  martabat, kehormatan, kewibawaan, dan mutu anggota-anggota DPR kita, yang sudah  makin banyak dipersoalkan oleh banyak orang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h1><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Arial;">Banyaknya  cacian dan hujatan terhadap DPR</span></span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Banyaknya  cacian atau hujatan berbagai kalangan terhadap tingkah-laku atau pekerjaan para  anggota DPR yang tidak beres<span> </span>adalah  hal yang baik sekali. Ini manifestasi yang menggembirakan bahwa rakyat ikut<span> </span>aktif mempersoalkan berbagai urusan  negara, dan juga mengawasi<span> </span>pekerjaan anggota-anggota DPR. Sebab, persoalan negara sama sekali  bukanlah hanya urusan pejabat-pejabat pemerintahan atau angggota-anggota DPR  saja, melainkan adalah urusan rakyat banyak juga. DPR hanyalah mewakili rakyat,  yang tugas utamanya adalah membela kepentigan rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jadi,  banyaknya<span> </span>protes atau kritik, atau  seringnya<span> </span>demonstrasi dan<span> </span>aksi-aksi dari berbagai kalangan rakyat  mengenai berbagai<span> </span>ketidakberesan  pengurusan negara, yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR, adalah suatu hal  yang perlu didukung secara positif sekali oleh semua kekuatan demokratis. Sebab,  aksi-aksi atau berbagai macam kegiatan untuk menentang segala kebobrokan atau  ketidakberesan pengelolaan negara sangatlah dibutuhkan secara mutlak, karena DPR  sudah sering sekali menunjukkan sikap atau tindakan yang tidak menguntungkan  atau tidak membela kepentingan rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Marilah  kita simak dan bandingkan gaji ditambah pendapatan-pendapat an lainnya yang  diterima para anggota DPR (tidak semuanya) yang bisa berjumlah sampai Rp 1  miliar setahun itu dengan banyaknya kemisikinan yang menimpa secara luas rakyat  kita. Menurut Suara Pembaruan (11 Juli 2007) , Badan Dunia yang menangani  masalah pangan , World Food Programme (WFP) memperkirakan anak <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> yang  menderita kelaparan akibat kekurangan pangan saat itu berjumlah 13  juta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita  juga masih ingat bahwa ada sekitar 4 juta anak balita yang kekurangan gizi  bahkan banyak yang busung lapar. Di samping itu kira-kira ada separo rakyat  <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> yang tergolong miskin, dan banyak yang terpaksa hidup dibawah 1 dollar  ( kurang lebih 10.000 Rupiah) sehari per orang. Orang-orang miskin ini sekarang  harus menderita lebih parah lagi, dengan naiknya harga-harga sembako (beras dan  bahan pangan pokok lainnya) dan dengan banyaknya bencana (banjir, hujan yang  terus-menrus, gempa, jalan rusak))</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<h1><span style="font-size:12pt;"><span style="font-family:Arial;">Indonesia  membutuhkan kekuasaan politik tipe baru</span></span></h1>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menghadapi  kesulitan-kesulitan besar dan parah yang dialami sebagian besar rakyat kita  itu,<span> </span>berbagai kalangan dan golongan  sudah bangkit, dengan mengadakan macam-macam aksi. Banyaknya dan  beraneka-ragamnya aksi-aksi ekstra-parlementer ini menunjukkan bahwa kesadaran  rakyat terhadap masalah politik, sosial dan<span> </span>ekonomi, makin meningkat. Mereka makin  melihat bahwa berbagai politik atau tindakan pemerintahan dan DPR,<span> </span>seperti yang dilakukan selama ini, sudah  gagal untuk tercapainya kesejahteraan bagi sebagian terbesar rakyat  <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekarang  makin jelas bagi banyak orang bahwa negara dan bangsa kita tidak bisa  terus-menerus dikangkangi oleh kekuasaan<span> </span>politik yang seperti sekarang ini. Juga tidak bisa oleh kekuasaan politik  dari hasil Pemilu 2009, yang pada dasarnya toh akan sama saja. Rakyat sudah  terlalu banyak yang menderita, sudah terlalu lama, dan sudah terlalu parah pula  !<span> </span>Berdasarkan pengalaman negatif  pemerintahan Orde Baru yang selama 32 tahun ditambah dengan lebih dari 10 tahun  pemerintahan- pemerintahan pasca-Suharto, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> membutuhkan kekuasaan politik  tipe baru, tipe yang betul-betul mengutamakan kepentingan rakyat di atas  segala-galanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Paris,<span> </span>6 April 2008<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">A.  Umar Said</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=59&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/dpr-kita-dan-masalah-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bui Tanpa Jeruji Besi</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/bui-tanpa-jeruji-besi/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/bui-tanpa-jeruji-besi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 18:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Bonnie Triyana
Mereka berangkat membawa tugas dari bangsa. Terhalang pulang karena pergolakan
politik 1965. Banyak di antara mereka yang bergelar doktor.
Selama bertahun-tahun, peristiwa 1965 atau G.30.S hanya diketahui oleh
masyarakat Indonesia sebagai peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal
dan satu perwira pertama Angkatan Darat. Sementara itu peristiwa yang terjadi
sesudahnya, yakni pembantaian massal dan penangkapan besar-besaran anggota dan
simpatisan PKI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=54&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Bonnie Triyana</p>
<p>Mereka berangkat membawa tugas dari bangsa. Terhalang pulang karena pergolakan<br />
politik 1965. Banyak di antara mereka yang bergelar doktor.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, peristiwa 1965 atau G.30.S hanya diketahui oleh<br />
masyarakat Indonesia sebagai peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal<br />
dan satu perwira pertama Angkatan Darat. Sementara itu peristiwa yang terjadi<br />
sesudahnya, yakni pembantaian massal dan penangkapan besar-besaran anggota dan<br />
simpatisan PKI sama sekali tak pernah mencuat ke ranah publik. Orde Baru menulis<br />
sejarah secara parsial: hanya menulis apa yang berkaitan langsung dengan<br />
kepentingan Soeharto sebagai penguasa: legitimasi kekuasaan.</p>
<p>Pada masa Orde Baru, sejarah yang disampaikan kepada masyarakat ternyata bukan<br />
sejarah yang sepenuhnya mencerminkan kebenaran. Kebenaran dalam sejarah<br />
pergolakan politik 1965-1969 banyak terpendam di dalam memori korban, pada<br />
relung-relung ingatan mereka yang ditindas selama Soeharto berkuasa. Cerita itu<br />
beredar dari mulut ke mulut, di kalangan korban dan sanak familinya, tanpa<br />
pernah dituangkan ke dalam sebuah buku sejarah yang kemudian diajarkan kepada<br />
generasi muda: bahwa suatu ketika, di Indonesia, pernah terjadi pertumpahan<br />
darah yang rekornya bisa menyamai Holocaust oleh NAZI di Jerman.</p>
<p>Kejatuhan Soeharto pada 21 Mei 1998 menjadi pertanda baik bagi penulisan sejarah<br />
tragedi kemanusiaan 1965-1969. Mereka yang semula terpasung dan dibungkam satu<br />
per satu angkat bicara tentang perlakuan apa saja yang Orde Baru lakukan pada<br />
mereka. Pada saat itu pula semua orang tahu tentang apa yang Orde Baru lakukan<br />
di awal kekuasaan mereka. Tentu saja tak semua orang menerima pengakuan itu dan<br />
bahkan ada banyak pihak tampaknya antipati terhadap usaha untuk menulis sejarah<br />
kelam rezim Orde Baru.</p>
<p>Dari sekian peristiwa kemanusiaan yang terjadi sepanjang tahun 1965-1969, mulai<br />
dari pembunuhan massal sampai dengan penangkapan paksa, persoalan eksil masih<br />
belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Benar beberapa tahun belakangan<br />
terbit beberapa buku yang menuliskan kehidupan eksil di Eropa, seperti yang<br />
ditulis oleh Imam Soedjono dalam Yang Berlawan, biografi Ibrahim Isa, Umar Said,<br />
JJ Kusni, Sobron Aidit dan menyusul akan terbit biografi Mawie Ananta Jonie, eks<br />
mahid-cum-penyair yang kini menetap di negeri Belanda. Namun demikian, kendati<br />
banyak buku mengenai eksil diterbitkan, persoalan ini belum lagi menjadi<br />
pengetahuan masyarakat luas.</p>
<p>Kaum eksil (exile) adalah mereka yang terhalang pulang akibat peristiwa Gestok<br />
1965. Mereka terdiri dari para mahasiswa ikatan dinas (Mahid), diplomat dan<br />
wartawan yang sedang ditugaskan mewakili bangsa dan negara di luar negeri.<br />
Paspor mereka dicabut karena dituduh terlibat dalam peristiwa G.30.S 1965 atau<br />
terkait dengan organisasi yang dilarang Orde Baru, PKI.</p>
<p>Sebagian besar eksil terdiri dari Mahid. Sekira akhir 1950-an sampai dengan 1965<br />
ada banyak pemuda Indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk tugas belajar.<br />
Mereka menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi terkenal di beberapa negara<br />
Eropa, barat maupun timur.</p>
<p>Tak pernah diketahui secara pasti apakah Bung Karno sedang meniru Restorasi<br />
Meiji atau tidak. Yang pasti pasti, pada periode itu pemerintah Indonesia memang<br />
banyak mengirimkan pemudanya untuk belajar ke luar negeri. Restorasi Meiji<br />
adalah awal dari perubahan struktur sosial dan politik Jepang. Restorasi Meiji<br />
yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai Meiji Ishin itu berlangsung pada 1866<br />
sampai dengan 1869 yang mencakup pada akhir era Edo dan permulaan era Meiji.<br />
Restorasi atas inisiatif Kaisar Meiji (1868-1912) ini adalah dampak langsung<br />
dari dibukanya Jepang terhadap kedatangan kapal Amerika yang dipimpin oleh<br />
Kapten Matthew Perry. Sejak saat itulah Jepang membuka diri dan berinteraksi<br />
dengan dunia luar.</p>
<p>Restorasi Meiji menjadi tonggak awal kebangkitan Jepang sebagai bangsa yang<br />
maju. Salah satu program terpenting dalam Restorasi Meiji adalah pengubahan<br />
sistem pendidikan Jepang dari sistem tradisional menjadi modern. Program wajib<br />
belajar digalakan kepada seluruh pemuda Jepang, bahkan banyak di antara mereka<br />
yang dikirim ke luar negeri untuk menimba ilmu untuk kemudian dibawa pulang ke<br />
Jepang. Transfer ilmu dan teknologi dari barat dilakukan demi membangun Jepang.</p>
<p>Sebagai presiden pertama Indonesia, Bung Karno memang ingin agar dibangun oleh<br />
pemuda-pemuda terampil yang telah berhasil menggondol ilmu dan keterampilan dari<br />
luar negeri. Paling tidak keinginan itu tercermin dari perbincangannya dengan<br />
putri pertamanya, Megawati, menanggapi begitu banyak pertanyaan kepadanya soal<br />
kenapa ia tak segera mengelola sumber daya alam Indonesia. “Dis, tunggu sampai<br />
kita punya insinyur-insinyur sendiri,” kata Bung Karno dalam pidatonya.</p>
<p>Ia sadar sedari awal bahwa untuk menjadikan Indonesia yang mandiri, bebas dari<br />
cengkeraman neo kolonialisme dibutuhkan lebih dari keberanian, tapi juga<br />
pengorbanan. Bung Karno mahfum benar kalau keadaan ekonomi Indonesia di tahun<br />
1960-an terseok-seok. Semua itu bukan berarti harus membuatnya berkata, “come in<br />
America” malah sebaliknya dia berkata “go to hell with your aid”. Menderita<br />
adalah memperkuat diri, demikian Bung Karno dalam otobiografinya.</p>
<p>Sejak awal pula ia sudah tahu bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya, namun ia<br />
tak mau bermurah hati menggadaikan semua kekayaan alam Indonesia pada pihak<br />
asing, terlebih yang berkaitan langsung pada hajat hidup orang banyak. Bung<br />
Karno bercita-cita ingin membawa Indonesia kepada sosialisme: agar keadilan<br />
sosial-ekonomi tercipta bagi seluruh rakyat Indonesia. Mimpi itu memang sudah ia<br />
kemukakan pada saat aktif sebagai tokoh pergerakan di tahun 1930-an.</p>
<p>Tujuan mulia, butuh kerja keras. Indonesia perlu manusia-manusia tangguh dan<br />
cerdas. Oleh karena itu mengirimkan pemuda-pemudi terbaiknya untuk belajar di<br />
luar negeri adalah jalan terbaik menuju Indonesia mandiri. Kerjasama dengan<br />
beberapa negara pun dijalin erat. Pemerintah Soekarno yang agak condong ke blok<br />
timur menghasilkan kesepahaman di antara beberapa negara blok timur untuk<br />
menjalin kerjasama dalam program pendidikan.</p>
<p>Peristiwa Gestok 1965 mengubah segalanya. Soeharto secara perlahan namun pasti<br />
menggeser posisi Soekarno sebagai presiden. Sejak 1 Oktober 1965 secara de facto<br />
Soeharto memegang kendali negara. Kampanye besar-besaran dilancarkan untuk<br />
menumpas PKI dan semua orang yang dianggap sebagai pendukung Soekarno. Bahkan di<br />
Purwodadi, Jawa Tengah, anggota PNI pun tak luput dari penangkapan dan<br />
pembunuhan massal. Militer di sana menyebut mereka sebagai Soekarno-Sentris atau<br />
SS.</p>
<p>Tentu saja situasi pascaperistiwa Gestok 1965 itu menimbulkan kebingungan bagi<br />
mereka yang berada di luar negeri. Serentetan pertanyaan pun muncul: ada apa<br />
dengan Soekarno? Apakah ini sebuah kudeta gagal? Apakah Soekarno masih memimpin<br />
Indonesia? Siapa gerangan seorang jenderal yang bernama Soeharto itu? Ada<br />
apa&#8230;? Bagaimana&#8230;?? dan seterusnya.</p>
<p>Setelah terbitnya Surat Perintah 11 maret 1966, beberapa Kedutaan Besar Republik<br />
Indonesia di masing-masing negara memanggil semua warga Indonesia seraya<br />
menyodorkan surat dukungan kepada pemerintah Soeharto sebagai penguasa baru di<br />
Indonesia. Tentu saja bagi mereka yang menggangap Soekarno masih presiden yang<br />
sah memimpin bangsa Indonesia enggan untuk menandatangani surat itu. Belakangan,<br />
banyak juga kalangan warga eksil yang sudah mengendus gelagat buruk dari rezim<br />
Soeharto.</p>
<p>Pilihan untuk tetap bersetia kepada pemerintahan Soekarno yang sah ternyata<br />
membawa konsekuensi yang cukup berat. Sebagian besar eksil dibiarkan<br />
terkatung-katung tanpa kewarganegaraan. Paspor mereka dicabut, seperti yang<br />
dialami oleh AM Hanafi, Duta Besar Republik Indonesia di Kuba atau S Tahsin<br />
Sandjadirdja, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mali.</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan Gus Dur pernah memberi “titel” kepada eksil sebagai<br />
orang-orang yang klayaban. Hidup di luar negeri, terlebih di Eropa, betapa pun<br />
dipenuhi fasilitas selayaknya negara maju, tentulah tetap sebagai penderitaan<br />
kalau harus berpisah dengan sanak famili tanpa ada kesempatan untuk pulang.<br />
Keadaan seperti itu tiada beda dengan berada di sebuah bui namun tanpa jeruji<br />
besi.</p>
<p>Di antara begitu banyak warga eksil, tak jarang di antara mereka ada yang<br />
mengantongi gelar doktor, seperti Achmad Supardi, PhD dari Universitas Moskwa<br />
atau Sujak yang mengantongi gelar insinyur pertambangan. Karena terhalang pulang<br />
Sujak malah bekerja membangun tambang minyak di Aljazair dan kini menikmati masa<br />
pensiunnya di Amsterdam, Belanda.</p>
<p>Kendati sudah tinggal puluhan tahun di luar negeri, mereka masih ingat pesan<br />
dari Bung Karno sebelum mereka berangkat, “bawalah badanmu keliling dunia,<br />
tetapi tunjukanlah jiwamu tetap kepada Tuhan dan Indonesia.” Demikian ujar Mawie<br />
Ananta Jonie di dalam otobiografinya.</p>
<p>Di antara begitu banyak warga eksil, ada beberapa sastrawan terkenal seperti<br />
Agam Wispi (Belanda) dan Utuy Tatang Sontani (Rusia), keduanya sudah meninggal<br />
dunia. Karya-karya mereka dikenal sebagai karya sastra eksil.</p>
<p>Warga eksil Indonesia bisa pulang ke Indonesia ketika sudah mengantongi paspor<br />
sebagai warga negara asing. Tapi pulang di sini bukan berarti back for good,<br />
bukan untuk selamanya, melainkan hanya sekadar berkunjung, seperti halnya<br />
wisatawan mancanegara. “Kalau dengan paspor Belanda setidaknya kami bisa pulang.<br />
Bagaimana pun kami tetap orang Indonesia,” kata Sarmadji, eksil Indonesia yang<br />
kini mengelola Perhimpunan Dokumentasi Indonesia di Negeri Belanda.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=54&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/bui-tanpa-jeruji-besi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAMMI DIPERSIMPANGAN JALAN; ANTARA IDEALITA DAN REALITA1</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/kammi-dipersimpangan-jalan-antara-idealita-dan-realita1/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/kammi-dipersimpangan-jalan-antara-idealita-dan-realita1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 17:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial dan Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Enpe Ruslan21
Telaah Historis berdirinya KAMMI
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI adalah
organisasi yang lahir pada hari ahad 29 Maret 1998 yang bertepatan
dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1418 H bertempat di Malang. Kehadiran
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) didasari
keprihatinan mendalam terhadap krisis ekonomi nasional dan didorong
oleh rasa tanggung jawab moral mahasiswa terhadap penderitaan rakyat
ketika itu. Wadah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=53&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Enpe Ruslan21</p>
<p>Telaah Historis berdirinya KAMMI<br />
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> atau KAMMI adalah<br />
organisasi yang lahir pada hari ahad 29 Maret 1998 yang bertepatan<br />
dengan tanggal 1 Dzulhijjah 1418 H bertempat di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Malang</span>. Kehadiran<br />
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> (KAMMI) didasari<br />
keprihatinan mendalam terhadap krisis ekonomi nasional dan didorong<br />
oleh rasa tanggung jawab moral mahasiswa terhadap penderitaan rakyat<br />
ketika itu. Wadah aksi ini ketika ditinjauan historisitasnya<br />
merpakan wadah yang dimaksudkan untuk berperan aktif dalam proses<br />
perubahan dan perbaikan.<br />
Sebelum menelaah lebih jauh tulisan ini, mencoba mencermati beberapa<br />
peristiwa penting yang sedikit banyak mempengaruhi bagian alur<br />
cerita sejarah lahirnya KAMMI. Ada banyak peristiwa sebelumnya yang<br />
terjadi mewarnai proses berdiri dan mengantarkan bangsa indonesia<br />
sampai tahun 1998 dan lahirnya KAMMI. Peristiwa ataupun sejarah yang<br />
mencatat periode heroik atau kebangkitan bangsa <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> dalam<br />
memulai tatanan yang lebih baik itu antara lain adalah; 1908 Boedi<br />
Utomo, 1928 Sumpah Pemuda, 1945 Proklamasi kemerdekaan yang<br />
sebelumnya terjadi peristiwa penting didalamnya yaitu berdirinya<br />
BPUPKI yang mana berkumpulnya para pemimpin dalam membicarakan dan<br />
merumuskan kemerdekaan bangsa indonesia dan menyiapkan instrumen-<br />
instrumennya. Tidak kalah pentingnya ketika mengangkat tentang<br />
terjadinya perdebatan idiologis yang sengit ketika pembicaraan<br />
tentang dasar Negara yang akan diberlakukan pada Negara yang akan<br />
berdiri. Dan juga proses politik Islam ketika mempertahankan<br />
identitas dan eksistensinya ditengah pergolatan waktu itu termasuk<br />
eksistensi Masyumi sebagai salah satu elemen yang berlabel Islam<br />
dalam kancah politik pada saat demokrasi parlementer maupun<br />
demokrasi terpimpin.<br />
Pada tahun 1966 masa Orde Baru, masa ini adalah masa antagonistik;<br />
terjadi ketegangan antara pemerintah dan umat Islam, tidak jarang<br />
sampai pada level konfrontasi. Peristiwa-peristiwa konfrontatif<br />
muncul karena persepsi pemerintah yang menganggap kekuatan politik<br />
Islam sebagai ancaman sehingga membuat banyak kebijakan pemerintah<br />
merugikan kepentingan Islam, Drs.Abdul Azis Thaba, M.A mencatat ada<br />
kurang lebih tujuh kebijakan Soeharto yang tidak berpihak kepada<br />
Umat Islam, dan menurut Alwi Alatas dan Fifrida Deliyanti salah<br />
satunya adalah kebijakan tentang pelarangan berjilbab bagi pelajar<br />
putri, tahun 1982-1991.<br />
Inilah sedikit gambaran tentang corak iklim politik pada era<br />
kepemimpinan orde baru, Drs.Abdul Aziz Thaba, M.A membagi ada 5<br />
format politik yang tercipta ketika itu;<br />
1.Peranan eksekutif (Negara sangat kuat karena dijalankan oleh<br />
militer setelah ambruknya Demokrasi Terpimpin dan menjadi satu-<br />
satnya pemain utama di atas panggung politik nasional. Legitimasi<br />
perasaan mereka dihadirkan melalui konsep dwifungsi ABRI.<br />
2.Upaya membangun sebuah kekuatan organisasi politik sipil sebagai<br />
perpanjangan tangan ABRI dalam politik.<br />
3.Penjinakan radikalisme dalam politik melalui proses depolitisasi<br />
massa.<br />
4.Tekanan pada pendekatan keamanan dibandingkan dengan pendekatan<br />
kesejahteraan dalam pembangunan politik untuk menciptakan stabilitas<br />
politik<br />
5.Menggalang dukungan masyarakat melalui organisasi-organisa si<br />
sosial dalam jaringan korporatis.</p>
<p>Format politik di atas menjustifikasi bagaimana pola kepemimpinan<br />
dan corak politik ketika itu, bagaimana Pemimpin orde baru<br />
menggunakan kekuatan ABRI Sebagai perpanjangan tangan kepemimpinan<br />
otoriter. Kemudian disisi yang lain adanya rencana pembutaan politik<br />
dengan depolitisasi dan menggalang kekuatan untuk stabilisasi<br />
politik maupun penggalangan kekuatan jaringan korporatis. Format di<br />
atas juga sejak awal memberikan sinyal tentang ketidak berpihakan<br />
pemerintah orde baru terhadap elemen muslim dalam segala hal karena<br />
diklaim sebagai oposisi pemerintah yang cukp berbahaya.<br />
Kondisi politik bercorak sangat hegemonik, tak ada nuansa demokratis<br />
yang kemudian membiarkan kebebasan berekspresi bagi warga negara<br />
untuk menentukan sikap dan aktivitas, sehingga banyak aktivis yang<br />
ditangkap, diadili, diinterogasi tanpa alasan yang jelas. Sementara<br />
semakin lama krisis moneter, krisis ekonomi semakin parah yang<br />
merupakan akibat dari akumulasi kebijakan dan perilaku yang salah<br />
selama orde baru, dan jumlah rakyat dibawah garis kemiskinan tiba-<br />
tiba meningkat drastis di Indonesia.<br />
Dengan kompleksitas hadapan realitas bangsa indonesia yang seperti<br />
itu, Soeharto sebagai presiden yang telah memimpin selama 32 tahun<br />
itu mengalami krisis legitimasi yang serius. Legitimasi politik<br />
Soeharto terletak pada kemampuannya menjadikan ekonomi sebagai<br />
panglima, masyarakat &#8220;dipaksa&#8221; untuk tidak berpolitik. Sehingga<br />
dapat difahami bahwa ketika krisis ekonomi melanda indonesia<br />
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap legitimasi politik<br />
Soeharto. Aksi-aksi protes terhadap realitas bangsa waktu itu begitu<br />
marak; aksi protes juga berturut-turut dilakukan pada tanggal 25-26<br />
Februari 1998 yang dihadiri sekitar 10.000 mahasiswa dan dosen.<br />
Ketika kepemimpinan Soekarno tumbang, oleh gerakan-gerakan sparatis<br />
pelajar dan mahasiswa, berikutnya Soeharto ketika mengkonstruk<br />
sebuah system yang sama akhirnya juga memunculkan aksi-aksi<br />
penolakan dari gerakan mahasiswa yang tidak pernah surut walaupun<br />
represifitas aparat militer menjadi makanan dalam setiap aksi mereka.<br />
Dalam kondisi seperti ini di saat bersamaan di adakannya Muktamar<br />
Nasional FS LDK Nasional X dalam rangka mengevaluasi,<br />
mengientifikasi problem dan solusinya serta menformulasikan konsepsi<br />
gerakannya. Disaat kekacauan ini terjadi mahasiswa yang menghadiri<br />
FS LDK Nasional X ini dalam kontemplasinya mencoba menemukan salah<br />
satu jawaban terhadap krisis ini dan dirumuskanlah berdirinya KAMMI.<br />
Dan dalam proses penyempurnaan arah gerakan dan formulasi strategi<br />
gerakan, KAMMI dengan proses koordinasi yang begitu cepat diseluruh<br />
Indonesi akhirnya ikut andil dalam penumbangan orde baru.<br />
Pada 1998 Orde Reformasi, semua berubah seiring dengan transisi<br />
kepemimpinan tingkat pusat. Perubahannya melandasi segala segala<br />
kebijakan tertama ekonomi-politik. Orde reformasi mencirikan<br />
kebebasan mengekspresikan diri sebagai warga Negara dan KAMMI<br />
memanfaatkan momen ini untuk masifikasi gerakan juga memformulasi<br />
konsep strategis dalam rangka berkontribusi terhadap tanah air<br />
tercinta.<br />
Dalam prosesnya kita juga butuh menelaah tentang nilai-nilai penting<br />
maupun pelajaran berharga terhadap kemunculan KAMMI. KAMMI muncul<br />
dilatar belakangi oleh kerisauan mahasiswa muslim yang kemudian<br />
mengental pada Muktamar Nasional FS LDK Nasional X. Pada saat itu<br />
peserta dari selruh wilayah merasa perlu dibentuknya KAMMI karena<br />
pertama, keprihatinan mendalam terhadap krisis nasional yang melanda<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> dan didorong tanggung jawab moral terhadap penderitaan<br />
rakyat yang masih terus berlangsung serta itikad baik untuk berperan<br />
aktif dalam proses perubahan kearah yang lebih baik.<br />
Kedua, kesepakatan pada komisi pada acara FS LDK Nasional X.<br />
Kesepakatan berintikan adalah diperlukan koordinasi dan konsolidasi<br />
antar kampus, khususnya LDK, guna membangun kekuatan yang dapat<br />
berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral terhadap<br />
pemerintah. Kemudian pada rapat pleno FS LDK Nasional X<br />
disepakatilah adanya satu wadah yang berkonsentrasi pada agenda<br />
politik.<br />
Dewan formatur KAMMI yang dipilih pada saat sidang komisi FS LDK<br />
Nasional X di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Malang</span> yang berjumlah 8 orang kemudian mengkaji secara<br />
filosofis terhadap eksistensi KAMMI dan mencoba mendasarinya dalam<br />
memilih nama KAMMI sebagai hal terpenting dalam organisasi. Adapun<br />
secara filosofi pemberian nama ini oleh Dewan Formatur didasari<br />
beberapa alasan Pertama, sejarah telah membuktikan bahwa gerakan<br />
massa yang berhasil di Indonesia adalah gerakan yang memperhatikan<br />
atau memiliki basis kultural. Kultur <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah Islam, karena<br />
sebagian besar rakyat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Indonesia</span> adalah muslim.<br />
Kedua, FS LDK Nasional X adalah acara yang dihadiri oleh mahasiswa-<br />
mahasiswa yang aktif dimasjid-masjid kampus makanya adalah suatu<br />
yang wajar ketika menggunakan label Muslim <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>. Tapi kemudian<br />
penggunaan nama KAMMI memiliki lima konsekwensi. Pertama, KAMMI<br />
harus menjadi kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen<br />
mahasiswa, baik individu maupun kolektif yang sepakat bekerja dalam<br />
format bersama KAMMI. Kedua, KAMMI harus membangun gerakan yang<br />
berorientasi kepada aksi riil dan sistematis dengan dilandasi<br />
gagasan konsepsional yang matang tentang reformasi dan pembentukan<br />
masyarakat madani. Ketiga, aktivis KAMMI adalah kalangan mahasiswa<br />
dan berbagai strata dan seluruh daerah di Indonesia. Keempat,<br />
kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa yang memiliki komitmen<br />
perjuangan ke-Islaman dan kebangsaan yang jelas dan benar serta<br />
senantiasa menunjukkan akhlakul karimah dalam berbagai aktifitasnya.<br />
Kelima, gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan relaitas bangsa<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span> dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan<br />
bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah<br />
air <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>.<br />
Akhirnya pada tanggal 9-15 Agustus 1999 dalam acara Rapat Kerja<br />
Nasional Deparatemen Kaderisasi di Parung <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Bogor</span>, terciptalah rumusan<br />
idiologi KAMMI, yaitu:<br />
1.Kemenangan Islam adalah Jiwa Perjuangan KAMMI.<br />
2.Kebathilan adalah Musuh Abadi KAMMI.<br />
3.Solusi Islam adalah Tawaran Perjuangan KAMMI.<br />
4.Perbaikan adalah Tradisi Perjuangan KAMMI<br />
5.Kepemimpinan Ummat adalah Strategi Perjuangan KAMMI.<br />
6.Persaudaraan adalah Watak Muamalat KAMMI.<br />
Idiologi ini kemudian bermakna seperangkat keyakinan yang akan<br />
menjadi spirit aksi dilapangan. Idiologi ini merupakan satu nilai<br />
penting dalam perjuangan KAMMI baik secara historis maupun<br />
aksiologis yang kemudian memfalsafahi kemunculan dan pergerakan<br />
KAMMI dalam menkonstruksi masyarakat madani.</p>
<p>KAMMI dalam realitasnya<br />
Setelah menyelami sejarah singkat KAMMI, dari tinjauan historis yang<br />
memantik kemunculannya, tinjauan etimologis dan filosis terhadap<br />
eksistensi KAMMI, maupun nilai-nilai yang menjadi ruh pergerakan<br />
maka saatnya melihat realitasnya hari ini.<br />
Ketika menyorot awal pendirian KAMMI, yang kemudian muncul atas<br />
keprihatinannya terhadap krisis nasional, yang kemudian muncul<br />
karena penderitaan rakyat, maka tidak kalah bobroknya kondisi<br />
nasional hari ini, tidak kalah menderitanya rakyat <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">indonesia</span> saat<br />
ini. Ketika idiologi KAMMI adalah menjadi aksiologi dan spirit<br />
perjuangan maka kemudian formulasi solusi ril menjadi satu hal<br />
penting yang dinanti oleh umat. Apakah ketika KAMMI sudah berhasil<br />
ketika itu kemudian hari hanya menjadi nostalgia, atau butuh<br />
eskalasi dalam segala hal termasuk jati diri KAMMI.<br />
Hari ini semoga kita tidak pretensif terhadap realitas eksternal<br />
yang menjadi hadapan KAMMI sehingga cukup menjadi apologi dalam<br />
menutup ambivalensi gerakannya. Hari ini fenomena yang terjadi<br />
adalah kekerdilan pada generasi muslim dalam memandang realitas<br />
dakwahnya sehingga terjadi gap dinamika antara subyek dan obyek<br />
dakwah; bahwa dinamika sosial masyarakat yang begitu cepat tidak<br />
diimbangi oleh dinamika organisasi. Sangat mungkin dinamika obyek<br />
dakwah yang berjalan cepat bahkan berlari akan tidak mampu dikejar<br />
oleh subyek dakwah. Disisi lain kadang organisasasi dakwah masih<br />
berkutat pada permasalahan internal sehingga belum mampu menjadi<br />
bagian dari solusi problematika ummat. KAMMI sebagai bagian dari<br />
rantai perjuangan ummat harus merefleksikan diri untuk menemukan<br />
akar permasalahannya dan menemukan kembali identitas gerakan seperti<br />
dicita-citakan oleh para pendahulunya.<br />
Eksistensi KAMMI sebagai gerakan yang memiliki kekuatan responsitas<br />
politik yang kemudian telah memberikan satu kesan positif dihati<br />
ummat, hari ini butuh direfleksikan lagi untuk mengukur relevansinya<br />
terhadap realitas KAMMI saat ini. Kemudian dalam perenungan panjang<br />
sepertinya akan temkan bahwa kita harus menggunakan teori rekayasa<br />
sosial yang kemudian selalu ada dialegtika antara idealitas dan<br />
realitas dan kemudian kita perlu melemparkan pernyataan yang<br />
mempertanyakan relevansi KAMMI hari ini. Stresing idiologi apakah<br />
menjadi sesuatu yang memiliki implikasi positif<br />
terhadap &#8220;pengendapan&#8221; KAMMI hari ini.<br />
Realitas ini apakah menjadi cukup untuk men-generalisir KAMMI se-<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Indonesia</span>, ataukah kemudian hanya lokalitas KAMMI <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Malang</span>? Ini sebuah<br />
pertanyaan reflektif yang harus dijawab secara individual dan<br />
kolektif. Pergulatan hari ini membutuhkan energi yang cukup untuk<br />
merampungkan segala pekerjaan rumah kita semua termasuk KAMMI<br />
sebagai gerakan yang selalu tanggap terhadap realitas dakwahnya.<br />
Ketika dulu ada elitisasi gerakan, maka hari ini kita memiliki apa?<br />
Ketika mahasiswa berhasil melakukan eksekusi ditingkat kekuasaan<br />
pada status quo maka hari ini sepertinya KAMMI butuh menambah daftar<br />
karya yang bisa dipersembahkan lagi untuk Negara dan ummat ini<br />
apalagi pada kondisi yang tidak kalah parahnya dengan kondisi sosial-<br />
politik pada masa orde baru walaupun yang berbeda adalah system<br />
pemerintahan dan pola kepemimpinan.<br />
Awal berdirinya. KAMMI memilih mahasiswa sebagai segmentasi<br />
dakwahnya karena mahasiswa dalam perspektifnya adalah gerakan moral<br />
intelektual. Ketika mahasiswa dianggap sebagai segmen yang<br />
berkepentingan dalam menyelesaikan problem horizontal dan tidak<br />
boleh terjebak kedalam masalah yang ada, tetapi harus memposisikan<br />
diri sebagai bagian dari solusi. Sangat ironis ketika itu menjadi<br />
satu pijakan karena hari ini semua bergeser, semua butuh reposisi<br />
karena tidak sesuai dengan harapan di awal. Sangat menggelitik bahwa<br />
sejak awal-awal berdirinya KAMMI ternyata belum ada dihati ummat;<br />
agak kasuistik mungkin karena beberapa waktu yang lalu masih ada<br />
yang bertanya tentang letak sekretariat yang menjadi sentral<br />
aktivitas. Terus kira-kira apa yang harus kita lakukan?<br />
Atau mungkin kita cukup menghibur diri dengan statement bahwa KAMMI<br />
sudah cukup sibuk dengan agenda-agenda elit yang bersentuhan<br />
langsung mengkritik  kebijakan pemerintah sehingga tidak cukup punya<br />
waktu untuk menfasilitasi keresahan nurani kaum pinggiran dan rakyat<br />
kecil yang minta belas kasih.<br />
Nama KAMMI telah tertoreh dalam sejarah karena telah andil dalam<br />
membuat cerita sejarah, pergolatan di zaman orde baru sudah cukup<br />
menjadi nuansa heroisme dalam perjalanan KAMMI, reformasi telah<br />
dirintis dan dikaryakan tinggal mempertanggung jawabkan pada langkah<br />
rill yang mensejahterakan masa depan ummat ini. Dan pilihan ini<br />
sudah di ambil maka harus dipertanggungjawabk an sampai pada tingkat<br />
estafesitas kepemimpinan mendepan sehingga KAMMI tidak hanya berada<br />
dipersimpangan jalan tetapi benar-benar merealisasikan visi<br />
konstruksi masyarakat madani yang dicitakan.<br />
Nilai historis pendirian KAMMI dan aspek-aspek yang mau<br />
diperjuangkan tidak hanya kemudian berada diwilayah konsepsi dan<br />
idealisme tetapi harus menjadi langkah strategis dan produktif,<br />
sehingga mendepan tidak ada distorsi dan diskontinyuitas sejarah<br />
KAMMI sebagai gerakan yang khas dan memberikan pencerahan nurani<br />
umat dan menyadarkan obyek dakwah dengan segala aksi-aksinya.<br />
Tetap Semangat..!! !</p>
<p>Referensi</p>
<p>Alatas, Alwi, dan Fefrida Desliyanti. 2001.Revolusi Jilbab, Kasus<br />
Pelarangan Jilbab di SMA Negeri Se-jabotabek, 1982-1991.Al- Iltishom<br />
Cahaya Umat. Jakarta Timur.</p>
<p>Aziz, Abdul. 1998. Islam Dan Negara Dalam Politik Orde Baru. Gema<br />
Insani<br />
Press.Jakarta.</p>
<p>Rahmat, Andi, dan Najib, M. 2001.Gerakan Perlawanan dari Masjid<br />
Kampus.<br />
Purimedia. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Surakarta</span>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=53&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/kammi-dipersimpangan-jalan-antara-idealita-dan-realita1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>