<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berpena yang  Menyenangkan &#187; Filsafat</title>
	<atom:link href="http://arhiefstyle87.wordpress.com/category/filsafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com</link>
	<description>berkatalah jujur dengan semangat kebenaran</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2008 16:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arhiefstyle87.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cb37012dcf4cc727766e1d20f99153ad?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berpena yang  Menyenangkan &#187; Filsafat</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arhiefstyle87.wordpress.com/osd.xml" title="Berpena yang  Menyenangkan" />
		<item>
		<title>Etika Libertarian Naif</title>
		<link>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/etika-libertarian-naif/</link>
		<comments>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/etika-libertarian-naif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 16:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arhiefstyle87</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arhiefstyle87.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Armada Riyanto
http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.12. 00571787&#38; channel=2&#38; mn=158&#38;idx= 158
Kekacauan nilai etis dunia menyisakan absurditas dan kegalauan. Saat
ini sedang terjadi jurang rasionalitas nilai-nilai yang secara
mendalam mengancam keterpecahan tata hidup manusia.
Salah satu pemicu absurditas etis itu adalah apa yang disebut
gelombang etika libertarian. Dasar perspektif etika ini, manusia
adalah homo liber, manusia bebas. Kebebasan menjadi fondasi nilai.
Namun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=42&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Armada Riyanto<br />
<a rel="nofollow" href="http://kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.12.00571787&amp;channel=2&amp;mn=158&amp;idx=158" target="_blank">http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.12. 00571787&amp; channel=2&amp; mn=158&amp;idx= 158</a></p>
<p>Kekacauan nilai etis dunia menyisakan absurditas dan kegalauan. Saat<br />
ini sedang terjadi jurang rasionalitas nilai-nilai yang secara<br />
mendalam mengancam keterpecahan tata hidup manusia.</p>
<p>Salah satu pemicu absurditas etis itu adalah apa yang disebut<br />
gelombang etika libertarian. Dasar perspektif etika ini, manusia<br />
adalah homo liber, manusia bebas. Kebebasan menjadi fondasi nilai.<br />
Namun, pada saat yang sama kebebasan dimaknai sebagai ruang kosong<br />
sehingga apa yang disebut baik atau buruk ada dalam ranah buram. Yang<br />
penting, manusia bebas.</p>
<p>Nietzsche</p>
<p>Asal-usul libertarianisme sering diatribusikan pada filsafat<br />
Nietzsche, filosof yang mendeklarasikan God is dead memberi inspirasi<br />
sarkastis dunia etika. Nietzsche dipercaya telah menutup peradaban<br />
rasionalitas, tetapi juga membuka lembaran etis baru yang â€�nihilistikâ€�.</p>
<p>Nietzsche mengatakan, the corrosive effects (of the life of society)<br />
would eventually destroy all moral, religious, and metaphysical<br />
convictions and precipitate the greatest crisis in human history.<br />
Nihilisme hadir akibat realitas koruptik, teroristik, dan kaotik di<br />
masyarakat. Kehadirannya menghancurkan keyakinan moral, religius,<br />
metafisik. Dan, akan menyembulkan krisis terbesar dalam peradaban manusia.</p>
<p>Bagi filosof Thomas Aquinasâ€&#8221;pendahulunyaâ€&#8221;Tuhan bukan hanya Sang<br />
Pencipta, tetapi juga Sang Kebenaran dan Kebaikan itu sendiri.<br />
Artinya, Tuhan adalah dasar segala nilai hidup yang kita sebut â€�baikâ€�,<br />
â€�benarâ€�. Ketika Tuhan â€�dibunuhâ€� oleh Nietzsche, secara etis manusia<br />
kehilangan fondasi kepastian nilai-nilai. Oleh para pengagum<br />
Nietzsche, manusia tidak disebut â€�bingungâ€� (karena telah kehilangan<br />
kepastian nilai-nilai) , tetapi â€�bebasâ€� (karena tidak lagi dikekang<br />
aneka ketentuan Tuhan, hukum moral agama!).</p>
<p>Jalan pikiran ini memiliki imbas eksistensial bahwa manusia lalu<br />
mencari sendiri nilai-nilai yang disebut â€�baikâ€�, â€�benarâ€�, â€�adilâ€�.<br />
Tidak ada rujukan (sebab fondasi rasionalitas, yaitu Tuhan, telah<br />
mati). Pusat pencarian etis beralih dari â€�Tuhanâ€� sebagai penentu nilai<br />
kebaikan kepada â€�diri manusiaâ€� yang bergumul dengan pengalaman<br />
keseharian yang penuh ketidakpastian. Gaya berpikir Nietzschean ini<br />
mengalir kepada filsafat yang meletakkan manusia sebagai existenz,<br />
yang berikutnya disebut filsafat eksistensialisme.</p>
<p>Sartre</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Jean Paul Sartre</span>, filosof Perancis, melanjutkan logika eksistensialis<br />
dengan berkata, manusia adalah dia yang mengada untuk dirinya (lâ€™Ãªtre<br />
pour soi). Artinya, manusia adalah makhluk berpikir, bertindak,<br />
bekerja, bereksplorasi, dan mengambil risiko bagi dirinya. Gambaran<br />
antropologis- metafisik Sartrean ini melukisan model being human dengan<br />
â€�kebebasan absolutâ€�. Namun, manusia bukannya disebut yang<br />
â€�dianugerahiâ€� kebebasan. Menurut Sartre, manusia menjadi makhluk yang<br />
â€�terhukumâ€� dalam kebebasannya.</p>
<p>Orang terhukum umumnya dikekang, dipenjara. Namun, dalam logika<br />
Sartrean, karena manusia tidak bisa menceburkan hidupnya ke dalam<br />
kondisi lain kecuali â€�kebebasannyaâ€�, ia lalu bagai orang terhukum.<br />
Manusia harus mengelola hidupnya dalam kubangan kebebasannya.<br />
Kebebasan adalah keniscayaannya. Ia terbentur-bentur dan jatuh dalam<br />
pengalaman kebebasannya. Logika Sartre iniâ€&#8221; jika ditarik ke wilayah<br />
etisâ€&#8221;wilayah pergumulan nilai-nilai kebaikan dan keburukan,<br />
memproduksi gelombang perspektif baru yang disebut etika libertarian.</p>
<p>Kegilaan</p>
<p>Etika libertarian bukan ilusi. Perspektif libertarian memproduksi<br />
â€�kegilaanâ€� aneka imajinasi, keputusan, dan tindakan yang secara nyata<br />
memorakporandakan tata nilai tradisional kehidupan bersama. Atas nama<br />
libertas, manusia seolah ada dalam ruang kosong eksplorasi dengan<br />
risiko apa saja, termasuk kemungkinan menghina atau menyakiti yang lain.</p>
<p>Dalam logika seorang libertarian, kebenaran dan kekeliruan tidak mudah<br />
dibedakan. Bahkan, keburukan seakan diyakini tampil sebagai cetusan<br />
kebaikan, lagi-lagi â€�atas nama kebebasanâ€�. Tidak ada ruang kehidupan<br />
sehari-hari, termasuk agama, yang tidak bisa dirambah.</p>
<p>Dengan logika semacam inilah, beberapa waktu lalu, dilansir film<br />
vulgar dan sarkastis tentang Tuhan Yesus Kristus yang gay dan komik<br />
seks dengan tokoh Bunda Maria. Kristianitas diinjak-injak. Pun kini<br />
agama-agama mengalami deraan kegilaan yang sama dari para libertarian.</p>
<p>Kartunis Kurt Westergaart dan sineas Geert Wilders adalah sedikit<br />
contoh manusia yang menjadi produk gelombang perspektif etika ini.<br />
Ranah logika kebaikan dan keburukan dalam pikiran mereka benar-benar<br />
absurd dan memicu kegalauan.</p>
<p>Mereka mendeklarasikan kebebasan berbicara, kebebasan berkreasi.<br />
Namun, mereka tidak menghitung nurani manusia lain. Ketika kemodernan<br />
dimaknai jargon kebebasan absolut, kehidupan bersama rentan<br />
manipulasi. Absolutisme adalah diktatorisme. Produk kreativitas yang<br />
menyinggung cita rasa nurani seharusnya dipandang jelas-jelas tidak<br />
fair, karena itu perlu menuai sanksi hukuman.</p>
<p>Naif</p>
<p>Etika libertarian memiliki konsekuensi etis yang amat naif.<br />
Kenaifannya terletak pada konsep banalitas kebebasan. Kebebasan<br />
dimaknai sebagai sebuah â€�pesta poraâ€� yang di dalamnya manusia seakan<br />
dapat menikmati apa saja seenaknya. Konsep kebebasan yang selfish ini<br />
menuai kepuasan semu individual, tetapi menjarah rasa hormat komuniter.</p>
<p>Di lain pihak, â€�kebebasan absolutâ€� para ekstremis yang mengeksekusi<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Theo van Gogh</span> dan melakukan kekerasan apa saja seperti mengancam hidup<br />
<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Ayaan Hirsi Ali</span> dan banyak lagi juga menghancurkan kapasitas<br />
komunikatif rasionalitas manusia, kendati itu dilakukan dengan<br />
motivasi membela kebenaran suci.</p>
<p>Tanpa disadari, pelan-pelan kita terjebak dalam kubangan<br />
keterpecahbelahan. Manusia telanjur memuja eforia kebebasan. Namun,<br />
eforia itu justru menjadi lahan subur munculnya ekstremisme (juga<br />
terorisme). Inilah bumerang libertarian. Manusia seakan de facto tidak<br />
mampu lagi berdialog dan mengomunikasikan kapasitas rasional dan<br />
nurani satu sama lain.</p>
<p>Sungguh memprihatinkan. Peradaban kebersamaan dan solidaritas hidup<br />
manusia yang indah dan memesona terancam tinggal dongeng. Dalam<br />
keseharian, manusia terang-terangan dan sembunyi-sembunyi telah dan<br />
sedang saling mengancam. Itâ€™s painful to be true. Semoga tidak demikian.</p>
<p>Armada Riyanto Dosen Filsafat, Ketua STFT Widya Sasana, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Malang</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arhiefstyle87.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arhiefstyle87.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arhiefstyle87.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arhiefstyle87.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arhiefstyle87.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arhiefstyle87.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arhiefstyle87.wordpress.com&blog=815275&post=42&subd=arhiefstyle87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arhiefstyle87.wordpress.com/2008/04/12/etika-libertarian-naif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33b921d0c64c5cd19ccbeecc563e019f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Arif Keren</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>