Radio yang Tidak Mencerdaskan

•November 7, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh : Arif Wicaksono Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Pada era globalisasi saat ini. Komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan dirinya yakni dari hubungan jaringan hingga pengetahuan. Banyak hasil yang telah dimunculkan. Karya penelitianpun muncul seolah tumbuhnya lumut dimusim hujan.

Media merupakan komponen yang penting dalam memberikan komunikasi kepada setiap orang baik yang berada di ujung belahan dunia maupun yang disamping kita. Media juga diartikan sebagai wadah dalam penyampaian informasi. Selain itu, media dibagi menjadi beberapa jenis yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak mencakup surat kabar, majalah, tabloid dan lain sebagainya. Media elektronik meliputi televisi dan radio.

Radio merupakan revolusi di bidang telekomunikasi, sebelumnya komunikasi dilakukan melalui telepon dan telegraf yang di hubungkan melaui kabel, sedangkan melalui radio komunukasi wireless (tanpa kabel) dapat dilakukan. Radio seperti penemuan yang lain ditemukan melalui berbagai eksperimen dari banyak orang.

Pada tahun 1800, seseorang Profesor dari Universitas Princeton yang bernama Yoseph henry dan seorang fisikawan inggris yang bernama Michael Faraday bereksperimen dengan elektromagnet, dan menemukan teori induksi. Pada tahun 1864, James Clark Maxwell, seorang fisikawan Inggris yang lain, mencoba mengembangkan teori induksi yang dihubungkan dengan kecepatan cahaya. Bunyi teori maxwell adalah : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaiknya perubahan medan listrikpun akan dapat menimbulkan medan magnet.

Akan tetapi maxwell belum dapat membuktikan hipotesanya selama hidupnya. Orang yang pertama kali menguji hipotesa. Maxwell mengenai gelombang elektro magnetic ini adalah Heinrich hertz, seorang fisikawan Jerman. Ia berhasil membuktikan teori Maxwell pada tahun 1880, dengan menggunakan kumparan Ruhmkorf. Pada tahun 1895, Guglielmo marconi, seorang penemu dari Italia, mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada (tentang elektromagnetik) dengan idenya sendiri. Ia adalah orang pertama yang mengirimkan sinyal radio melalui udara. Ia menggunakan gelombang elektro magnetic untuk mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebihdari 1,5 Km.

Televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

Radio memiliki karakteristik yang berbeda dengan media elektronik lainnya. Ini dapat dilihat dari kemampuannya untuk menciptakan panggung teater dalam imajinasi setiap pendengarnya. Radio dapat berbicara langsung dengan pendengar. Radio memiliki ‘positioning’ bagi pendengar mereka di antara radio lainnya. Pada saat terjadi sebuah peristiwa, radio dapat menyampaikannya kepada pendengar secara langsung dari lokasi peristiwa berupa Reportase.

Radio dalam pelaksanaannya lebih murah. Dapat selalu menjaga stabilitas aktivitas. Lebih luas dalam jangkauannya apalagi didukung dengan satelit serta dapat didengar serentak.

Di samping itu, radio memiliki kelemahan. Radio hanya dapat menampilkan audio saja. Media pelengkap dalam aktivitas. Selintas dalam menampilkan serta ketidakmampuan secara detail dalam menyampaikan segala informasi.

Pada tahun 60-an radio memegang peran penting dalam perkembangan pendidikan kita. Program yang diberikan memiliki kualitas edukasi yang tinggi. Selain itu, radio memiliki fungsi yang sangat strategis.

Dalam perkembangan saat ini radio sudah berubah fungsi yang pada hakekatnya radio memiliki peran seimbang dalam menampilkan hiburan, edukasi dan informasi. Namun, pada saat ini kita dapat mendengar sebagian besar radio khususnya pada radio swasta. Radio swasta tidak dapat menyeimbangkan antara hiburan, edukasi dan informasi. Mereka lebih memprioritaskan hiburan yang lebih banyak prosentasenya ketimbang edukasi dan informasi.

Radio sebagai sarana pendidikan sangatlah penting dalam pengembangan bangsa ini. Dalam pembukaan UUD’45 telah jelas diungkapkan tujuan bangsa kita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu,upaya pembelajaran sepanjang hayat telah diamanatkan didalam Tap MPR Nomor : II/ MPR/ 1988. Disebutkan, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah. “. Retno Sri Ningsih Satmoko (1999:65).

Namun,hal ini belum terpenuhi malahan menjadi penurunan dari nilai yang ada. Program yang diberikan semuanya hiburan tidak ada yang memprioritaskan pendidikan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan siapa yang berkuasa maka dia berhak mengatur semuanya.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat memberikan sebuah apresiasi karya. Radio merupakan karya yang sangat strategis. Dimanapun dan kapanpun serta siapapun radio dapat diakses. Mari kita bersama membangun dan memperbaiki program radio yang telah ada kemudian disesuaikan dengan tujuan pendidikan kita.

Darmanto, 2005. Himpunan Materi Pelatihan Bidang Radio Siaran. Yogyakarta: DEPKOMINFO-BPPI wilayah IV Yogyakarta.

A, Darmanto, 2008. Produksi Program Audio.

Panuju, Redi, 2005. Nalar Jurnalistik: Dasarnya Dasar Jurnalistik. Bayumedia Publising.

Harian Suara Merdeka edisi 13 September 2005

http://dlibrary.tifafoundation.org/download/download.php?dlid=50

http://kurtek.upi.edu/media/sources/2-%20klasifikasi%20media.pdf

http://mbeproject.net/siaran.html

http://wrm-indonesia.org/content/view/835/3/

http://v3.bhawikarsu.net/article_read.asp?id=116

Upaya Peningkatan Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar

•November 7, 2008 • 1 Komentar

Oleh : Arif Wicaksono Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

BAB I

PENDAHULUAN

Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Seperti yang dilakukan oleh ibu Hariyati melakukan praktek mengajar mata pelajaran IPS di SDN Kalisalak II Kebasen. Salah satu kegiatannya adalah siswa diajak ke warung dekat sekolah, dengan menanyakan berbagai jenis barang, harga beli dan harga jual. Selain itu, belajar dari sesama teman juga memiliki makna lebih besar sebab siswa lebih mudah memahami bahasa dan isyarat yang diberikan oleh temannya. Lewat kegiatan berkelompok pula siswa memperoleh berbagai hal yang sulit didapatkan pada saat belajar sendiri, seperti sikap mau menghagai orang lain, sikap mau menerima orang lain, bekerja sama, dan sikap menikmati hidup bersama orang lain.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca masyarakat serta sebagai sumber belajar bagi masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya. Dilihat dari sisi pelayanan, TBM masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka, koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan TBM dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, maka diperlukan TBM yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.

Banyaknya sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan fungsi pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan, dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.

BAB II

Kajian Teori

1. Teori Sumber Belajar

Secara tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku paket. Padahal sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di masyarakat sangat banyak. Sangat di sayangkan berbagai sumber belajar disekitar kita yang berlimpah-limpah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sumber belajar tradisional adalah guru dan buku teks, dan untuk banyak guru (dan dosen) ini masih adalah cara utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja sumber belajar itu? Tentu saja bukan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa, alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi sebaga sumber belajar.

Menurut konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.

Itu semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.

Suatu lembaga pendidikan tinggi tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para dosen dan para mahasiswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

2. Pusat Sumber Belajar

Menurut Tucker (79) pusat sumber belajar didefinisikan dengan istilah media center, dengan pengertian bahwa suatu departemen yang memberikan fasilitas pendidikan, latihan, dan pengenalana melalui produksi bahan media (transparansi overhead, slide, filmstrip, videotape, dll) serta memberikan pelayanan penunjang (seperti sirkulasi peralatan audiovisual, penyajian program-program video, pembuatan katalog, dan pemanfaatan pelayanan sumber-sumber belajar pada perpustakan. Pusat Sumber Belajar bertugas untuk menyediakan sarana dan media pendukung bagi kegiatan belajar mengajar seperti yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Salman Al-Farisi, yakni seperti pengadaan alat peraga yang efektif bagi kegiatan belajar mengajar (KBM), pengadaan media promosi dan publikasi, dan lain sebagainya.

3. Perpustakaan

Menurut Sulistyo (1991)perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.

BAB III

Pembahasan

Peningkatan Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar

Upaya untuk menghidupkan dan mengembangkan perpustakaan sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya tugas pengurus/anggota perpustakaan dan institusi terkait, melainkan kita semua karna intinya usaha bersama menjaga atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Serta merevisi atau mengkaji ulang tujuan dari perpustakaan, untuk mengintensifkan perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.

Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence (layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna.

Bukan hanya pemimpin tetapi semua pengelola atau pegawai perpustakaan harus berani menampilkan “wajah baru” atau “gerakan baru” dalam arti berani melakukan terobosan baru dan paradigma baru yaitu dapat mengubah persepsi masyarakat/akademis dari perpustakaan identik dengan buku menjadi perpustakaan identik dengan informasi.

Ketergantungan pada seorang pemimpin perlu ditinggalkan dan bergerak menciptakan kreatifitas atau inovasi yang sistematis. Pimpinan pusat (lembaga) tentunya membuka pintu yang lebar kepada semua bawahannya untuk menentukan kebijakan dalam menciptakan keratifitas untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan.

Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan masyarakat juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam masyarakat (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat/akademis dan menjadi perpustakaan yang mampu bersaing.

Sehubungan dengan ini kemampuan pustakawan, idealnya perlu adanya Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI yang terakreditasi sehingga dapat menetapkan sertifikasi untuk standar kompetensi tertentu bagi pustakawan Indonesia agar berdaya saing tinggi dan akreditasi perpustakaan.

Kemudian adanya Undang-undang tentang Perpustakaan yang meliputi :

- Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)

- Petugas tata usaha perpustakaan (unsur pembantu pimpinan)

- Unsur pelaksana yang terdiri atas:

a) Petugas pengadaan/pengolahan bahan pustaka,

b) Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi),

c) Petugas penyuluhan/pemasyarakatan, dan

d) Petugas penelitian dan pengembangan

Dengan adanya undang-undang tentang perpustakaan khususnya unsur pelaksana yang terkait dengan petugas penyusluhan, penelitian dan pengembangan lebih ditekankan sehingga dapat menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Serta menganalisa bagaimana usaha atau jalan untuk lebih meningkatkan perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.

BAB IV

Penutup

Kesimpulan

Perpustakaan bukan hanya miliki satu lembaga melainkan milik kita semua. Setiap perpustakaan harus dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Dalam pengelolaan dapat menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Membuat hubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar perpustakaan tersebut.

Saran

Untuk meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Daftar Pustaka

AECT. 1997. The Definition of Educational Technology. Washington: AECT

Budhiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta

Mudhoffir. (1986). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muhtadi, Ali. 2005. Managemen Sumber Belajar ‘Buku Pegangan Kuliah’. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Wirojoedo, Soebijanto. 1986. Perencanaan Pendidikan’Buku Pegangan Kuliah’. Yogyakarta : CV. Kaliwangi

Pujiriyanto. 2005. Otomasi Perpustakaan. Yogyakarta : FIP UNY

Seels, Barbara B & Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya (terjemahan oleh Yusuf Hadimiarso, dkk). Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Yogyakarta

http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=30740

http://www.karangturi.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=59

http://www.ung.ac.id/web/lp3/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=16

http://lib.unair.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=152&Itemid=252

PERUBAHAN

•Juli 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Didalam dunia ini semua pasti berubah, saya, anda, lingkungan, bisnis, negara, semua tiada yang akan luput dari suatu perubahan. Perubahan bisa terjadi secara alami atau direncanakan. Perubahan tak bisa ditolak,  Siapapun yang menolak akan semakin tertinggal. Waktu adalah faktor yang dapat merubah kita, Waktu adalah berbanding lurus dengan proses perubahan , tiap detiknya merupakan hal yang berbeda yg berlaku pada setiap hal. Tidak dapat dipungkiri, semuanya akan berubah.. baik bentuk, sifat, perilaku, rasa, semuanya adalah hal yang akan berbeda dari waktu ke waktu.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa banyak orang tidak mau / takut berubah? Saya mencatat setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya.

- karena perubahan tidak selalu mengenakkan. Anda akan mengetahui langsung hal ini dengan sebuah latihan kecil. Cobalah untuk menuliskan nama Anda dengan menggunakan tangan yang tidak biasanya Anda gunanya. Misalnya jika Anda biasa menggunakan tangan kanan, sekarang gunakan tangan kiri. Tentu sangat tidak nyaman.

- perubahan adalah sebuah proses yang penuh pengorbanan. Untuk itu diperlukan waktu, ketekunan dan kesabaran. Bukan sesuatu yang instant! Terkadang baru bertahun-tahun kemudian kita bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan.

- perubahan bisa menjadi sumber konflik baru. Ini lazim terjadi dalam sebuah organisasi yang mengadakan perubahan besar-besaran (misalnya restrukrurisasi) yang pada akhirnya berdampak pada berbagai segi kehidupan organisasi. Misalnya PHK (pemutusan hubungan kerja) atau ketidakpuasan akibat mutasi kerja.

Meski banyak manusia yang membenci perubahan namun mau tidak mau haruslah diakui bahwa perubahan adalah sumber kemajuan. Lantas, timbul pertanyaan, perubahan seperti apa yang bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan? Jawabannya jelas, perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Sayangnya, banyak orang yang selalu bersuara agar orang lain berubah namun mereka sendiri enggan untuk berubah.

lalu bagaimana tentang bagaimana cara kita untuk berubah, yaitu:

1.Jujur terhadap kesalahan diri
Kalau kita terus-terusan ngasih apologi terhadap kesalahan diri, kapan bisa berubahnya dong? Kadang kita perlu juga lho ngasih ‘pelajaran’ atau hukuman buat diri sendiri kalau kita melakukan kesalahan.

2. Merubah  cara berpikir kita.
Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita, hal ini memang berat untuk dilakukan apa lagi jika keyakinan itu sudah melekat selama bertahun-tahun. bahwa perubahan diri selalu dimulai dengan perubahan pola pikir. Hanya saja, saya perlu mengingatkan sekali lagi bahwa perubahan tidak selalu menyenangkan. Bahkan kalau suatu proses perubahan itu terasa mulus dan sangat enak, bisa jadi itu bukan perubahan. Perubahan selalu menuntut pengorbanan namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kehidupan yang lebih baik.

3.Miliki cermin diri
Cermin diri ini bisa kita dapatkan dari orang yang terdekat dengan kita. Orang terdekat dengan kita pastinya tahu lah kebiasaan-kebiasaan kita, mulai yang baik-baiknya sampai yang jelek-jeleknya.

4. Manfaatkan orang yang membenci kita
Kita bisa memanfaatkanucapan- ucapan pedas orang yang membenci kita tentang keburukan kita. Jadi jangan marah, tapi jadikan itu rujukan buat kita introspeksi diri, siapa tahu memang keburukan itu ada di diri kita, tinggal hasilnya dievaluasi.

5. Sering bersillaturrahim (berkumpul) dengan orang yang lebih baik dari kita
Ini sih semua juga tahu. Kalo kita gaulnya sama orang yang lebih baik dari kita,  kita jadi  termotivasi supaya kita juga bisa sebaik bahkan lebih baik dari dia

6. Pelajari fenomena di sekitar kita
Seperti disebutkan tadi, kehidupan di sekitar kita kan melaju terus. Nah, kita perlu jeli mempelajari fenomena apa saja yang terjadi di sekitar. Dari situ kita bisa tahu ‘perilaku dunia’, so kita bisa ancang-ancang merancang strategi perubahan diri yang jitu

respon atas perubahan juga tergantung banyak hal.  yang tidak berubah adalah bagaimana cara mereka merespon perubahan itu.  cara mereka tertawa, cara mereka berdiam, dan antusiasme. hal itu saya dapat dengan banyak mengamati orang. Mengamati bagaimana mereka merespon kejadian-kejadian.  semakin mereka berkomentar, semakin menarik untuk saya perhatikan, hal tersebut saya lakukan untuk mengambil hikmah dari respon lingkungan terhadap suatu perubahan.EA

Mahatma Gandhi pernah mengatakan “You must be the change you want to see in the world.” – Anda sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang Anda inginkan terjadi dalam dunia ini. Perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Janganlah mengharapkan perubahan dari dunia luar. Janganlah menunda perubahan diri hingga dunia berubah. Coba perhatikan, dunia ini senantiasa berubah. Diri Anda saja yang tidak ikut berubah. Maka, Anda menciptakan konflik antara Diri Anda dan dunia ini.

Sebagian besar orang menginginkan perubahan, perubahan dari yang tidak baik menjadi baik seperti halnya kedamaian, kebahagiaan, ketentraman, dan kesejahteraan. Sebenarnya hanya perubahan yang positiflah yang bisa menciptakan atau membangun diri kita. Perubahan negatif tidak berfungsi. Inilah sebabnya manusia merasakan banyak penderitaan pada dirinya sendiri yang berada pada posisi kehidupan negatif. Perubahan yang terpenting yang sebenarnya harus kita rubah adalah diri sendiri. Siapkah kita untuk dapat berubah karah lebih baik… Semoga, Tulisan ini juga sebuah momentum mengingatkan diri saya sendiri dan sahabat semua agar siap dan mau berubah ke arah yang lebih baik. Saran Dan kritik dapat di kirim langsung ke erwinarianto@ gmail.com

“Perubahan Bukan untuk di takuti, tapi Perubahan untuk di lakukan”

“Anda Adalah Orang yang Beruntung, Jika Setiap Waktu Anda Bisa Berubah Ke Arah Yang lebih Baik”

Depok 1 Juli 2008
http://erwin- arianto.blogspot .com/2008/ 07/perubahan. html

Adakah orang yang Akan Mendoakan Kita?

•Juli 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.


Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu” .

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,”Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, ” Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,”Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. “

“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. “

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain… Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang dan terangilah hati kami sekarang…! !!”.  Kirim ke 10 orang, lihat keajaiban malam ini.  Tolong jangan di hapus, ini benar2 terjadi !!!!!

Top Tips Menjadi Jurnalis

•Juni 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jika anda sedang berusaha mendapatkan pekerjaan di sebuah media perhatikan apa yang mereka perhatikan dari lembar lamaran dan CV anda. Berikut tips dari Anita Syvret, editor Gloucestershire Echo:

1. Pengejaan yang sempurna – jika seorang jurnalis tidak merasa terganggu untuk mengeja dengan benar ketika mereka berusaha mendapatkan sebuah pekerjaan, mereka tidak akan perduli setelah mereka mendapatkan pekerjaan tersebut.

2. Sebutkan nama dengan jelas. Ini bukan masalah kesombongan – ini masalah keakuratan.

3. Cari tahu nama editor atau orang yang akan mempekerjakan anda, ini bukan pekerjaan yang sulit bagi yang ingin menjadi jurnalis investigatif. Lamaran yang ditujukan kepada ‘YTH bapak/ ibu’ biasanya langsung disingkirkan.

4. Hobi (yang ada di CV): seorang jurnalis tanpa hobi lain tidak akan menjadi jurnalis yang baik jika mereka tidak tertarik pada sesuatu di luar media.

5. Sentuhan manusiawi – banyak jurnalis yang membaca media-media yang berat dan serius dan ogah untuk tahu opera sabun atau sinetron walaupun pendengar/penonton kita menyukai tontonan tersebut.

6. Surat lamaran yang menarik – cerita paling menarik yang bisa dibuat seorang pelamar adalah kisah hidup mereka. Jika mereka tidak bisa membuat diri mereka sendiri menarik, maka tidak ada harapan mereka bias membuat hidup orang lain menarik.

7. Tidak ada taktik menipu – para pelamar yang berdandan supaya terlihat menarik di poster sangat membosankan.

8. Pengetahuan lokal – jurnalis yang tumbuh besar di daerah yang mereka liput itu seperti serbuk emas.

9. Editlah surat lamaran anda—paling tidak enam kali

Apa yang dilihat dari anda sewaktu

wawancara:

•Kepribadian

•Kepribadian

•Kepribadian

•Kuku yang bersih

Sumber: http://www.holdthefrontpage.co.uk

Mengapa Enggan Menjual?

•Juni 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Tuesday, June 24th, 2008

Saya patut bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang sukses. Salah seorang sukses tersebut memberitahu saya bahwa seburuk-buruknya pebisnis ialah pebisnis yang tidak mau atau enggan menjual. Suatu penyataan “aneh” namun suatu kenyataan. Disebut aneh karena yang namanya bisnis pasti menjual. Disebut kenyataan karena memang masih banyak orang yang enggan menjual. Mengapa enggan menjual?

Jadi Optimis Sekarang Juga!

Jika menjual itu harus tetapi masih enggan menjual, artinya keengganan ini adalah suatu penyakit dan perlu disembuhkan. Kabar buruknya, banyak yang mengidap penyakit ini. Kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentu saja untuk menyembuhkan suatu penyakit, kita perlu mendiagnosa terlebih dahulu. Kembali kepada pertanyaan “mengapa enggan menjual?” Berikut adalah beberapa penyebab umum mengapa enggan menjual

  1. Takut ditolak. Ini adalah penyebab paling utama. Nanti saya akan memberikan resep untuk mengatasi penyakit ini, dan Anda mungkin kaget dengan resep yang akan saya berikan.
  2. Citra Diri yang negatif. Mungkin Anda pernah mendengar dengan sebutan kurang PD atau percaya diri. Bagaimana cara mengatasinya?
  3. Salah persepsi tentang menjual. Menjual adalah pekerjaan mulia, jika Anda masih enggan menjual berarti Anda masih memiliki salah persepsi tentang menjual. Rasulullah saw, istri beliau, dan para sahabat adalah para pedagang yang notabene selalu menjual.

Obat yang pertama, bagi Anda yang takut ditolak, ialah Anda cukup mengatakan kata-kata ajaib ini sebelum dan sesudah menjual:

  • So what gitu lho?
  • Emang gue pikirin
  • Alhamdulillah, semakin dekat dengan pembeli
  • Alhamdulillah, saya mendapatkan hikmah

Sesederhana ini? Betul, cukup sederhana. Silahkan dicoba.

Obat kedua, bagi orang yang tidak percaya diri atau citra diri negatif. Hal ini dikarenakan keyakinan yang salah pada dirinya. Untuk mengatasinya ialah harus mengubah dan meningkatkan keyakinan positif. Bukan hanya keyakinan terhadap dirinya tetapi keyakinan yang lengkap. Saya menyebutnya dengan 3 dimensi keyakinan, yaitu keyakinan kepada Allah, bahwa Allah akan menolong dan membantu. Keyakinan kedua ialah keyakinan pada diri sendiri, bahwa Allah telah memberikan potensi yang luar biasa kepada setiap manusia, dan yang ketiga ialah keyakinan bahwa tujuan bisa kita raih. Untuk selengkapnya bisa Anda baca pada ebook saya Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami.

Obat ketiga ialah obat bagi mereka yang masih salah persepsi terhadap menjual. Banyak orang yang memiliki image negatif terhadap penjual. Karena menganggap negatif kepada penjual lain, maka kita tentu tidak akan mau menjual karena takut dianggap negatif juga. Ini karena salah persepsi terhadap menjual. Banyak orang yang menganggap bahwa yang namanya menjual ialah suatu usaha untuk mendapatkan uang dari orang lain.

Memang benar, banyak penjual yang tujuannya semata demi uang. Yang penting bagaimana dia bisa mendapatkan uang. Namun, marilah kita kembalikan makna sebenarnya tentang menjual. Menjual adalah suatu proses pertukaran nilai. Saat Anda menjual sesuatu, artinya Anda sedang menawarkan suatu nilai atau manfaat kepada orang lain dengan sejumlah uang tertentu. Dengan demikian jika seseorang membeli produk atau jasa dari Anda, Anda tidak merasa berdosa sebab Anda memberikan sesuatu yang bernilai bagi pelanggan Anda.

Jika Anda tidak takut ditolak atau memiliki percaya diri yang tinggi, tetapi masih ragu menjual, periksalah produk ata jasa Anda. Apakah Anda yakin akan memberikan nilai yang sesuai atau lebih besar dari uang yang Anda terima? Jika ya, maka tidak alasan untuk enggan menjual. Jika jawabannya tidak, maka inilah penyebab keengganan menjual. Jika Anda tidak yakin dengan produk atau jasa Anda, maka tingkatkan nilai produd atau jasa Anda. Jika tidak bisa, maka berhentilah menjual produk atau jasa tersebut.

Jika perlu, lupakan “menjual”. Gantilah dengan “melayani”. Atau gantilah dengan “membantu”. Tentu Anda tidak bisa berpura-pura menjual produk atau jasa yang tidak bermutu dengan dalih melayani atau membantu karena pikiran bawah sadar Anda akan menolaknya. Kunci utama dalam melayani atau membantu ialah memberikan nilai yang melebihi (setidaknya sama) dengan uang yang Anda terima. Inilah salah satu rahasia menjadi orang kaya.

Sekali lagi:

Berikan nilai melebihi uang tunai yang Anda terima.

Jika Anda sudah menjadikan kalimat ini sebagai moto hidup Anda atau moto bisnis Anda, maka menjual menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, saat Anda menjual, pikiran bawah sadar Anda berkata bahwa Anda sedang berkontribusi positif kepada orang lain.

http://www.rahmatst.info/mengapa-enggan-menjual/

Agama Solusinya…..

•Juni 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam rutinitas kehidupan saat ini terkadang saya melihat hidup yang sudah tidak manusiawi lagi, atau orang menyebutnya jaman yang sudah gila. Sebenarnya manusia melakukan pembangunan, revolusi, evolusi semua menuju suatu kehidupan yang lebih baik. Tapi saat ini yang terjadi adalah pengerusakan yang dilakukan secara gotong-royong.

Sungguh menyedihkan melihat situasi seperti ini, terutama di kota besar semua orang berlomba untuk mencari materi, kekayaan, kesuksesan, semua saling bersaing tidak sehat saling menjatuhkan sungguh tindakan yang kurang terpuji.

Kenapa saat ini kejadian seperti yang saya gambarkan di atas terjadi, karena saat ini manusia cenderung mengesampingkan nilai-nilai agama, manusia hidup dalam keadaan mengikuti egonya sendiri-sendiri.

Agama dalam pembahasan etimolog atau tata bahasa yaitu A = tidak dan gama=kacau, yang secara keseluruhan berarti tidak kacau. Tetapi saat ini kita sering mengesampingkan peranan agama dengan kehidupan sehari-hari.

Agama adalah kontrol yang baik dalam mengendalikan kelakuan manusia yang cenderung melupakan norma-norma. yang ada. Agama adalah alat kontrol diri kita membuat kehidupan lebih baik. Karena semua agama yang ada mengajarkan tentang kebaikan.

Saat agama tidak ada dalam kehidupan kita, diri kita menjadi tidak terkendali, kita tanpa agama dan rasa keimanan terhadap Tuhan, manusia akan bertindak seperti hewan, dapat kita lihat contoh dimana seorang anak dapat membunuh orang tuanya, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan tindakan brutal yang tidak manusiawi lainnya.

Hampir setiap hari dalam acara berita kriminal, tindak kriminal yang semakin sadis, dan tidak terkendali, manusia adalah makhluk itu adalah ajaran yang diterapkan dalam agama, dan sebagai makhluk yang harus bertaqwa dan mengabdi kepada dzat pencipta, sebagai bentuk pengabdian mahkluk kepada Tuhannya.

Tujuan adanya agama adalah menciptakan kehidupan yang lebih baik antara hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Menurut pengamanatan saya, seorang yang taat beragama memiliki kepribadian yang menyenangkan, dan dapat menjalani hidup dengan lebih baik, tenang, dan terarah. Dan kecenderungan orang yang beragama untuk menggapai sukses dan kebahagian hidup lebih besar. Karena mereka memiliki keyakinan yang kuat, dan memiliki faktor pendorong atau motivasi yang lebih baik.

Dibanding dengan seorang yang melupakan agama, mungikin hidupnya memilikii semua kebutuhan hidup, tetapi belum tentu mereka memiliki kebahagiaan, orang yang jauh dari agama akan terus merasa kekosongan diri.

Dalam keadaan saat ini dalam kehidupan yang lebih keras, dalam kehidupan materalistik, mari kita menanamkan kembali nilai-nilai dan norma-norma agama dalam diri kita untuk mencapai mencapai kesuksesan kehidupan di dunia….

” Agama adalah obat dari segala penyakit social saat ini, dan solusi dalam kekacauan hidup kita”

Dalam perenunganku, mencari obat untuk masalah sosial saat ini

Cikarang, 26 Oktober 2007, 14:21

Erwin Arianto

http://erwin- informasi. blogspot. com/2008/ 06/agama- solusinya. html

Menjadi negosiator

•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa waktu ini saya di kantor bergabung dalam tim negosiasi penawaran Scrap dan Tim Negosiasi penyelesaian penyewaan dan penyelesaian perbaikan gudang setelah selesai disewa. Dengan bergabung dengan tim negosiasi ini sangat menyenangkan untuk dapat mempelajari beberapa hal tentang cara-cara bernegosiasi.

Negosiasi adalah suatu proses atau metode antara dua orang atau dua kubu untuk mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama, kompetisi atau penyelesaian sesuatu hal, atau dalam bahasa singkat saya negosiasi dapat diartikan sebagai proses tawar-menawar untuk meloloskan keinginan kita untuk mencapai kesepakatan. Negosiasi sesungguhnya merupakan unsur yang penting dalam menentukan tingkat suksesnya aplikasi program bagi sebuah organisasi

Dalam negosiasi tahapan singkat yang kita lakukan adalah sebagai berikut
1. Perkenalan dan basa-basi lainnya, semisal apa kabar? gimana hari ini? perusahaannya makin mantap saja.
2. Menyampaikan keinginan
3. tawar-menawar (Negosiasi)
4. mencapai keputusan
5. Deal (keputusan akhir)
Dan hasil dari negosiasi bisa berupa kemenangan di kedua belah pihak, ada yang untung dan ada yang rugi, atau rugi kedua pihak malah, atau negosiasi itu tidak memberikan hasil apapun.

secara substansial negosiasi hampir sama pengertiannya dengan bargaining process, Dalam bargaining Process ada satu hal yang sulit dilepaskan didalamnya, yakni menyangkut Human Relationship atau hubungan antar manusia. Dalam konteks hubungan antar manusia inilah dalam negosiasi sesungguhnya membutuhkan semacam Relationship Intellegence atau kecerdasan hubungan. yang dimaksud Relationship Intellegence  meniscayakan dua hal penting, yakni memiliki
(1) paradigma hubungan
(2) keterampilan hubungan.
Paradigma hubungan yang dimaksud adalah bahwa dalam hubungan antara manusia termasuk dalam negosiasi meniscayakan adanya semangat, moralitas, dan budaya. Sementara keterampilan hubungan menyangkut keterampilan komunikasi yang meliputi keterampilan mendengarkan secara aktif, menghargai sesama negosiator, dan keterampilan memanaj gagasan.

Ada beberapa persiapan dasar yang harus dilakukan dalam menjalankan negosiasi yang berhasil. Persiapan tersebut antara lain ;
(1) memahami apa tujuan yang kita ingin capai
(2) menguasai materi negosiasi,
(3) mengetahui tujuan negosiasi,
(4) menguasai keterampilan –keterampilan tehnis negosiasi yang didalamnya menyangkut keterampilan komunikasi.

Dalam melakukan negosiasi yang kita harus lakukan adalah membuat strategy yang memuluskan kita mencapai yang kita ingin kan dengan cara negosiasi agar negosiasi berjalan sukses.  strategi penting dalam negosiasi,
(1) untuk menarik empaty sesama negosiator, seorang negosiator harus memiliki sikap saling menghargai. Jangan meremehkan antar sesama negosiator.  Jika sikap saling menghargai antar negosiator terbangun maka separuh dari target negosiasi sudah tercapai.
(2) untuk mensukseskan tujuan negosiasi sang negosiator harus pandai membuat komitmen untuk mengikat sasaran negosiasi.
(3) untuk bisa membuat komitmen diperlukan kemampuan argumentasi (rasionalitas) yang baik.

* Memilih Tim Negosiasi

Kadang dalam tahap negosiasi kita memerlukan pembentukan sebuah tim negosiator, lalu apa yang perlu di perhatikan dalam pembentukan tim negosiator. Komposisi tim negosiasi sangat penting bagi keberhasilan negosiasinya. Tidaklah mudah untuk memilih dan membentuk tim negosiasi dengan pengetahuan, keterampilan, keahlian finansial dan temperamen yang tepat untuk dapat mencapai kesepakatan kontrak yang mewakili kepentingan terbaik dari semua pihak, serta sesuai dengan persyaratan dalam proyek dan kebijakan yang berlaku.

Terdapat dua fase dalam Proses Diagram Perencanaan Negosiasi. Dua fase tersebut adalah:
Fase I: Memilih Dan Membentuk Tim Negosiasi
Fase II: Mengembangkan Rencana Negosiasi

Dalam fase pertama Diagram Perencanaan Negosiasi ini, pihak-pihak yang terlibat dalam manajemen pembelian dan pemasokan harus mengerti cara untuk:

1. Memilih anggota tim negosiasi yang tepat dari berbagai anggota potensial yang memiliki keterampilan beraneka ragam.
2. Memilih aturan dasar dan tujuan untuk mendapatkan manajemen tim yang efisien dan efektif.

Terdapat beberapa faktor penting untuk dipertimbangkan saat memilih tim negosiasi yang tepat:

• Mengembangkan tim yang kecil atau besar
• Memahami peran masing-masing anggota
• Memahami keterampilan masing-masing anggota
• Melibatkan manajemen senior

cara bagi tim untuk meningkatkan peluang beroperasi secara efisien dan efektif adalah dengan menetapkan aturan dasar bagi tim.

Para anggota tim harus sepakat untuk mematuhi aturan dasar yang berlaku, yang menuntut hal-hal sebagai berikut:
• Kontribusi dan persiapan masing-masing anggota untuk pertemuan tim
• Kehadiran dan keterlambatan
• Membicarakan kinerja anggota tim yang tidak baik
• Penugasan peran dan tanggung jawab, serta pembagian tugas kepemimpinan
• Proses pembagian informasi dan pengambilan keputusan dalam pertemuan tim
• Siapa yang harus hadir dalam pertemuan tim dan kerahasiaan hasil diskusi tim
• Tim harus mempunyai tujuan dan objektifnya sendiri yang terpisah dari tujuan negosiasi

* Tips yang harus anda ingat sebagai seorang negosiator

1.Pengetahuan Pangkal Kekuatan
Pada tahap persiapan, pelajari semua yang dapat Anda lakukan pada situasi ini,pokok yang dipersoalkan, selidiki apa konsekuensi yang ditanggung pihak lawanjika mereka gagal mencapai kesepakatan.

2. Jangan pernah menganggap bahwa anda dapat menerka bagaimana suatu peristiwa akan berlangsung, atau mengira anda langsung tahu apa yang diinginkan pihak lain, atau menduga reaksi mereka. Selalu ada yang tak terduga

3. Jangan takut bertanya,
agar pihak lain mengatakan “tidak” dari mulut mereka sendiri. Kalau anda bertanya, anda juga harus siap untuk memberi jawaban bila lawan bicara anda bertanya

4. Pertimbangkan Semua Kemungkinan
Kita hampir selalu dalam keadaan melakukan negosiasi. Kadang-kadang kita menyadarinya, dan kadang-kadang tidak. Keuntungan selalu diraih pihak yang pertama kali menyadari pilihan-pilihan yang tersedia.

5. Berusaha Mencari Jalan Tengah.
Ketika kedua pihak bersikukuh pada pendapat yang saling bertentangan, anda membutuhkan banyak waktu hanya untuk membangun suatu kesepakatan sederhana, dimana kedua pihak hanya bergeser sedikit dari pendapat mereka semula. Namun sebaliknya, jika anda berhasil mendekati jalan tengah, dimana terdapat berbagai gagasan dan pendekatan, maka ruang gerak anda menjadi lebih leluasa. Bagi seorang negosiator, ruang gerak itu merupakan yang optimal, tempat anda dapat menggali berbagai kemungkinan.

6. Tulis Rencana Anda
Sebelum anda memasuki suatu negosiasi, buatlah rencana tertulis. Diskusikan dengan rekan . Lakukan penyesuaian jika situasi berubah, simpan itu dalam ingatan anda. Rencanakan untuk Menang Persiapan efektif membutuhkan informasi menyeluruh, membuat pilihan,mengembangk an pilihan.

7. Rumuskan Tujuan
Jika anda tidak tahu apa yang ingin didapatkan, anda juga tidak tahu bila sasaranitu sudah berada di tangan. Jika anda tidak tahu kemana tujuan anda pergi, anda akan tidak pernah sampaipada tujuan anda

8. Mendengarkan
Anda belajar dengan cara mendengarkan, bukan dengan berbicara. Anda sudah tahu apa yang akan Anda katakan; Anda tidak tahu apa yang akan anda dengar.Pengetahuan didapat dengan mendengarkan.

9. Rendah Hati
Berlakulah seolah Anda menghadapi negosiator profesional yang lebih pandai dari Anda, juga ketika mereka bertindak bodoh.Jika Anda menghadapi amatir, tetap berhati-hati dan bersikap diplomatis.

10. Tetap Luwes
Jangan Kaku Hindari situasi dimana Anda harus mempertahankan agar suatu tuntutan khususdipenuhi seutuhnya. Dalam keadaan yang luar biasa sekalipun, dimana Anda harus membela suatutuntutan vital yang tidak bisa ditawar, jangan kemukakan fakta tsb. Kalau lawan menyadari hal itu, mereka akan bersikeras, dan tuntutan Anda harus dibeli dengan mahal.

11. Simpan yang Terbaik Untuk yang Terakhir
Delapan puluh persen konsesi yang dihasilkan dalam suatu negosiasi dicapai pada fase terakhir, bahkan sering terjadi pada batas waktu terakhir.

Salah satu syarat sukses bernegosiasi adalah kemampuan berbicara, termasuk intonasi dan teknik berbicara. Intonasi suara tidak perlu sengaja dibuat tinggi supaya tampak meyakinkan. Salah-salah justru bisa membuat pihak lain merasa terintimidasi dengan ucapan Anda. Namun, jangan pula terlalu pelan, sebab bisa jadi ucapan Anda tidak dianggap serius oleh lawan bicara.

Biarkan dulu kentang yang panas mendingin sebelum Anda mencoba untuk mengambilnya, negosiator terhebat bukanlah orang yang menyapu semua makanan yang ada dimeja, melainkan perunding yang berhasil mencapai misinya,  dimana Kedua pihak saling berusaha untuk memahami dan bekerjasama untuk memperoleh solusi yang memuaskan dan pihak lawan tetap bersedia bertemu lain hari untuk menegosiasikan hal lain.

Erwin Arianto <erwinarianto@gmail.com>

Beri perhatian pada kesulitan orang lain

•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami istri petani pulang kerumah dari pasar. Saat mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil bergumam “hmmm…makanan apa lagi yang mereka bawa dari pasar ??”

Sang tikus kaget bukan kepalang saat menyadari bahwa salah satu yang dibeli oleh petani adalah Perangkap Tikus.

Tikus segera berlari keluar rumah dan berteriak “Ada Perangkap Tikus di rumah….!!”

Tikus mendatangi Ayam sambil berteriak “ada perangkap tikus !”
Namun
Ayam berkata “Tuan Tikus. Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Lalu Tikus mendatangi Kambing sambil berteriak “ada perangkap tikus !”
Kambing pun berkata “Tuan Tikus, aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”

Tikus lari ke hutan mendatangi Ular sambil berteriak “ada perangkap tikus !”.

Ular pun berkata Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ternyata seekor ular berbisa terkena perangkap tikusnya.. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Ular akhirnya dibunuh, namun nyawa sang istri menjadi kritis.

Sang istri lalu minta agar suaminya membuatkan sop ceker ayam untuknya.

Ayam segera disembelih agar cekernya bias dijadikan sup.

Sakit sang istri tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing.

Kambingpun akhirnya disembelih agar bisa diambil hatinya.

Sang istri tidak kunjung sembuh hingga akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.

Sapi akhirnya harus disembelih sang suami untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.

Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO…KALAU SUATU HARI

ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA…PIKIRKANLAH SEKALI LAGI….

“pitoni@bahterahotel.com”

Bangkit Indonesiaku

•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Bangkit itu susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu Takut…
Takut untuk Korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya
Bangkit itu malu…
Malu menjadi benalu
Malu minta melulu
Bangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku…
aku untuk INDONESIAKU
- Dedy Mizwar :: Di sebuah iklan di Televisi -